Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Stadion, Dua Jalur Persiapan Renovasi

Dua Stadion, Dua Jalur Persiapan Renovasi
Minat|Panduan Renovasi

Persiapan matang menentukan hasil renovasi

Renovasi stadion adalah proses memperbaiki dan menata fasilitas olahraga berdasarkan pemeriksaan kondisi bangunan, rancangan teknis, serta kebutuhan pengguna agar stadion aman dan kembali berfungsi. Stadion Ketonggo di Ngawi dan Mandala Krida di Yogyakarta sama-sama memasuki tahap persiapan, tetapi titik berangkatnya berbeda: Ketonggo meninjau rancangan yang sudah ada, sedangkan Mandala Krida lebih dulu menguji kondisi fisik secara menyeluruh. Perbedaan ini penting karena renovasi yang baik bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan keputusan tentang apa yang perlu diperbaiki, bagaimana menyesuaikannya dengan kondisi lapangan, dan bagaimana merencanakannya secara bertanggung jawab. Kedua jalur itu menunjukkan bahwa perencanaan stadion harus mendahului pengerjaan fisik, bukan menyusul setelahnya.

Ketonggo: desain disesuaikan dengan keterbatasan lahan

Pemerintah Kabupaten Ngawi mengalokasikan sekitar Rp 100 juta melalui Perubahan APBD 2026 untuk review DED stadion, sebagai dasar pengerjaan fisik yang direncanakan menelan Rp 22 miliar pada 2027. Pemeriksaan rancangan ini difokuskan pada penataan ruang dan pemenuhan fasilitas vital, sekaligus memastikan desain memenuhi peraturan serta standar kelayakan stadion. Tantangan utamanya adalah lokasi Ketonggo berada di kawasan padat, sehingga perluasan lahan tidak leluasa dilakukan. Kondisi tersebut membuat peninjauan desain lebih dari sekadar formalitas: rancangan harus mengoptimalkan ruang dan fasilitas tanpa memaksakan kapasitas yang tidak sesuai dengan lahan. Pemerintah daerah menargetkan kondisi seideal mungkin, tetapi batas ruang nyata harus menjadi pertimbangan utama. Pendekatan ini lebih masuk akal daripada menjanjikan skala pengembangan yang tidak didukung kondisi tapak.

Mandala Krida: audit teknis sebelum menyusun DED

Di Mandala Krida, Pemda DIY melibatkan tim ahli dari Universitas Gadjah Mada untuk memeriksa struktur, arsitektur, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan perpipaan. Kajian teknis stadion itu ditujukan untuk mengetahui keamanan bangunan yang sempat mangkrak, menilai fungsi ruang dan fasilitas pendukung, serta memastikan sistem gedung bekerja sesuai standar. Hasilnya akan membantu pemerintah menentukan tingkat kerusakan dan prioritas perbaikan, bukan menyusun daftar pekerjaan berdasarkan dugaan. Kajian ditargetkan selesai pada akhir 2026, lalu Pemda DIY akan mengusulkan anggaran penyusunan DED dalam RAPBD 2027. DED tersebut nantinya merinci pekerjaan, spesifikasi teknis, dan estimasi kebutuhan pembiayaan renovasi. Urutan audit lalu desain memberi dasar yang lebih terukur, terutama untuk aset yang kondisi fisiknya perlu dipastikan sebelum pekerjaan ditetapkan.

Dua Stadion, Dua Jalur Persiapan Renovasi

Kepastian hukum membuka jalan, manfaat publik menjadi ukuran

Perencanaan Mandala Krida kembali bergerak setelah status perkara korupsi pembangunannya berkekuatan hukum tetap dan tidak ada pengembangan penyidikan lebih lanjut. Kepastian hukum itu memberi Pemda DIY landasan untuk melanjutkan penanganan aset, dengan tujuan mengembalikan fungsi stadion bagi masyarakat. KPK juga mendorong pemanfaatan aset daerah secara tertib, transparan, dan produktif. Namun, momentum ini hanya akan berarti bila tahapan teknis dan anggaran benar-benar menghasilkan stadion yang aman serta layak digunakan. Perbandingannya dengan Ketonggo memperlihatkan dua kebutuhan berbeda: satu perlu menyesuaikan desain dengan keterbatasan lahan, satu lagi perlu memastikan kondisi bangunan sebelum menyusun desain rinci. Kesimpulannya, keberhasilan renovasi stadion tidak diukur dari rencana belanja semata, melainkan dari ketepatan persiapan dan manfaat fasilitas bagi warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!