Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Program KKN Universitas Menggerakkan Literasi Digital Siswa Sekolah

Program KKN Universitas Menggerakkan Literasi Digital Siswa Sekolah
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Literasi Digital Siswa: Dari Ruang Kelas ke Laboratorium KKN

Literasi digital siswa adalah kemampuan memahami, menggunakan, dan mencipta konten melalui perangkat digital secara kritis, etis, dan produktif, dengan keterampilan teknis dan sikap yang dibutuhkan untuk belajar, bekerja, dan berpartisipasi di ruang publik berbasis teknologi. Di banyak sekolah dan pesantren, kemampuan ini belum terbentuk secara merata, sehingga jarak antara dunia kelas dan kenyataan digital kian lebar. Program KKN pendidikan hadir sebagai jembatan, bukan sekadar mengisi waktu pengabdian mahasiswa, melainkan mengubah sekolah menjadi laboratorium keterampilan masa depan. Di sinilah letak poin pentingnya: KKN yang dirancang serius dapat menjadi akselerator literasi digital siswa, bukan kegiatan seremonial tahunan. Pertanyaannya bukan lagi apakah KKN di bidang teknologi informasi dan komunikasi dibutuhkan, tetapi seberapa berani perguruan tinggi menjadikannya agenda utama, bukan pelengkap.

Pesantren Belajar KTI dan Desain Grafis Canva: Keterampilan, Bukan Sekadar Ceramah

Di sebuah pesantren di Paiton, KKN Inovasi Pesantren dari UPN “Veteran” Jawa Timur menjawab kebutuhan literasi digital siswa dengan cara yang sangat konkret: pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan multimedia bagi siswa Pondok Pesantren Islamiyah Syafi’iyah dalam rangkaian KKN 22 Juli–22 Agustus 2026. Pelatihan KTI pada 10 Agustus 2026 di SMP Insan Terpadu menghadirkan siswa kelas VIII Sains, kelas IX, dan 10 siswa dari SMP Islam Paiton. Alih-alih mengulang teori, mahasiswa membedah struktur KTI, menunjukkan perbedaan tulisan yang baik dan lemah, lalu membuka ruang diskusi. Lebih jauh, pelatihan multimedia dan desain visual di SMK Insan Terpadu pada 12 Agustus berfokus pada penggunaan Canva, pemilihan warna, penataan elemen, hingga teknik dasar menghasilkan visual produk yang menarik untuk komunikasi digital. Ini bukan sekadar “pengenalan aplikasi”; ini latihan komunikasi visual modern. Melalui pendekatan praktik seperti ini, pesantren tidak lagi diposisikan sebagai ruang yang tertinggal, tetapi sebagai lokasi lahirnya literasi digital siswa yang kritis dan kreatif.

Program KKN Universitas Menggerakkan Literasi Digital Siswa Sekolah

Braille-QWERTY: Inklusi Digital Tunanetra Bukan Tambahan, Tapi Kewajiban

Kisah literasi digital siswa akan pincang jika kelompok tunanetra dibiarkan bergantung pada perangkat yang tidak mereka kuasai. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Edukasi 2026, tim Fakultas Ilmu Komputer UPN “Veteran” Jawa Timur mengembangkan Braille-QWERTY, keyboard taktil yang membantu siswa tunanetra berinteraksi dengan komputer secara lebih mudah dan mandiri. Tantangannya jelas: keyboard konvensional minim penanda taktil, sementara stiker Braille cepat aus dan menyulitkan navigasi tombol. Tim tidak menebak-nebak kebutuhan; mereka melakukan FGD dengan SLB A, B, D Negeri Kedungkandang Malang untuk merumuskan desain yang sesuai karakter siswa dan proses belajar. Hasilnya adalah perangkat dengan tombol taktil, dicetak lewat teknologi 3D, plus umpan balik suara untuk mengonfirmasi input. Lebih penting lagi, keyboard ini bukan berhenti di prototipe; perangkat diserahkan lengkap dengan monitor sebagai pendukung praktik komputer siswa tunanetra. Inilah inklusi digital tunanetra yang nyata: teknologi asistif disusun dari suara pengguna, bukan dari asumsi perancang.

Program KKN Universitas Menggerakkan Literasi Digital Siswa Sekolah

Pelatihan TIK di SMP: Fondasi Literasi Digital Siswa, Bukan Pelajaran Tambahan

Di SMP Awwalul Hidayah, Desa Krompaan, pelatihan TIK sekolah yang digelar mahasiswa KKN MIT 22 Posko 176 UIN Walisongo menunjukkan bahwa literasi digital tidak harus rumit untuk berdampak besar. Pada 29 Juli 2026, mereka mengajar TIK di laboratorium komputer untuk siswa kelas VIII sebagai program kerja KKN di bidang pendidikan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan dasar komputer sekaligus memperkuat literasi digital siswa di tengah laju teknologi yang cepat. Kepala sekolah terang-terangan menyebut bahwa siswa belum terbiasa menggunakan komputer dan pembelajaran TIK menjadi kebutuhan mendesak. Menjawab itu, mahasiswa menyusun materi sederhana dengan porsi praktik besar: menyalakan komputer, mengenali perangkat input–output, memahami komponen utama, hingga fungsi dasar sistem. Suasana belajar interaktif; ketika siswa mengalami kesulitan, mereka didampingi satu per satu, sehingga rasa percaya diri tumbuh seiring keterampilan teknis. Di sini tampak jelas: program KKN pendidikan yang merespons kebutuhan nyata sekolah jauh lebih efektif daripada modul TIK yang berhenti di buku teks.

Menghubungkan SMP, SMK, dan Pesantren: Kenapa Model KKN Ini Perlu Diperluas

Rangkaian inisiatif ini membentuk pola yang tidak boleh diabaikan. Dari pelatihan KTI dan desain grafis Canva di SMP dan SMK Insan Terpadu serta pesantren, pengembangan Braille-QWERTY untuk inklusi digital tunanetra, hingga pembelajaran TIK dasar di SMP Awwalul Hidayah, semua program KKN pendidikan itu menjangkau beragam jenjang sekaligus menekankan keterampilan praktis. Melalui pelatihan multimedia, siswa diperkenalkan pada pemanfaatan visual untuk komunikasi dan promosi di era digital; melalui Braille-QWERTY, siswa tunanetra memperoleh perangkat yang langsung digunakan dalam pembelajaran, bukan hanya dipamerkan; dan melalui TIK dasar, siswa SMP membangun fondasi untuk beradaptasi dengan metode belajar digital yang kian meluas. Pihak sekolah bahkan berharap pembelajaran seperti ini terus dikembangkan ke depan. Kesimpulannya tegas: bila perguruan tinggi konsisten menjadikan KKN sebagai instrumen strategis literasi digital, bukan sekadar formalitas, maka jurang antara dunia sekolah, pesantren, dan realitas digital dapat dipersempit dengan cara yang adil, inklusif, dan berorientasi pada keterampilan nyata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!