Tokonya Robot: Ketika Masa Depan Berbentuk Humanoid dan Hewan AI
AiMOGA Experience Store adalah diler dan pusat eksplorasi teknologi yang menghadirkan robot humanoid AiMOGA dan robot peliharaan AI agar publik dapat menyentuh, menguji, dan memahami langsung seperti apa hidup berdampingan dengan asisten cerdas berbasis Embodied Intelligence di keseharian mereka. Langkah berani membuka experience store robot di Agora Mall Jakarta Pusat bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi pernyataan bahwa era robot bukan lagi jargon futuristik, melainkan layanan nyata yang bisa dikonsultasikan, disewa, dan dioperasikan dengan bantuan tim profesional. Di tengah kebiasaan mengenal teknologi lewat pameran singkat, kehadiran ruang permanen ini terasa seperti upgrade besar: masyarakat tidak hanya menonton demo, mereka bisa kembali lagi, bereksperimen, mengulang pertanyaan, dan menguji apakah robot benar‑benar relevan dengan hidup dan bisnis mereka.

Embodied Intelligence: Robot Bukan Pengganti, Melainkan Rekan Kerja
Filosofi paling menarik dari AiMOGA adalah keberanian menyatakan bahwa robot tidak diciptakan untuk menggantikan manusia, melainkan menjadi asisten cerdas yang memahami lingkungan dan bisa berinteraksi secara alami. Di experience store ini, konsep Embodied Intelligence diterjemahkan menjadi sesuatu yang kasat mata: robot yang bisa membaca situasi ruang, menanggapi suara, dan bergerak mandiri di antara pengunjung. Bagi masyarakat umum, komunitas teknologi, hingga pelaku industri, fasilitas ini berfungsi ganda sebagai laboratorium dan ruang belajar; mereka dapat melihat skenario nyata mulai dari pelayanan tamu hingga pemantauan area. Dalam konferensi pers, Director AiMOGA Indonesia, Yuri Yin, menegaskan bahwa pembukaan AiMOGA Experience Store adalah “tonggak penting” yang memungkinkan publik mengeksplorasi langsung penerapan Embodied Intelligence dalam beragam aktivitas manusia.

Mornine: Robot Humanoid AiMOGA sebagai Asisten Pribadi di Garis Depan
Di jantung experience store robot ini, Mornine tampil sebagai robot humanoid AiMOGA yang paling mudah memancing rasa ingin tahu. Bentuk tubuh menyerupai manusia, ditambah integrasi AI multimodal, kamera, sensor, dan LiDAR, membuatnya mampu bernavigasi mandiri sekaligus menangkap berbagai sinyal dari suara hingga gerak tubuh. Dalam skenario nyata, Mornine dirancang sebagai robot asisten pribadi: menyambut tamu, memberi informasi, dan menjelaskan detail produk tanpa lelah mengulang jawaban yang sama. Sorotan penting lain adalah sisi keamanannya. Mornine disebut telah mengantongi sertifikasi CE-MD, EN 18031, CE-RED, dan FCC yang menyentuh aspek keselamatan, keamanan siber, perlindungan data, dan komunikasi perangkat. Dengan kata lain, ia bukan sekadar gimmick futuristik di lobi, tetapi kandidat serius untuk menjadi “frontliner digital” di bisnis yang menuntut layanan konsisten dan terukur.
Argos: Robot Peliharaan AI yang Diwajibkan Punya Fungsi Nyata
Jika Mornine mewakili sisi formal, Argos membawa nuansa emosional ke lantai toko: robot berkaki empat yang diposisikan sebagai robot peliharaan AI sekaligus pendamping fungsional. Responsif terhadap sentuhan dan perintah suara, Argos tidak hanya lucu dilihat, tetapi punya peran konkret mulai dari mengikuti pengguna, membawa barang, hingga bertugas dalam pemantauan di lingkungan dengan mobilitas tinggi. Di sini, gagasan “peliharaan digital” mendapat makna baru. Argos dirancang bukan sebagai mainan mahal, melainkan kombinasi teman digital dan alat kerja yang bisa diatur sesuai kebutuhan pengguna, baik individu maupun organisasi. Kesan yang muncul ketika menyaksikan Argos bergerak di experience store robot ini: hubungan manusia–robot pelan‑pelan bergeser dari rasa canggung menjadi rasa ingin mengajak, menguji, bahkan mengandalkan.
Ekosistem Layanan dan Ambisi Besar Bersama Chery Grup
Di balik dua robot utama, yang lebih menentukan adalah ekosistem layanan yang menyelimutinya. AiMOGA Experience Store tidak berhenti pada demonstrasi; pengunjung dapat berkonsultasi, memilih pembelian atau sistem penyewaan, hingga mendapatkan operator terlatih, dukungan teknis, pembaruan perangkat lunak, dan paket pemeliharaan agar performa robot tetap optimal di lapangan. Pendekatan ini memberi sinyal bahwa AiMOGA ingin robot dilihat sebagai investasi operasional jangka panjang, bukan gadget musiman. Secara global, AiMOGA disebut telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara untuk sektor medis, otomotif, hingga keamanan. Ambisi tersebut diperkuat oleh kemitraan strategis dengan ekosistem teknologi global Chery, yang menaungi merek robotik ini dan mendukung visi pengembangan solusi robotika cerdas dan tepercaya. Jika tren ini berlanjut, Mornine dan Argos bisa menjadi prototipe cara baru kita bekerja, belajar, dan bersosialisasi bersama mesin.






