Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program Literasi Digital Telkom di Sekolah Rakyat: Strategi Menyasar Siswa dan Guru Sekaligus

Program Literasi Digital Telkom di Sekolah Rakyat: Strategi Menyasar Siswa dan Guru Sekaligus
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Literasi digital di sekolah rakyat: bukan soal gadget, tapi ekosistem belajar

Program literasi digital siswa di sekolah rakyat daerah adalah rangkaian pelatihan dan pendampingan yang mengajarkan cara menggunakan teknologi, internet, dan platform pembelajaran daring secara aman, kritis, dan produktif, dengan melibatkan guru dan siswa agar proses belajar digital dapat berjalan berkelanjutan meski berada di wilayah dengan akses terbatas.

Kunci utama dari Connect.in-Spirasi di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo adalah keberanian mengakui bahwa kesenjangan digital tidak akan selesai dengan membagikan perangkat dan kuota. Telkom secara eksplisit menyasar 537 siswa dan 59 guru melalui pelatihan teknologi, penguatan kompetensi pendidik, dan dukungan sarana pembelajaran. Ini bukan pendekatan karitatif sesaat, melainkan upaya membangun ekosistem literasi digital siswa yang hidup di sekolah rakyat daerah. Dengan menempatkan akses pembelajaran daring sebagai hak, bukan bonus, program pelatihan digital ini menantang pola lama: teknologi bukan lagi milik sekolah kota besar, tetapi harus menjadi bahasa sehari-hari anak di daerah terpencil juga.

Program Literasi Digital Telkom di Sekolah Rakyat: Strategi Menyasar Siswa dan Guru Sekaligus

Mengapa melatih guru dulu: fondasi keberlanjutan pembelajaran daring

Keputusan memulai program dengan Training of Trainers (ToT) untuk 59 guru Sekolah Rakyat adalah langkah strategis, bukan formalitas agenda. Guru diperkenalkan pada platform pembelajaran digital PIJAR dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk kegiatan belajar-mengajar. Di sinilah letak bedanya: literasi digital siswa tidak mungkin tumbuh jika guru gagap teknologi. Peningkatan kemampuan guru diakui sebagai faktor penting agar pemanfaatan teknologi berdampak nyata pada kualitas pendidikan.

Pendekatan ini menjawab satu kelemahan klasik program digital di daerah: begitu pelatihan selesai, sekolah kembali ke pola lama karena tidak ada figur lokal yang mampu meneruskan. Dengan menjadikan guru sebagai trainer internal, Connect.in-Spirasi membangun mekanisme keberlanjutan dari dalam sekolah. Di ruang kelas, guru yang paham PIJAR dan AI bisa mengubah akses pembelajaran daring dari sekadar materi tambahan menjadi bagian dari strategi mengajar. Di titik ini, program pelatihan digital bukan lagi proyek perusahaan, melainkan investasi kapasitas sekolah.

Melibatkan 537 siswa: literasi digital yang kontekstual, bukan hafalan istilah

Setelah guru dibekali, barulah 537 siswa diajak masuk ke pengalaman belajar yang lebih konkret melalui program Telkom Mengajar. Siswa SD hingga SMP mendapatkan materi sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM), sementara siswa SMA mengikuti sesi Digital Awareness tentang penggunaan ruang digital secara bijak. Di sini, literasi digital siswa diterjemahkan menjadi kemampuan memahami teknologi sebagai alat berpikir dan berkarya, bukan sekadar hiburan.

Pendekatan interaktif yang mendorong rasa ingin tahu dan kreativitas menunjukkan bahwa sekolah rakyat daerah tidak harus puas dengan materi seadanya. Anak-anak diajak mengenali peluang dan tantangan di dunia digital, dari sains hingga etika bermedia. Ini penting, karena tanpa pemahaman kritis, akses pembelajaran daring justru berisiko memperlebar jurang: siswa di kota menjadi kreator, sementara siswa di daerah hanya konsumen konten. Dengan materi yang disesuaikan jenjang, Connect.in-Spirasi berupaya memutus pola itu sejak dini.

Dari konektivitas hingga inspirasi: membangun ekosistem, bukan acara seremonial

Program ini tidak berhenti di ruang kelas. Dukungan buku bacaan, paket alat sekolah, perangkat penyimpanan data untuk guru, paket pembelajaran STEM, akses ke ekosistem pendidikan digital PIJAR, serta konektivitas internet Indibiz memperlihatkan bahwa akses pembelajaran daring dipikirkan sebagai sistem lengkap, bukan satu-dua aplikasi saja. Transformasi digital pendidikan di sini dimaknai sebagai kombinasi perangkat, koneksi, dan kapasitas manusia.

Sesi inspirasi melalui Telkom Peduli yang menghadirkan berbagai tokoh menambah dimensi lain: membangun kepercayaan diri siswa untuk berani bermimpi dan melihat masa depan mereka di tengah perubahan teknologi. Di satu sisi, ini tampak simbolis. Namun di sisi lain, bagi siswa sekolah rakyat daerah, pertemuan langsung dengan figur dari dunia profesional bisa menjadi pemicu penting untuk melihat literasi digital sebagai jalan mobilitas sosial, bukan sekadar keterampilan tambahan.

Kesimpulan: Connect.in-Spirasi sebagai model perluasan akses belajar digital di daerah terpencil

Program Connect.in-Spirasi di Sekolah Rakyat Kulon Progo menunjukkan satu pelajaran penting: memperluas akses pembelajaran daring di daerah terpencil harus dimulai dari ekosistem, bukan dari perangkat tunggal. Dengan menjangkau 537 siswa dan 59 guru sekaligus, memperkuat kapasitas pendidik, menghadirkan program pelatihan digital yang terstruktur, serta menyediakan akses ke platform dan konektivitas, Telkom menggeser standar intervensi pendidikan di sekolah rakyat daerah.

Model ini patut dijadikan rujukan: libatkan guru sebagai agen keberlanjutan, rancang materi literasi digital siswa yang kontekstual, dan pastikan dukungan infrastruktur berjalan bersamaan. Tanpa kombinasi itu, program sejenis berisiko berhenti sebagai acara seremonial. Dengan kombinasi tersebut, sekolah rakyat punya peluang nyata untuk mengejar ketertinggalan dan menempatkan teknologi sebagai bagian wajar dari proses belajar sehari-hari.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!