Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Tahun Juara: Digitalisasi Keuangan Daerah Tangsel Menguji Standar Tata Kelola

Dua Tahun Juara: Digitalisasi Keuangan Daerah Tangsel Menguji Standar Tata Kelola
Minat|Asia Tenggara

Digitalisasi keuangan daerah: dari kanal bayar menjadi infrastruktur tata kelola

Digitalisasi keuangan daerah adalah proses mengubah seluruh rantai pengelolaan transaksi pemerintah—dari pembayaran pajak dan retribusi hingga pencatatan, pengawasan, dan pelaporan—ke dalam sistem elektronik terintegrasi yang memungkinkan tata kelola pemerintah digital yang lebih transparan, akuntabel, terdokumentasi, dan efisien, alih-alih sekadar memindahkan pembayaran dari tunai ke nontunai.

Di sinilah kemenangan beruntun Tangerang Selatan pada ajang Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) wilayah Jawa-Bali selama dua tahun berturut-turut menjadi penting. Ini bukan sekadar piala, melainkan indikator bahwa transformasi administrasi publik sedang berlangsung dan mulai terukur. Penghargaan yang diterima Wali Kota Benyamin Davnie dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia, Indonesia Fintech Summit and Expo, serta Rakornas P2DD menunjukkan bahwa digitalisasi fiskal sudah ditempatkan sebagai agenda strategis, bukan proyek sambilan. Pertanyaannya: apakah daerah lain siap menjadikan digitalisasi keuangan daerah sebagai infrastruktur tata kelola, bukan hanya etalase inovasi?

Mengapa Tangsel bisa dua kali juara: konsistensi kebijakan, bukan sekadar aplikasi

Kemenangan Tangerang Selatan pada 2026 mengulang capaian posisi Juara 1 TP2DD Jawa-Bali yang diraih pada 2025, menandakan kesinambungan kebijakan, bukan keberuntungan satu tahun. Penilaian TP2DD sendiri tidak ringan: aspek proses berbobot 20 persen, output 50 persen, dan impact 30 persen. Artinya, daerah tidak cukup menunjukkan ada aplikasi; yang diuji adalah bagaimana sistem itu bekerja dan berdampak.

Pemerintah kota memperkuat digitalisasi transaksi lewat serangkaian instrumen Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD): pembayaran pajak dan retribusi melalui kanal digital, Virtual Account, QRIS, layanan perpajakan daring, hingga pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI). Bahkan inovasi berkembang ke QRIS Tap sebagai bentuk penyempurnaan kanal pembayaran. Langkah ini dibangun melalui kolaborasi lintas pihak—pemerintah daerah, otoritas moneter, perbankan daerah dan nasional, serta perangkat daerah terkait—yang menunjukkan bahwa tata kelola pemerintah digital tidak bisa bertumpu pada satu dinas saja.

Dampak ke warga: kemudahan di depan layar, akuntabilitas di balik layar

Jika di permukaan digitalisasi keuangan daerah terlihat sebagai pilihan bayar pajak lewat ponsel, dampak sesungguhnya jauh lebih dalam. Bagi masyarakat, manfaat langsungnya adalah kemudahan, kecepatan, dan aksesibilitas: pembayaran tidak lagi bergantung pada loket fisik, jam layanan, atau jarak; perluasan kanal pembayaran memberi lebih banyak pilihan untuk memenuhi kewajiban pajak dan retribusi, sementara hambatan administratif dan geografis ditekan oleh layanan digital.

Bagi pemerintah daerah, setiap transaksi nontunai meninggalkan jejak elektronik yang dapat ditelusuri. Di sinilah efisiensi pengelolaan fiskal mulai terasa: data transaksi menjadi bahan monitoring, rekonsiliasi, dan pengendalian penerimaan secara lebih sistematis. Salah satu pernyataan kunci dari kebijakan ini adalah bahwa sistem transaksi nontunai membantu proses administrasi, pemantauan, dan pengawasan penerimaan daerah agar berjalan lebih efektif dan transparan. Dengan kata lain, warga menikmati layanan yang lebih praktis, sementara pemerintah dipaksa lebih tertib dan akuntabel.

Digitalisasi fiskal sebagai fondasi transformasi administrasi publik

Digitalisasi transaksi pemerintah daerah hari ini tidak lagi bisa dipahami sebagai program konversi tunai ke nontunai. Ia adalah pintu masuk menuju transformasi administrasi publik: membangun sistem yang terukur, transparan, terdokumentasi, dan terintegrasi. Dalam perspektif tata kelola pemerintah digital, keberhasilan tidak cukup diukur dari banyaknya kanal pembayaran digital, tetapi sejauh mana teknologi memperbaiki proses bisnis, memperkuat akuntabilitas, memperluas akses warga, dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah.

Di Tangerang Selatan, ETPD mulai berfungsi sebagai infrastruktur informasi fiskal: data transaksi menjadi basis analisis penerimaan, bukan hanya arsip digital. Meski demikian, peningkatan Pendapatan Asli Daerah tetap bergantung pada kualitas basis data wajib pajak, akurasi penetapan, kepatuhan, dan integrasi data objek pajak dengan transaksi. Digitalisasi kanal pembayaran adalah instrumen, bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah efisiensi pengelolaan fiskal dan pelayanan publik yang lebih baik. Jika hal ini diabaikan, daerah berisiko memiliki “pulau-pulau digital” yang canggih tapi saling terputus dan minim dampak.

Agenda ke depan: dari mengejar penghargaan ke mengunci dampak

Ke depan, strategi TP2DD Tangerang Selatan dikatakan tidak sekadar memperbanyak kanal pembayaran digital, tetapi menjadikan digitalisasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, sehingga transaksi masyarakat berlangsung lebih mudah, cepat, transparan, dan inklusif. Penekanan ini penting: tantangan berikutnya bukan lagi mempertahankan penghargaan, melainkan memastikan predikat tersebut punya dampak nyata bagi warga.

Itu berarti pekerjaan rumahnya jelas. Di sisi pemerintah: menyempurnakan regulasi, meningkatkan kapasitas SDM, menguatkan integrasi data, dan menjaga konsistensi kelembagaan. Di sisi masyarakat: mengubah perilaku dan kebiasaan transaksi, melalui literasi dan edukasi berkelanjutan agar penggunaan nontunai meluas ke luar lingkungan pemerintahan. Kesimpulannya, dua kali juara TP2DD adalah titik awal. Digitalisasi keuangan daerah baru layak disebut berhasil ketika ia mengubah standar akuntabilitas dan efisiensi dalam setiap keputusan fiskal, bukan hanya di panggung penghargaan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!