Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Telkom Satukan Aksi Karbon dan Transformasi Digital di BATIC

Telkom Satukan Aksi Karbon dan Transformasi Digital di BATIC
Minat|Asia Tenggara

Transformasi Digital Berkelanjutan: Dari Konektivitas ke Tanggung Jawab

Telkom, melalui Telin, menjadikan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) sebagai contoh transformasi digital berkelanjutan, yaitu pendekatan pembangunan ekosistem digital yang menggabungkan pertumbuhan konektivitas, inovasi teknologi, dan inisiatif keberlanjutan lingkungan serta sosial secara terukur di setiap aspek penyelenggaraan konferensi. Langkah ini menegaskan bahwa transformasi digital tidak bisa lagi dipahami sebatas perluasan jaringan dan skala bisnis; ia harus diikat dengan komitmen terhadap bumi dan manusia yang terdampak oleh setiap aktivitas industri. Posisi Telin jelas: keberlanjutan bukan aksesori acara, melainkan bagian dari strategi inti. Di BATIC yang digelar 24–28 Agustus di Nusa Dua, perusahaan menjalankan tiga pilar inisiatif keberlanjutan Telkom—BATIC Green Journey, Connected by Purpose, dan Collective Carbon Action—untuk menekan dampak lingkungan sekaligus menciptakan manfaat sosial dari forum digital Asia Pasifik tersebut. Ini menggeser arah industri telekomunikasi dari obsesinya pada konektivitas menuju paradigma green journey telekomunikasi dan tanggung jawab sosial yang lebih jelas.

Telkom Satukan Aksi Karbon dan Transformasi Digital di BATIC

BATIC Green Journey: Menghitung Jejak, Bukan Sekadar Hadir

Pilar BATIC Green Journey menunjukkan bagaimana konferensi telekomunikasi bisa berhenti bersikap abai terhadap jejak lingkungan. Telin tidak berhenti pada slogan hijau; perusahaan memecahnya menjadi Green Travel, Green Stay, dan Waste Management yang menyasar titik-titik paling boros energi dan material dalam acara. Pendekatan ini tegas: mobilitas peserta diarahkan ke transportasi bersama agar perjalanan individu berkurang, sementara akomodasi dipilih dari hotel dan venue yang memiliki sertifikasi atau praktik keberlanjutan. Di sisi sampah, hasilnya terukur dan sulit diabaikan. Sepanjang BATIC, sekitar 2,3 ton sampah berhasil dikelola, dengan 79% didaur ulang sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir, serta menghindari emisi 1.643 kilogram CO₂e. Quotable: “Selama pelaksanaan BATIC, sekitar 2,3 ton sampah berhasil dikelola, dengan 79% di antaranya didaur ulang agar tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.” Di sini tampak logika transformasi digital berkelanjutan: mengelola acara industri digital seperti mengelola infrastruktur, dengan angka dan target yang bisa diaudit, bukan sekadar narasi inspiratif.

Connected by Purpose: Ekosistem Digital yang Manusiawi

Jika Green Journey menyentuh planet, pilar Connected by Purpose menegaskan bahwa ekosistem digital harus manusiawi. Telin menempatkan individu dan komunitas sebagai inti, bukan pelengkap dekoratif. Program EmpowHER bertajuk “Connected by Design: Women Shaping the Digital Ecosystem” membuka ruang diskusi tentang peran perempuan dalam membentuk ekosistem digital, dari kepemimpinan hingga inovasi. Ini penting: industri telekomunikasi sering digerakkan oleh jargon teknologi, tetapi jarang mengakui ketimpangan partisipasi. Selain itu, Charity Fun Run dijadikan medium kontribusi sosial kolektif, dengan dana yang dialokasikan untuk koperasi lokal yang mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Keterlibatan budaya dan komunitas lokal memperkuat pesan bahwa transformasi digital berkelanjutan bukan abstraksi global, melainkan proses yang mengakar pada masyarakat di sekitar forum. Telin mengirim sinyal jelas: aksi karbon industri digital harus berjalan beriringan dengan keadilan sosial. Teknologi tanpa sensitivitas terhadap komunitas berisiko mengulang pola ekstraktif yang selama ini dikritik dalam sektor lain.

Collective Carbon Action: Miles to Mangrove dan Arah Baru Industri

Pilar Collective Carbon Action adalah bagian paling gamblang dari komitmen aksi karbon industri digital. Melalui program Miles to Mangrove, Telin mengonversi riwayat perjalanan udara peserta BATIC menjadi komitmen penanaman mangrove di garis pantai. Hasilnya bukan angka simbolik: tercatat komitmen penanaman 11.723 pohon mangrove untuk mendukung restorasi ekosistem pesisir. Quotable: “Program ini mengonversi riwayat perjalanan udara para peserta BATIC menjadi komitmen aksi iklim berupa penanaman mangrove di sepanjang garis pantai, dengan komitmen 11.723 pohon.” Secara politis, ini mengubah narasi konferensi bisnis global: perjalanan yang biasanya hanya menambah emisi kini dipaksa membawa kewajiban ekologis. Telin tidak menutup mata bahwa forum berskala internasional punya jejak karbon besar, tetapi merespons dengan model aksi kolektif yang terhubung langsung dengan restorasi alam. Dengan menggabungkan kolaborasi bisnis global dan inisiatif karbon yang bisa dihitung, BATIC 2026 Bali menunjukkan bahwa green journey telekomunikasi tidak berhenti pada efisiensi jaringan, melainkan merambah ke bentuk-bentuk kompensasi dan pemulihan ekologis yang bisa dinilai publik.

Dari BATIC ke GoZero: Menjaga Konsistensi Komitmen Telkom

Pertanyaan pentingnya: apakah semua ini hanya kosmetik konferensi atau bagian dari perubahan jangka panjang? Telin mencoba menjawab dengan mengaitkan inisiatif BATIC ke payung GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia dan peluncuran Sustainability Report bertajuk “Connecting with Purpose”. Artinya, rangkaian program di BATIC diposisikan sebagai eksperimen terstruktur yang seharusnya menular ke operasi sehari-hari grup. Pernyataan CEO Telin Abdul Rahman Ansyori menguatkan arah tersebut: keberlanjutan disebut sebagai “bagian penting dari cara Telin membangun dan mengembangkan ekosistem digital” dan harus “tumbuh bersama kemajuan industri, komitmennya harus sama kuat”. Di tataran industri, ini mengirim pesan bahwa pemain telekomunikasi tidak bisa lagi bersembunyi di balik label “enabler digital” tanpa ikut menanggung beban iklim. Kesimpulannya, BATIC 2026 menjadi platform yang menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat mendukung tujuan keberlanjutan melalui inisiatif keberlanjutan Telkom yang menyentuh operasional, komunitas, dan aksi karbon sekaligus. Tantangannya sekarang adalah konsistensi: apakah semangat “Better Together” akan terukur lewat keputusan investasi, desain jaringan, dan standar operasional harian, bukan hanya di panggung konferensi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!