Inovasi digital harus terasa bagi nasabah
Penghargaan inovasi Asia adalah pengakuan regional bagi perusahaan yang mengubah teknologi, layanan, atau tata kelola menjadi hasil yang relevan bagi pelanggan dan masyarakat secara terukur serta berkelanjutan. Pegadaian membawa pulang dua penghargaan Asian Innovation Excellence Awards 2026 untuk kategori Technology Innovation dan Customer Experience Innovation, yang diserahkan di Singapura pada 20 Oktober 2026. Capaian itu berangkat dari transformasi digital perusahaan melalui aplikasi Tring, bukan sekadar penambahan kanal digital. Penilaian ajang tersebut berlangsung ketat dan independen, melibatkan pakar industri global. Namun ukuran paling penting bukanlah trofi atau kecanggihan teknologi, melainkan perubahan yang dirasakan pengguna. Pegadaian menyebut upayanya membuat transaksi lebih mudah, cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Jika pengalaman itu konsisten, teknologi dapat memperluas akses layanan keuangan; jika tidak, penghargaan berisiko hanya menjadi penanda reputasi.

Keberlanjutan Telkom perlu berujung pada dampak
Telkom meraih SDG Pioneer Award dalam Reuters Events Global Sustainability Awards 2026 di London pada 21 Oktober, atas inisiatif Pioneering Indonesia's Path to Net Zero through Green & Blue Carbon Action. Pengakuan ini menempatkan keberlanjutan korporat sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan agenda sampingan yang berhenti pada komunikasi perusahaan. Pendekatan Telkom mengandalkan aksi karbon hijau dan karbon biru untuk mendukung penyerapan karbon serta pelestarian ekosistem. Perusahaan juga masuk finalis kategori Social Impact Award. Bagi masyarakat, relevansinya tampak pada upaya kolaboratif memperluas akses air bersih dan sanitasi, sekaligus menciptakan manfaat berkelanjutan bagi warga dan pemangku kepentingan. Tantangannya adalah menjaga agar komitmen dan target dapat diikuti dengan hasil yang jelas. Telkom menyatakan akan memperkuat inisiatif keberlanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan tata kelola yang baik.
Tata kelola menentukan kepercayaan jangka panjang
SIG meraih penghargaan kategori Best Responsibility of the Board dalam IICD Corporate Governance Award 2026. Penghargaan itu diserahkan di Jakarta pada 12 Oktober. Pengakuan tersebut menegaskan pentingnya tata kelola perusahaan yang tidak berhenti pada kepatuhan administratif. SIG menyatakan prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran menjadi bagian dari kegiatan operasional serta proses bisnisnya. Perusahaan juga memiliki Komite Keberlanjutan untuk memantau agenda dan mendukung target dalam SIG Sustainability Roadmap 2030. Ada alasan bisnis untuk memperhatikan konsistensi itu: pada semester pertama 2026, volume penjualan SIG mencapai 18,28 juta ton, naik 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tumbuh 13,1% menjadi Rp17,65 triliun, sedangkan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 471,0% menjadi Rp228 miliar. Angka tersebut bukan bukti bahwa tata kelola sendirian mendorong kinerja, tetapi menunjukkan mengapa akuntabilitas layak menjadi perhatian investor.

Penghargaan perlu diikuti bukti yang terukur
Tiga pengakuan ini memperlihatkan pergeseran ukuran keunggulan perusahaan besar: transformasi digital, keberlanjutan, dan transparansi kini sal






