Kepedulian lingkungan dimulai dari keseharian sekolah
Roadshow Adiwiyata adalah kegiatan edukasi yang mendorong warga sekolah merawat lingkungan belajar sekaligus membangun kepedulian bersama melalui keterlibatan nyata. Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan ini di SMP Negeri 1 Tangerang Selatan, yang dikunjungi Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan pada Senin, 26 Oktober 2026. Arah tersebut patut didukung: siswa peduli lingkungan tidak terbentuk hanya melalui imbauan, tetapi lewat kesempatan untuk ikut menjaga ruang yang mereka gunakan setiap hari. Lingkungan sekolah yang nyaman dan berwawasan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Dengan demikian, program Adiwiyata akan lebih bermakna bila kepedulian yang dibicarakan dalam kegiatan seperti ini berlanjut menjadi kebiasaan dan tindakan sehari-hari.
Siswa perlu menjadi pelaku, bukan penonton
Pesan utama roadshow ini bukan sekadar agar siswa menyukai lingkungan yang bersih, melainkan supaya mereka terlibat dalam membentuknya. Pilar menekankan bahwa kerja sama seluruh siswa penting untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang positif dan inklusif. Itu menuntut ruang partisipasi yang terbuka: OSIS, misalnya, didorong menjadi organisasi yang merangkul semua siswa serta menampung aspirasi mereka. Gagasan ini relevan bagi upaya lingkungan karena tanggung jawab bersama sulit tumbuh jika kegiatan hanya ditentukan segelintir orang. Ketika siswa bisa menyampaikan usul dan ikut menjalankan kegiatan, kepedulian lebih mungkin menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan aktivitas sesaat saat ada kunjungan. Keterlibatan aktif juga mengajarkan bahwa merawat lingkungan sekolah adalah kerja kolektif yang membutuhkan kontribusi beragam.
Pendidikan membentuk kepedulian yang bertahan
Sekolah memiliki peran lebih luas daripada menyampaikan pelajaran: ia juga membangun karakter dan kepedulian bersama, seperti ditegaskan Pilar dalam kunjungannya. Karena itu, edukasi lingkungan paling kuat ketika nilai yang diajarkan mendapat tempat dalam kegiatan dan hubungan sehari-hari di sekolah. Guru berperan penting dalam mendidik serta membentuk karakter generasi muda, dan Pilar mengapresiasi kontribusi mereka. Dukungan guru dapat membantu siswa memahami bahwa merawat lingkungan bukan tugas tambahan yang terpisah dari pendidikan, melainkan bagian dari sikap bertanggung jawab. Roadshow Adiwiyata memberi dorongan awal, tetapi keberhasilannya bergantung pada kesinambungan: siswa perlu terus diberi ruang untuk berpartisipasi, sementara guru dan sekolah menjaga agar kepedulian tidak berhenti setelah acara selesai.
Kenyamanan fasilitas melengkapi budaya peduli
Dalam kunjungan tersebut, Pilar juga menyampaikan rencana renovasi SMP Negeri 1 Tangerang Selatan pada 2027. Renovasi diharapkan meningkatkan kenyamanan serta kualitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar. Perbaikan fasilitas dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa dan guru, tetapi bangunan yang diperbarui tidak dengan sendirinya membentuk kepedulian. Di sinilah edukasi dan partisipasi siswa tetap penting: warga sekolah perlu merasa memiliki ruangnya agar ikut menjaganya. Roadshow Adiwiyata menghubungkan dua kebutuhan itu—lingkungan fisik yang nyaman dan kebiasaan merawatnya bersama. Kesimpulannya, ukuran keberhasilan program bukan hanya berlangsungnya kegiatan, melainkan apakah siswa terus dilibatkan dan kepedulian lingkungan menjadi bagian nyata dari kehidupan sekolah.






