Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Transaksi Tanpa Dolar: QRIS Antarnegara dan Strategi Rupiah-Rupee

Transaksi Tanpa Dolar: QRIS Antarnegara dan Strategi Rupiah-Rupee
Minat|Asia Tenggara

Inti Kebijakan: Transaksi Tanpa Dolar Sebagai Pilihan Politik Ekonomi

Transaksi tanpa dolar adalah strategi keuangan di mana dua negara menggunakan mata uang lokal masing-masing dalam perdagangan dan pembayaran lintas negara, demi mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat kedaulatan ekonomi mereka. Kesepakatan penggunaan mata uang lokal melalui skema Local Currency Transaction (LCT) dan konektivitas pembayaran lintas negara disepakati pada Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS di Mumbai pada 9–10 September. Langkah ini bukan kebetulan; ini adalah sinyal jelas bahwa kedua negara memilih menggeser pusat gravitasi transaksi dari dolar menuju mata uang lokal rupiah dan rupee. Dalam konteks tensi geopolitik dan fragmentasi ekonomi global, pilihan tersebut adalah pernyataan politik ekonomi: mereka ingin punya lebih banyak kendali atas nasib keuangannya sendiri dibanding bergantung pada kebijakan moneter Amerika Serikat.

QRIS Antarnegara: Dari Teknologi Konsumen ke Infrastruktur Geopolitik

Banyak orang menganggap QRIS antarnegara hanya soal kemudahan belanja turis, padahal dampaknya jauh lebih besar. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Gubernur Reserve Bank of India, Sanjay Malhotra, membahas percepatan interkoneksi pembayaran melalui QRIS antarnegara sebagai tindak lanjut konkret kerja sama LCT dan Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA). Saat ini, infrastruktur pembayaran seperti QRIS antarnegara telah digunakan wisatawan dari dan ke berbagai negara di Asia Timur dan Asia Tenggara, dan volume transaksi QRIS tumbuh 82,42 persen secara tahunan per Juli 2026. “Volume transaksi QRIS terus tumbuh hingga 82,42 persen secara tahunan (YoY) per Juli 2026,” kata Bank Indonesia. Pertumbuhan ini bukan sekadar statistik; ini menunjukkan bahwa perilaku pengguna sudah bergerak menuju ekosistem pembayaran digital yang lintas batas dan lebih siap untuk transaksi tanpa dolar.

Transaksi Tanpa Dolar: QRIS Antarnegara dan Strategi Rupiah-Rupee

Mengapa Mata Uang Lokal Rupiah dan Rupee Jadi Penting

Penggunaan mata uang lokal rupiah dan rupee dalam perdagangan dan pembayaran lintas negara bukan romantisme kedaulatan mata uang; ini strategi manajemen risiko. Destry menjelaskan bahwa tingginya ketidakpastian ekonomi global mendorong negara-negara memperkuat kerja sama transaksi mata uang lokal. Dalam pertemuan BRICS, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas sambil memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi di tengah fragmentasi ekonomi global. Artinya, semakin besar porsi perdagangan yang dilakukan dalam rupiah dan rupee, semakin kecil paparan terhadap gejolak dolar dan kebijakan suku bunga AS. BI secara eksplisit mendorong kerja sama penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara untuk memperjelas manfaat ekonomi nyata, bukan hanya simbolik. Penguatan LCT dan LCBSA di sini adalah “jaring pengaman” bersama, yang dirancang agar kedua negara tidak terjebak pada satu pusat keuangan global saja.

BRICS dan Ambisi Mengurangi Dominasi Dolar

Kerja sama rupiah–rupee tidak berdiri sendiri; ia adalah bagian dari agenda lebih besar BRICS untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar dalam transaksi internasional. Negara-negara BRICS dalam pertemuan di Mumbai sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan, termasuk penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara. Indonesia menegaskan bahwa kerja sama transaksi mata uang lokal dan pembayaran lintas negara adalah cara mengubah tantangan global menjadi resiliensi bersama, dengan tetap memperhatikan tahapan pembangunan dan prioritas nasional masing-masing. “Indonesia dan India sepakat memperkuat penggunaan mata uang lokal melalui mekanisme Local Currency Transaction (LCT)… guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat,” tertulis dalam pernyataan resmi. Di saat yang sama, BRICS mendorong reformasi tata kelola IMF untuk memperkuat suara negara berkembang. Pesannya jelas: dominasi dolar bukan hukum alam, dan arsitektur keuangan global bisa dirundingkan ulang.

Dampak ke Pengguna dan Arah ke Depan

Bagi pengguna biasa, transaksi tanpa dolar lewat QRIS antarnegara berarti pembayaran lebih langsung, potensi biaya konversi lebih rendah, dan pengalaman wisata atau bisnis yang lebih mulus. Wisatawan dari kedua negara sudah merasakan manfaat QRIS antarnegara yang sebelumnya digunakan di berbagai tujuan populer regional. Namun dampak yang lebih besar ada di level ekosistem: perdagangan bilateral dan aliran modal dapat bergerak lewat jalur mata uang lokal rupiah dan rupee tanpa selalu melalui dolar. Pertemuan BRICS FMCBG menghasilkan Pernyataan Bersama yang menegaskan komitmen menghadapi tantangan global dan memperkuat arsitektur keuangan. Ke depan, otoritas keuangan menilai pentingnya menjaga ruang dialog dan membangun jembatan di tengah fragmentasi global, sambil memastikan setiap langkah tetap sejalan dengan prioritas nasional. Kesimpulannya, QRIS antarnegara dan penggunaan mata uang lokal bukan eksperimen singkat; ini fondasi jangka panjang untuk kedaulatan dan integrasi keuangan regional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!