Penghargaan yang menilai dampak nyata
Mandaya Awards adalah penghargaan bagi berbagai pihak yang dinilai memberi kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, badan usaha, dan sekolah. Dalam ajang Mandaya Awards 2026 di Jakarta pada 27 Oktober, empat Sekolah Rakyat menerima predikat Penyelenggara Sekolah Rakyat Terbaik dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Pengakuan ini penting bukan semata karena gelarnya, melainkan karena menempatkan mutu penyelenggaraan pendidikan sebagai bagian dari upaya mengurangi kemiskinan. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menekankan bahwa penurunan kemiskinan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan kerja yang dampaknya bisa dibuktikan. Pesan itu memberi ukuran yang masuk akal bagi penghargaan: bukan besarnya lembaga atau anggaran, tetapi manfaat yang dirasakan masyarakat.
Empat sekolah penerima penghargaan
Empat penerima Mandaya Awards pada kategori ini adalah Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, SRT 1 Kabupaten Takalar, SRT 1 Kabupaten Bogor, serta Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 14 Bandung Barat. Ketiga SRT tersebut berada pada jenjang SMA. Penghargaan diberikan kepada perwakilan masing-masing sekolah: wali asrama SRT 1 Kabupaten Kediri Moh Nursalim, Kepala SRT 1 Kabupaten Takalar M Jufrianto, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SRT 1 Kabupaten Bogor Haris, dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SRMA 14 Bandung Barat Dimas Mulyana. Daftar ini membuat pengakuan terasa lebih konkret: yang dihargai bukan konsep abstrak, melainkan kerja tim sekolah dalam mendampingi siswa dan menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan keluarga.
- SRT 1 Kabupaten Kediri
- SRT 1 Kabupaten Takalar
- SRT 1 Kabupaten Bogor
- SRMA 14 Bandung Barat
Pendidikan yang melibatkan keluarga
Nilai kuat Sekolah Rakyat tampak ketika dukungan tidak berhenti pada pembelajaran siswa. Di Takalar, orang tua murid mendapat pelatihan membuat kerupuk dan makanan ringan bersama Sentra Pangurangi; sejumlah peserta kemudian menjual produknya di toko kecil atau membuka warung di rumah. Di Bogor, program Lelepreuner mengajarkan budidaya lele dari penyiapan bahan hingga pemasaran, sementara kegiatan seni memperkenalkan siswa pada angklung. SRMA 14 Bandung Barat menyediakan 15 kegiatan ekstrakurikuler untuk memberi ruang bagi minat dan bakat siswa. Contoh-contoh ini menunjukkan mengapa predikat Sekolah Rakyat terbaik layak dibaca sebagai pengakuan atas pendekatan yang lebih luas: anak memperoleh akses pendidikan dan bekal masa depan, sedangkan orang tua didorong meningkatkan keterampilan dan produktivitas. Hasilnya bukan janji instan, tetapi proses membangun kemandirian keluarga.
Pengakuan harus diikuti keberlanjutan
Mandaya Awards 2026 merupakan penyelenggaraan kedua, diikuti lebih dari 2.146 peserta, dan melibatkan 1.245 mahasiswa dalam 415 tim. Skala itu memperlihatkan luasnya perhatian terhadap pemberdayaan, tetapi ukuran keberhasilan tetap harus ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Data BPS 2026 yang disampaikan Muhaimin mencatat tingkat kemiskinan turun dari 8,57 persen menjadi 8,07 persen, sementara kemiskinan ekstrem berkurang dari 2,8 juta menjadi 1,7 juta jiwa. Angka tersebut memberi konteks, bukan bukti bahwa satu program saja menghasilkan perubahan itu. Karena itu, tindak lanjut lebih penting daripada seremoni: orang tua peserta Sekolah Rakyat dibekali melalui Program LAKSMI, sementara siswa diharapkan lulus dengan kemampuan akademik dan vokasi agar dapat berdaya dan membantu memutus mata rantai kemiskinan keluarga.
Kesimpulannya, penghargaan ini memberi empat sekolah pengakuan yang patut diperhatikan, sekaligus menetapkan harapan yang jelas. Nilai sebenarnya akan tampak jika pendampingan keluarga, keterampilan kerja, dan pendidikan siswa terus berjalan setelah panggung penghargaan usai.






