Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Layanan KIA PAUD Mendekatkan Identitas Anak ke Sekolah

Layanan KIA PAUD Mendekatkan Identitas Anak ke Sekolah
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Identitas anak lebih mudah dijangkau

Layanan KIA PAUD adalah upaya dinas kependudukan mendatangi satuan pendidikan untuk membantu penerbitan identitas resmi anak, termasuk melalui edukasi, perekaman, dan penyerahan kartu. Pendekatan ini tepat sasaran: sekolah menjadi tempat yang familier bagi keluarga, sementara pengurusan KIA anak tak lagi selalu menuntut orang tua datang ke kantor layanan. Kartu Identitas Anak (KIA) merupakan identitas resmi bagi anak yang belum berusia 17 tahun dan belum menikah. Dokumen ini melengkapi akta kelahiran dan Kartu Keluarga, serta dapat membantu anak saat membutuhkan identitas untuk mengakses layanan publik sesuai ketentuan. Karena itu, layanan di sekolah bukan sekadar jalan pintas administratif. Jika dirancang konsisten, ia mengubah hak atas identitas menjadi layanan yang lebih dekat dan lebih mudah digunakan.

Balangan mengejar cakupan lewat PAUD

Di Balangan, Disdukcapil mendatangi PAUD melalui inovasi KIA Sambang PAUD untuk mempercepat kepemilikan kartu bagi anak usia dini. Pada 27 Oktober 2026, kerja sama itu diperkuat lewat penandatanganan nota kesepahaman antara Disdukcapil, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pokja Bunda PAUD di PAUD Rumah Pintar Paringin. Dalam kegiatan tersebut, kartu juga diserahkan kepada peserta didik dan layanan Identitas Kependudukan Digital dibuka. Dari 11.188 anak usia PAUD, hampir 90 persen telah memiliki KIA; sekitar 10 persen sisanya masih menjadi sasaran. Disdikbud berencana mendata ulang peserta didik yang belum memiliki kartu. Strategi ini masuk akal karena memadukan jangkauan petugas dengan akses sekolah terhadap keluarga. Namun, target tuntas pada akhir 2026 akan bergantung pada ketepatan pendataan dan tindak lanjut, bukan acara penyerahan semata.

Layanan KIA PAUD Mendekatkan Identitas Anak ke Sekolah

Mataram menggabungkan edukasi dan perekaman

Di TK Tunas Daud, Mataram, petugas Dukcapil menyerahkan kartu fisik sekaligus melakukan perekaman foto untuk penerbitan KIA. Kegiatan ini juga mengenalkan fungsi kartu kepada anak-anak dan orang tua, sehingga perekaman KIA sekolah menjadi kesempatan untuk mengurus dokumen sekaligus memahami kegunaannya. Hingga September 2026, sebanyak 100.259 dari 128.881 anak sasaran di Mataram telah memiliki KIA, atau 77,79 persen; 28.622 anak belum tercatat memilikinya. Angka itu menunjukkan bahwa layanan sekolah punya ruang kerja yang besar. Petugas dapat membantu proses penerbitan langsung di lokasi, sedangkan orang tua tak harus selalu mengunjungi kantor pelayanan. Dukcapil Mataram menyatakan akan terus mendorong layanan yang dekat dengan warga, termasuk melalui sekolah. Ukuran keberhasilannya seharusnya bukan jumlah kegiatan, melainkan bertambahnya anak yang benar-benar menerima identitas.

Layanan KIA PAUD Mendekatkan Identitas Anak ke Sekolah

Perekaman langsung dan penyerahan kolektif

Perbedaan pendekatan terlihat jelas: Mataram melakukan perekaman foto dan menyerahkan kartu fisik di sekolah, sedangkan agenda Balangan memadukan layanan jemput bola dengan penyerahan KIA kepada peserta didik. Perekaman langsung membantu menyelesaikan tahap yang diperlukan untuk penerbitan, sementara penyerahan kolektif membuat distribusi kartu kepada murid lebih praktis. Keduanya sama-sama mengurangi jarak antara layanan administrasi dan keluarga, tetapi tidak boleh dianggap setara dalam hasil: menyerahkan kartu hanya menuntaskan kebutuhan anak yang kartunya sudah terbit, sedangkan perekaman dapat membantu proses penerbitan bagi yang belum memilikinya. Pilihan paling kuat adalah menggabungkan pendataan, perekaman, edukasi, dan penyerahan dalam satu rangkaian, lalu menindaklanjuti murid yang belum terjangkau. Dengan cara itu, sekolah menjadi pintu layanan yang berkelanjutan, bukan sekadar lokasi kegiatan sesaat.

Kesimpulan: dekatkan layanan, tuntaskan cakupan

Contoh Balangan dan Mataram memperlihatkan alasan layanan KIA berbasis PAUD layak diperluas: ia mengurangi beban perjalanan keluarga dan membawa administrasi anak ke tempat yang sudah mereka datangi. Kunci berikutnya ialah kolaborasi dinas dengan sekolah dan orang tua, disertai penyisiran rutin atas anak yang belum memiliki kartu. Balangan menargetkan seluruh anak usia PAUD memiliki KIA pada akhir 2026, sementara Mataram menyatakan akan melanjutkan layanan dekat masyarakat melalui sekolah. Jemput bola bukan pengganti sistem administrasi yang rapi; ia cara untuk membuat sistem itu lebih mudah dijangkau. Jika perekaman dan penyerahan kolektif disambungkan dengan tindak lanjut yang jelas, lebih banyak anak dapat memperoleh identitas resmi tanpa hambatan yang tidak perlu.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!