Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program 9 BERANI Sulawesi Tengah: Beasiswa, Infrastruktur, dan Pertaruhan Mengurangi Ketimpangan

Program 9 BERANI Sulawesi Tengah: Beasiswa, Infrastruktur, dan Pertaruhan Mengurangi Ketimpangan
Minat|Asia Tenggara

Apa Itu 9 BERANI Sulteng dan Mengapa Program Ini Penting?

Program 9 BERANI Sulteng adalah cetak biru kebijakan komprehensif yang memadukan beasiswa pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur, dan penguatan ekonomi rakyat untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia sekaligus mengurangi ketimpangan wilayah melalui intervensi terarah di kota dan desa. Program 9 BERANI Sulteng lahir dari paradoks: ekonomi makro melesat berkat investasi hilirisasi nikel, tetapi jurang ketimpangan pendapatan dan kualitas sumber daya manusia menganga lebar. Gubernur Anwar Hafid menjawab situasi ini dengan menempatkan pembangunan SDM sebagai investasi utama melalui pilar BERANI Cerdas, yang menggratiskan pendidikan menengah dan memperluas akses beasiswa S1-S3 Sulawesi Tengah hingga pendidikan dokter spesialis. Di sinilah kuncinya: 9 BERANI bukan sekadar paket program, melainkan strategi politik pembangunan yang berani memindahkan fokus dari proyek mercusuar ke manusia sebagai modal utama.

BERANI Cerdas: Rp 355 Miliar untuk Beasiswa dan Dampaknya pada SDM

Pilar paling strategis dalam program 9 BERANI Sulteng adalah BERANI Cerdas, yang didukung alokasi Rp 355,261 miliar untuk beasiswa S1-S3 Sulawesi Tengah, pendidikan dokter spesialis, serta dukungan bagi guru. Program ini membiayai penuh UKT mahasiswa lokal dari diploma hingga doktoral dan menggratiskan biaya operasional SMA/SMK/SLB. Target tahun berjalan pun agresif: 47.000 mahasiswa S1, 100 penerima S2, 20 penerima S3, 10 peserta pendidikan dokter spesialis, serta 300 penerima bantuan penyelesaian studi. Peningkatan anggaran SPP bagi siswa kurang mampu dari Rp 1,09 miliar menjadi Rp 1,75 miliar mempertegas keberpihakan pada keluarga miskin. Secara politik, keputusan ini menggeser narasi pembangunan: "Biarlah saya tidak populer dengan pembangunan yang mercusuar, tapi saya ingin membangun sumber daya manusia Sulteng," tegas Anwar Hafid.

Dua Tahun 9 BERANI: Ekonomi Naik, Ketimpangan Makro Menyempit

Setelah dua tahun, data resmi menampilkan hasil yang sulit diabaikan. Ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh 9,43 persen year-on-year pada triwulan IV-2025, tertinggi kedua secara nasional, didorong kontribusi industri pengolahan sebesar 41,24 persen PDRB. Tingkat kemiskinan turun dari 11,04 persen menjadi 10,52 persen (345,38 ribu jiwa), atau berkurang 10,81 ribu orang hanya dalam enam bulan. Pengangguran ikut turun ke 2,89 persen, sementara gini ratio menyentuh 0,277, terendah dalam lima tahun. Itu artinya, program 9 BERANI Sulteng efektif meredam pengurangan ketimpangan daerah di level makro. Kombinasi beasiswa dan kebijakan penurunan pengeluaran rumah tangga di pendidikan, kesehatan lewat BERANI Sehat yang memungkinkan warga berobat cukup dengan KTP, serta ekspansi infrastruktur dasar memberi efek langsung ke kantong warga.

Infrastruktur, IPM, dan PR Berat Pembangunan Perdesaan Sulteng

Keunggulan program 9 BERANI Sulteng terletak pada skema taktis yang menyambungkan beasiswa dengan infrastruktur dan layanan dasar. Peta jalan ini dirancang untuk mendongkrak IPM sambil memastikan efek pengganda investasi mengalir ke sektor riil domestik. Di lapangan, BERANI Lancar menggarap jalan ke sentra perkebunan di Salumpaga dan Banggai serta akses air bersih di Donggala, Parigi Moutong, dan Sigi. BERANI Menyala menyambungkan listrik desa kepulauan dan pegunungan, BERANI Berdering memperkuat sinyal internet desa untuk UMKM dan pelajar, sementara pilar lain menyasar pertanian, nelayan, UMKM, dan pariwisata. Namun di balik sederet proyek infrastruktur dan IPM ini, fakta keras tetap mencuat: 64,23 persen pekerja masih di sektor informal, kemiskinan desa 12,66 persen versus kota 6,40 persen, dan Tojo Una-Una bertahan sebagai kabupaten termiskin dengan 14,67 persen penduduk miskin. Pembangunan perdesaan Sulteng jelas belum seimbang.

Model bagi Daerah Lain, tapi Butuh Koreksi Serius di Desa

Berani Cerdas dinilai pengamat politik sebagai role model beasiswa daerah yang bisa ditiru provinsi lain, terutama karena menyentuh hingga jenjang S3 dan masyarakat kecil yang sulit mengakses pendidikan tinggi. Dalam konteks nasional, program 9 BERANI Sulteng patut dibaca sebagai eksperimen berani menghubungkan beasiswa S1-S3 Sulawesi Tengah, kesehatan, dan infrastruktur untuk pengurangan ketimpangan daerah secara sistematis. Namun, keberhasilan angka makro belum otomatis menjawab luka struktural desa: ketergantungan pada sektor informal, kemiskinan perdesaan yang dua kali lipat kota, dan ketertinggalan kawasan seperti Tojo Una-Una. Rakor di Touna sendiri ditegaskan sebagai momentum evaluasi untuk percepatan, bukan perayaan, dan membutuhkan gotong royong bupati dan wali kota se-Sulteng. Kesimpulannya, 9 BERANI sedang berada di titik kritis: berhasil di angka, tetapi hanya akan layak disebut model nasional jika gelombang pembangunan perdesaan Sulteng ikut terangkat, bukan tertinggal.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!