Robot Humanoid Jadi Produk Ritel, Bukan Lagi Fantasi
Robot humanoid adalah jenis robot dengan bentuk menyerupai manusia, dilengkapi kemampuan sensorik, AI, dan mobilitas sehingga dapat berinteraksi, merespons suara atau sentuhan, dan menjalankan tugas informasi maupun pendampingan dalam lingkungan sehari-hari secara mandiri dan konsisten. Pembukaan AiMOGA Experience Store di Agora Mall bukan sekadar acara seremonial; ini adalah titik balik ketika robot humanoid Indonesia dan robot quadruped pembelian berubah dari tontonan futuristik menjadi barang ritel yang bisa diakses publik. Untuk pertama kalinya, konsumen bisa masuk ke sebuah gerai, berbicara dengan robot berbentuk manusia, mengelus robot anjing, lalu menanyakan harga dan skema pembelian atau penyewaan seperti produk elektronik lain. Ini menggeser imajinasi: robotika tidak lagi eksklusif untuk laboratorium atau pameran, tetapi bagian dari pengalaman belanja sehari-hari.
AiMOGA Experience Store: Dari Pameran ke Toko Nyata
AiMOGA Robotics resmi membuka AiMOGA Experience Store pertama di Agora Mall, Jakarta Pusat, dan diresmikan pada Rabu 9/9/2026. Berbeda dari ajang pameran yang sifatnya sesaat, gerai ini dirancang sebagai fasilitas eksplorasi produk sekaligus pusat layanan robotik permanen. Konsumen, komunitas, dan pelaku industri bisa datang kapan saja untuk mencoba teknologi robotika ritel berbasis embodied intelligence: melihat bagaimana robot memahami lingkungan, menanggapi percakapan, dan bergerak di ruang nyata. "AiMOGA Experience Store dirancang sebagai fasilitas eksplorasi produk serta pusat layanan robotik," ujar Yuri Yin, Director of AiMOGA Indonesia. Format gerai ini penting karena mengubah hubungan publik dengan robot: bukan lagi sekadar demo di atas panggung, tetapi interaksi santai, berulang, dan tanpa tekanan, layaknya menguji perangkat rumah tangga baru.
Mornine dan Argos: Dua Wajah Robot Konsumen
Dua produk utama mengisi AiMOGA Experience Store: Mornine sebagai robot humanoid dan Argos sebagai robot quadruped berbentuk anjing. Mornine dirancang untuk interaksi manusia secara interaktif, memanfaatkan integrasi AI multimodal, kamera, sensor, dan LiDAR untuk navigasi mandiri dan tugas seperti menyambut tamu, memberi informasi, serta menjelaskan produk secara konsisten. Di sisi lain, Argos lebih personal: robot anjing ini mendukung perintah suara, merespons sentuhan, mengikuti pengguna otomatis, membantu membawa barang, dan melakukan pemantauan. Robot Anjing Argos dibanderol sekitar Rp50 jutaan, sedangkan robot humanoid Mornine dan varian M1 berada di kisaran Rp716 juta hingga Rp800 jutaan. Pernyataan harga ini menegaskan bahwa teknologi yang dulu hanya dipamerkan kini resmi diposisikan sebagai barang konsumsi premium, lengkap dengan opsi pembelian putus, penyewaan, atau leasing beserta dukungan teknis.
Pengalaman Langsung: Dampak ke Pengguna dan Pasar
Dampak terbesar dari kehadiran AiMOGA Experience Store adalah akses langsung bagi warga untuk menyentuh, menguji, dan menilai sendiri manfaat robot humanoid dan quadruped dalam hidupnya. Alih-alih memandang teknologi robotika ritel sebagai sesuatu yang abstrak, pengunjung dapat melihat bagaimana Mornine menyapa dan menjawab pertanyaan, atau bagaimana Argos mengikuti mereka dan membantu membawa barang di lantai gerai. AiMOGA menyatakan telah mengirimkan lebih dari 2000 unit ke lebih dari 60 negara dengan implementasi di lebih dari 100 skenario nyata, dari otomotif hingga layanan medis. Fakta ini memberi kepercayaan bahwa produk yang hadir di rak toko bukan prototipe mentah, melainkan sistem yang sudah digunakan secara luas. Bagi pelaku bisnis, kesempatan konsultasi di gerai membuka jalan untuk menguji kasus penggunaan sebelum berinvestasi, sementara bagi konsumen, pengalaman langsung membentuk ekspektasi realistis terhadap kemampuan robot pendamping.
Menuju Ekosistem Robotika Konsumen di Asia Tenggara
Kehadiran AiMOGA Experience Store patut dibaca sebagai langkah awal menuju ekosistem robotika konsumen di kawasan, bukan peristiwa lokal yang terisolasi. Saat teknologi embodied intelligence dibawa ke ruang ritel, standar baru tercipta: robot harus aman, punya perlindungan data, dan cukup andal untuk beroperasi di lingkungan publik, seperti dibuktikan oleh sertifikasi CE-MD, EN 18031, CE-RED, dan FCC yang dimiliki Mornine. Komitmen AiMOGA untuk membangun sinergi jangka panjang dengan mitra bisnis, pelaku industri, dan masyarakat menunjukkan bahwa tujuan mereka bukan sekadar menjual beberapa unit, tetapi membentuk pasar yang berkelanjutan. Pada akhirnya, pertanyaan yang harus diajukan pengguna bukan lagi “apakah robot akan hadir di rumah dan bisnis saya?”, melainkan “kapan dan untuk kebutuhan apa saya siap mengadopsi robot humanoid atau quadruped sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari?”.






