Ancaman status bukan sekadar persoalan indeks
Ancaman penurunan status MSCI adalah risiko perubahan klasifikasi suatu bursa dari pasar berkembang menjadi pasar tersendiri ketika aksesibilitas investasi dan integritas perdagangan dinilai tidak memenuhi ekspektasi global. Pada 16 Oktober, MSCI menyatakan sedang mempertimbangkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market ke standalone market, dengan sorotan pada transparansi kepemilikan, dugaan manipulasi perdagangan, dan penegakan aturan. Ini bukan teguran administratif yang bisa dijawab hanya dengan menerbitkan aturan baru: penilaian tersebut menyangkut kemampuan pasar mencegah transaksi terkoordinasi dan membangun kepercayaan. Respons pasar memperlihatkan betapa sensitifnya investor terhadap keputusan itu. Dalam dua hari perdagangan, 16 dan 19 Oktober, IHSG merosot hingga 14,8 persen. Ancaman downgrade MSCI karena itu harus dibaca sebagai ujian tata kelola, bukan sekadar perdebatan tentang komposisi indeks. Jika klasifikasi berubah, pasar berisiko kehilangan tempat di indeks global yang menjadi acuan banyak investor.

Pembenahan harus menyasar akar masalah
BEI mulai merespons setelah bertemu MSCI pada 19 Oktober, dengan menyiapkan pengeluaran saham berkepemilikan sangat terkonsentrasi dari indeks utama mulai 2 November. Otoritas mencatat sedikitnya 80 perusahaan masuk dalam daftar pembatasan tersebut. Langkah ini dapat membuat indeks lebih mencerminkan saham yang benar-benar tersedia bagi investor, tetapi bukan obat untuk semua persoalan. Saham yang dikeluarkan dari indeks tetap bisa dimiliki langsung atau melalui reksa dana; karena itu risiko konsentrasi masih dapat sampai kepada masyarakat. BEI juga memperluas komite yang menentukan daftar saham berkonsentrasi tinggi, dengan melibatkan akademisi dan perwakilan investor asing agar keputusan tidak didominasi pejabat regulator. Sementara itu, OJK menyatakan reformasi akan berlanjut pada transparansi, likuiditas, dan penegakan hukum. Inilah inti BEI OJK pembenahan: aturan indeks perlu berjalan bersama pengawasan dan keterbukaan yang dapat diuji.
Pengawasan aktif, bukan sekadar pembatasan
Perombakan komite akan berarti jika diikuti tindakan yang konsisten terhadap dugaan manipulasi pasar modal. Otoritas bursa bersiap menyelidiki lebih jauh dan membekukan akun investor yang terindikasi melakukan transaksi semu, dengan penerapan pembekuan akun mencurigakan mulai November. Ini pergeseran yang diperlukan: pasar tidak akan percaya pada pengumuman reformasi jika pelanggaran yang memengaruhi pembentukan harga dibiarkan tanpa tindak lanjut. Untuk meredam gejolak, BEI juga memangkas batas penurunan harga saham harian dari 15 persen menjadi 7 persen; saham berharga Rp14 atau kurang memiliki batas penurunan Rp1. Regulator memperpanjang izin buyback saham tanpa persetujuan RUPS hingga Juni 2027. Namun, langkah penahan volatilitas tidak boleh disamakan dengan pemulihan integritas. Pembatasan dapat mengurangi tekanan sesaat, sedangkan transparansi pasar saham dan penindakan yang kredibel menentukan apakah investor bersedia bertahan.






