BATIC sebagai Akselerator Transformasi Digital Asia Pasifik

BATIC sebagai Akselerator Transformasi Digital Asia Pasifik
Minat|Asia Tenggara

BATIC: Dari Forum Telekomunikasi Menjadi Mesin Ekonomi Digital Regional

Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) adalah konferensi tahunan yang menghimpun pemimpin industri telekomunikasi dan digital dari puluhan negara untuk membahas ekonomi digital, kecerdasan buatan, cloud computing, konektivitas global, serta infrastruktur digital sebagai fondasi transformasi kawasan Asia Pasifik. Konferensi ke-11 ini tidak lagi sekadar ajang temu pelaku telekomunikasi; BATIC berkembang menjadi platform strategis yang menyatukan regulator, operator, penyedia teknologi, hyperscaler, investor, dan pelaku inovasi digital untuk bertukar perspektif dan merancang arah transformasi digital Asia Pasifik. Fakta bahwa ajang ini mencatat rekor lebih dari 2.700 peserta dari 67 negara dan lebih dari 760 perusahaan dunia menunjukkan bahwa diskusi tentang masa depan ekonomi digital bukan kegiatan pinggiran, melainkan agenda utama bisnis global.

BATIC sebagai Akselerator Transformasi Digital Asia Pasifik

Rekor Peserta dan Agenda Bisnis: Sinyal Kuat Daya Tarik Ekosistem Digital

Lonjakan partisipasi di BATIC tahun ini bukan sekadar angka; ia adalah indikator kepercayaan terhadap kapasitas kawasan dalam memimpin transformasi digital. Forum bisnis internasional edisi ke-11 ini menghadirkan lebih dari 2.700 peserta dari 67 negara dan diikuti lebih dari 760 perusahaan dunia, dengan lebih dari 4.000 sesi business meeting yang digelar sepanjang konferensi. Pesertanya datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pemimpin perusahaan, penyedia teknologi, regulator, investor, hyperscaler, hingga pelaku inovasi digital. Menurut Direktur Utama Telkom, BATIC menjadi persembahan grup untuk dunia telekomunikasi dan digital sekaligus alat memperkokoh posisi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. Dengan skala seperti ini, BATIC tidak hanya memfasilitasi deal bisnis, tetapi memetakan ulang rantai pasok infrastruktur digital di tengah masifnya adopsi AI dan layanan berbasis cloud.

Tema Besar: AI, Cloud, Konektivitas, dan Infrastruktur sebagai Satu Ekosistem

Tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress” terasa tepat karena lanskap digital tidak lagi bisa dipisah-pisah antara jaringan, data center, AI, dan keamanan; semuanya kini saling terkait. BATIC tahun ini secara eksplisit membahas perkembangan ekonomi digital, mulai dari adopsi AI, konektivitas generasi berikutnya, cloud computing, platform digital, hingga infrastruktur yang lebih tangguh. Perkembangan AI membuat kebutuhan komputasi dan data melonjak, memaksa perusahaan membangun infrastruktur cloud computing dan konektivitas yang mampu menopang beban tersebut. Di balik aplikasi konsumen yang tampak sederhana, konferensi menyoroti peran kabel laut dan jaringan fiber sebagai tulang punggung konektivitas global yang harus siap menghadapi lonjakan bandwidth dan trafik data lintas negara. Agenda seperti ignitePRO, yang fokus pada transformasi perusahaan di era Autonomous AI, menunjukkan bahwa BATIC mendorong AI keluar dari tahap eksperimen menjadi bagian utuh dari operasi bisnis.

Bali dan Peran Telin: Menghubungkan Ekonomi Digital Kawasan

Pemilihan Bali International Convention Center di The Westin Resort Nusa Dua sebagai lokasi tetap BATIC menjadikan Bali lebih dari sekadar destinasi wisata; ia berubah menjadi pusat konferensi internasional strategis untuk diskusi transformasi digital Asia Pasifik. Di panggung ini, Telin sebagai operating company Telkom memimpin inisiatif membuka babak baru transformasi digital regional dengan menghubungkan ekosistem lokal ke jaringan global. TelkomGroup disebut memiliki peran strategis dalam memperkokoh posisi sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik, dengan alokasi sekitar 18–20 persen pendapatan untuk investasi infrastruktur digital. Melalui BATIC, Telin menegaskan komitmen mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara guna mendorong kemitraan baru, mempercepat pertukaran pengetahuan, dan membangun ekosistem digital yang lebih kuat dan berkelanjutan di kawasan.

Implikasi bagi Ekonomi Digital dan Arah Strategi Kawasan

Daya tarik BATIC tak bisa dipisahkan dari posisi ekonomi digital Indonesia yang tumbuh cepat di Asia Tenggara dan kini dilihat sebagai hub yang menghubungkan berbagai negara sekaligus membuka peluang sinergi dan pertumbuhan baru. Di tengah proyeksi pasar konektivitas global yang akan naik tajam pada 2030, konferensi ini mengirim pesan jelas: tanpa kolaborasi lintas industri dan investasi jangka panjang pada infrastruktur cloud computing, kabel laut, dan jaringan fiber, visi transformasi digital Asia Pasifik hanya akan menjadi slogan. BATIC menunjukkan bahwa strategi kawasan bergerak ke arah ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan, dengan AI dan cloud sebagai penggerak, serta konektivitas internasional sebagai tulang punggung. Kesimpulannya, siapa pun yang ingin serius masuk dalam peta transformasi digital Asia Pasifik tidak lagi bisa mengabaikan BATIC; konferensi ini telah menjadi barometer komitmen dan arah kebijakan digital regional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!