Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program TJSL Perkebunan Sawit: Perisai Sosial Lawan Pencurian TBS

Program TJSL Perkebunan Sawit: Perisai Sosial Lawan Pencurian TBS
Minat|Asia Tenggara

TJSL Perkebunan: Dari Tanggung Jawab Sosial Menjadi Strategi Keamanan

Program TJSL perkebunan adalah rangkaian inisiatif tanggung jawab sosial lingkungan yang dirancang perusahaan sawit untuk mengembangkan ekonomi lokal, memperkuat ketahanan pangan, menyediakan layanan sosial, dan membangun hubungan saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar, sekaligus menurunkan konflik sosial dan risiko pencurian aset. PTPN IV PalmCo memperkuat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan masyarakat, serta sistem pengamanan perkebunan sebagai bagian dari upaya menekan kehilangan Tandan Buah Segar (TBS) di wilayah operasional perusahaan. Ini bukan amal musiman, melainkan strategi bisnis yang sadar bahwa keberlanjutan operasional bergantung pada seberapa besar kebun mampu menjadi bagian dari ekosistem sosial di sekelilingnya. Melalui TJSL, perusahaan sadar: keamanan kebun tidak bisa lagi diurus dengan patroli dan pagar saja, tetapi harus dimulai dari dapur dan dompet warga.

Program TJSL Perkebunan Sawit: Perisai Sosial Lawan Pencurian TBS

Uang TJSL Bukan Sekadar Dana: Rp26,67 Miliar untuk Rasa Memiliki

Hingga Agustus, PTPN IV PalmCo telah merealisasikan pendanaan program TJSL sebesar Rp26,67 miliar, dengan lebih dari 64 persen dialokasikan untuk pembangunan fasilitas dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kebun. Angka ini menunjukkan bahwa program TJSL perkebunan ditempatkan sebagai instrumen strategis, bukan pos kosmetik di laporan tahunan. Program mencakup pengembangan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan keagamaan, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal. Perusahaan membina enam Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Sumatera Utara dan Riau, memberi bantuan kepada lebih dari 1.000 anak yatim dan dhuafa, serta mendukung perbaikan 16 rumah ibadah dan musala. Salah satu pernyataan kuncinya adalah: “Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat”.

Pemberdayaan Masyarakat Sawit dan Ketahanan Pangan Lokal sebagai Benteng Sosial

Kunci pemberdayaan masyarakat sawit adalah memberi peluang usaha yang nyata, bukan sekadar bantuan sesaat. PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggandeng Dinas Perikanan Kabupaten Kampar dalam program pelatihan budidaya dan pengolahan ikan lele bagi 50 perempuan Desa Hang Tuah dan Genduang Jaya. Program TJSL perkebunan ini tidak berhenti pada produksi; peserta dilatih mengolah lele menjadi nugget, abon, dan kerupuk, termasuk teknik pengemasan agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Inilah bentuk tanggung jawab sosial lingkungan yang konkret: mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus menciptakan unit usaha berbasis desa. Menurut pemda setempat, program ini akan memperkuat posisi desa sebagai salah satu sumber ketahanan pangan lokal. Triana Anggraini berharap pelatihan ini dapat memicu lahirnya unit usaha baru di tingkat desa dan membuka peluang kerja yang lebih luas.

Program TJSL Perkebunan Sawit: Perisai Sosial Lawan Pencurian TBS

Menghubungkan Dompet dan Keamanan: Menekan Pencurian TBS Sawit

Akar persoalan pencurian TBS sawit tidak hanya soal moral, tetapi juga kesempatan ekonomi dan jaringan penadah. Aksi pencurian Tandan Buah Segar (TBS) yang berulang, terorganisasi, dan sistematis dapat menggerus jerih payah petani, menghilangkan penghasilan pekerja, dan merusak aset negara. Arya Sandhiyudha menyebut perusahaan menghadapi pencurian TBS yang dilakukan secara berkelompok dan dalam sejumlah kasus disertai tindakan agresif, dengan dugaan adanya pihak yang menampung hasil kejahatan ini. Menariknya, perusahaan menolak pendekatan tunggal. Ada aspek sosial melalui TJSL dan pemberdayaan masyarakat, sinergi kelembagaan dengan pemerintah dan aparat penegak hukum, serta penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi. Pendekatan komprehensif ini menjadikan pemberdayaan ekonomi sebagai garis pertahanan pertama, sementara penegakan hukum dan teknologi menjadi pagar berikutnya. Hasilnya tercermin pada tingkat kehilangan TBS yang tercatat hanya 0,0392 persen dari total produksi 4,97 juta ton, dengan kehilangan sekitar 270 ton pada Agustus sebagai angka terendah sepanjang tahun berjalan.

Ke Depan: TJSL sebagai Investasi Keamanan Jangka Panjang

Pendekatan PTPN IV PalmCo memberi pelajaran: program TJSL perkebunan yang dirancang serius dapat menjadi investasi keamanan jangka panjang. Upaya pengamanan dilakukan bersamaan dengan pemantauan berbasis data, koordinasi kelembagaan, penegakan hukum, dan penguatan sistem pengawasan. Di sisi lain, dukungan terhadap usaha lokal, pendidikan, dan fasilitas sosial memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat serta menciptakan aktivitas usaha yang berkelanjutan di sekitar kebun. Ketika masyarakat merasakan manfaat ekonomi, lahir rasa memiliki untuk menjaga lingkungan dan aset perkebunan. Pemberdayaan masyarakat sawit dan ketahanan pangan lokal berubah menjadi pagar sosial yang sulit ditembus jaringan pencurian TBS sawit. Jika pola ini konsisten, TJSL akan bergeser dari sekadar kewajiban moral menjadi instrumen manajemen risiko utama bagi perusahaan, sekaligus membuka peluang tumbuh bersama bagi desa-desa di sekitar kebun.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!