Asap menghambat penerbangan demi keselamatan
Kabut asap karhutla adalah polusi udara dari kebakaran hutan dan lahan yang menurunkan jarak pandang di sekitar bandara, sehingga lepas landas dan pendaratan dapat ditunda atau dibatalkan demi keselamatan. Gangguan yang berawal di Kalimantan dan Sumatera ini telah meluas hingga wilayah Nusa Tenggara Timur dan Papua, membuat penerbangan terganggu asap menjadi masalah konektivitas lintas wilayah. Dalam periode 11 Agustus hingga 21 Oktober 2026, sebanyak 2.775 penerbangan domestik terdampak: 1.170 terlambat, 1.544 dibatalkan atau ditunda, 25 dialihkan, enam kembali ke bandara asal, dan 30 dimajukan. Angka tersebut bukan sekadar statistik operasional: bagi penumpang, perubahan bisa berarti perjalanan yang tertunda atau rencana yang harus disusun ulang. Namun, memaksa pesawat beroperasi saat jarak pandang di bawah batas aman bukanlah jalan keluar. Keselamatan harus tetap menjadi batas yang tidak bisa ditawar.

Gangguan mencapai rute internasional
Dampaknya tidak berhenti pada penerbangan domestik. Pada 22–25 Oktober 2026, sejumlah maskapai membatalkan 40 penerbangan dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, serta Singkawang. Kementerian Perhubungan juga mencatat 14 pembatalan penerbangan internasional akibat jarak pandang yang turun. Di antaranya, 12 penerbangan pulang-pergi Singapura–Pontianak dibatalkan pada September karena asap di Bandara Supadio, sedangkan dua penerbangan pulang-pergi Singapura–Palembang dibatalkan pada 15 Oktober. Penerbangan rute internasional yang terdampak menunjukkan bahwa asap bukan hanya mengacaukan perjalanan di sekitar titik kebakaran; gangguan di satu bandara dapat merembet ke perjalanan lintas batas. Keputusan membatalkan atau mengubah jadwal dapat mengecewakan, tetapi keputusan tersebut masuk akal ketika jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional. Keselamatan tidak semestinya dikorbankan demi mengejar jadwal.

Langkah praktis bagi penumpang
Dalam keadaan seperti ini, informasi resmi lebih berguna daripada kabar yang beredar tanpa verifikasi. Cek status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai dan bandara, sebab jadwal dapat berubah mengikuti cuaca dan jarak pandang. Jika penerbangan dibatalkan atau berubah, hubungi maskapai untuk mengetahui pilihan penjadwalan ulang atau pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan berangkat ke bandara dengan mengandalkan jadwal lama saja; pastikan kembali status perjalanan sebelum menuju lokasi dan simpan pemberitahuan yang diterima dari maskapai. Bila terdampak, tanyakan dengan jelas pilihan perjalanan yang tersedia dan cara mengajukan pengaduan. Langkah sederhana ini tidak menghapus kerepotan, tetapi membantu penumpang menghindari keputusan berdasarkan informasi kedaluwarsa saat kondisi berubah cepat.
Perlindungan penumpang tak boleh berhenti pada keselamatan
IKABH/LBH DPP IKADIN mendesak pemerintah memperkuat perlindungan konsumen, membuka informasi gangguan dan penyelesaian hak penumpang, mengoordinasikan pemulihan, menjaga konektivitas daerah, serta menghitung kerugian dan menegakkan tanggung jawab atas pencemaran. Desakan itu tepat: keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas, tetapi penumpang yang tertahan juga membutuhkan informasi yang terbuka, pilihan penyelesaian perjalanan, bantuan, dan akses pengaduan yang jelas. Organisasi tersebut meminta pemerintah mengumumkan langkah lintas instansi berikut penanggung jawab dan target pelaksanaannya, lalu melakukan evaluasi pascakrisis dengan melibatkan penumpang dan masyarakat terdampak. Pemerintah sebaiknya menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas setiap bantuan dan memastikan informasi mudah ditemukan, terutama bagi penumpang rentan. Kesimpulannya, menghentikan penerbangan saat jarak pandang berbahaya adalah keharusan; memastikan penumpang tidak dibiarkan menghadapi dampaknya sendirian juga harus menjadi bagian dari respons.






