Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Telin Menyatukan Transformasi Digital dan Aksi Karbon di BATIC

Telin Menyatukan Transformasi Digital dan Aksi Karbon di BATIC
Minat|Asia Tenggara

Transformasi Digital Berkelanjutan: Inti Strategi Telin di BATIC

Transformasi digital berkelanjutan adalah pendekatan industri telekomunikasi yang menggabungkan pengembangan konektivitas, cloud, dan AI dengan inisiatif keberlanjutan telekomunikasi yang terukur, seperti pengelolaan sampah, aksi karbon perusahaan, dan pemberdayaan komunitas, sehingga ekosistem digital tumbuh tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Di Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 yang digelar pada 24–28 Agustus di Nusa Dua, Telin menggunakan panggung konferensi digital terbesar Asia Pasifik ini untuk menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar aksesoris acara, melainkan bagian integral dari cara mereka membangun ekosistem digital. Langkah Telin menunjukkan arah baru: bisnis konektivitas, cloud, dan AI tidak bisa lagi dilepaskan dari isu iklim dan jejak karbon. Dalam konteks ini, BATIC Bali menjadi laboratorium hidup bagaimana transformasi digital berkelanjutan bisa diterjemahkan ke dalam program dan target yang sangat konkret.

Telin Menyatukan Transformasi Digital dan Aksi Karbon di BATIC

BATIC Green Journey: Menghitung Sampah, Bukan Sekadar Kata-kata

Pilar pertama, BATIC Green Journey, penting karena memotong salah satu sumber emisi terbesar konferensi: perjalanan dan operasional acara. Alih-alih hanya mengkampanyekan slogan hijau, Telin menekan dampak lingkungan melalui program Green Travel, Green Stay, dan Waste Management. Peserta didorong memakai transportasi bersama, sementara pemilihan hotel dan lokasi acara diprioritaskan pada tempat yang memiliki praktik keberlanjutan. Hasilnya, sekitar 2,3 ton sampah berhasil dikelola selama BATIC Bali, dengan 79% di antaranya didaur ulang sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir. Strategi daur ulang, pengomposan, dan pengurangan sampah ini diklaim menghindari emisi sekitar 1.643 kilogram CO₂e. Ini bukan angka kecil, dan menjadi bukti bahwa aksi karbon perusahaan bisa dimulai dari hal yang paling dekat: bagaimana sebuah konferensi dirancang, bukan hanya apa yang dibicarakan di panggung.

Collective Carbon Action: Miles to Mangrove dan 11.723 Pohon

Pilar Collective Carbon Action mengubah perjalanan udara ribuan delegasi menjadi komitmen penanaman pohon mangrove. Melalui program Miles to Mangrove, Telin mengonversi riwayat penerbangan peserta menjadi aksi iklim nyata: penanaman 11.723 pohon mangrove di pesisir. Mangrove bukan pilihan simbolis; ekosistem ini efektif menyerap karbon dan melindungi garis pantai dari abrasi, sehingga sangat relevan dengan konsep restorasi ekosistem yang mengapit infrastruktur digital. Di sini terlihat logika baru transformasi digital berkelanjutan: ekspansi jaringan dan aktivitas konferensi yang meningkatkan mobilitas global harus disertai kompensasi ekologis yang terukur. Dengan menjadikan mangrove sebagai indikator aksi, Telin mengangkat standar industri telekomunikasi: offset karbon tidak cukup berupa janji, tetapi harus hadir dalam bentuk pohon, hektar pesisir yang pulih, dan data perjalanan yang transparan.

Connected by Purpose: Ekosistem Digital yang Peduli Manusia

Jika Green Journey fokus pada lingkungan, pilar Connected by Purpose menegaskan bahwa ekosistem digital yang sehat juga harus memihak manusia. Melalui program seperti EmpowHER, Charity Fun Run, serta pengenalan budaya dan komunitas lokal, Telin mengaitkan agenda konektivitas dan AI dengan manfaat sosial yang langsung dirasakan komunitas. Charity Fun Run, misalnya, diarahkan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur melalui Koperasi Wasita Dharma Buana. Artinya, forum bisnis yang mengumpulkan delegasi global untuk membahas jaringan canggih, cloud, dan otomatisasi berbasis AI bukan sekadar ruang negosiasi investasi. Ia juga berfungsi sebagai mekanisme solidaritas lintas industri. Di tengah euforia AI dan perkembangan data center, Telin mengingatkan bahwa istilah "connected" seharusnya berarti lebih dari ketersediaan bandwidth: ia harus mencakup hubungan yang adil antara industri, masyarakat, dan lingkungan.

Dari Konektivitas ke Inteligensi: Keberlanjutan sebagai Fondasi

Keynote Direktur Utama Telkom menekankan bahwa masa depan digital membutuhkan jaringan canggih, otomatisasi berbasis AI, dan infrastruktur digital yang mampu membuka peluang pertumbuhan baru secara berkelanjutan. Strategi transformasi TLKM 30 mendorong TelkomGroup bergeser dari sekadar connectivity menuju infrastructure dan intelligence, dengan ambisi menjadi perusahaan digital telco kelas dunia. Dalam konteks ini, agenda keberlanjutan Telin di BATIC Bali bukan ornamen, melainkan fondasi yang menyatu dengan arah strategis grup. Telin bahkan meluncurkan Sustainability Report pertama bertajuk “Connecting with Purpose” sebagai bagian dari gerakan GoZero% Sustainability Action, untuk memperkuat transparansi ESG dan memberi panduan jelas bagi pengembangan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini menunjukkan apa yang seharusnya dilakukan pemain telekomunikasi lain: menjadikan inisiatif keberlanjutan telekomunikasi sebagai pilar transformasi, bukan lampiran relasi publik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!