Satu kendaraan dengan dua karakter
Chery Tiggo V adalah SUV modular yang bagian belakangnya dapat diubah sehingga berfungsi sebagai kendaraan keluarga tiga baris atau model double cab dengan bak terbuka. Gagasan ini menjanjikan fleksibilitas yang jarang ditawarkan satu model, tetapi manfaatnya bergantung pada seberapa mudah perubahan konfigurasi dilakukan dalam pemakaian sehari-hari. Tiggo V telah diperkenalkan kepada publik dalam ajang GIIAS 2026, dan calon kendaraan keluarga ini kemudian dijajal di Wuhu, China. Informasi dari Presiden Chery, Zeng Shuo, menyebut model tersebut berpotensi hadir dalam dua pilihan: SUV dan double cab. Pada versi SUV, tiga baris kursi mengutamakan penumpang; versi D-Cab menggunakan dua baris dan area belakang terbuka untuk barang. Konsepnya menarik bagi keluarga yang sesekali perlu membawa muatan besar, namun rincian spesifikasi setiap varian untuk pasar lokal masih menunggu keputusan resmi.

Ruang keluarga yang bisa diatur ulang
Sebagai SUV tujuh penumpang, Tiggo V menawarkan fleksibilitas kabin yang lebih penting daripada sekadar jumlah kursi. Jarak sumbu rodanya 2.800 mm, tinggi vertikal kabin 1.297 mm, dan jarak longitudinal dari baris pertama hingga ketiga mencapai 1.719 mm. Kursi individual baris kedua dapat digeser hingga 380 mm untuk memberi ruang kaki lebih luas, memudahkan akses ke belakang, atau menyediakan ruang kargo tambahan. Pengaturan lima maupun tujuh kursi juga memungkinkan kabin menyesuaikan kebutuhan perjalanan, dari mengangkut keluarga hingga barang berukuran besar. Hingga 42 kompartemen penyimpanan menjadi nilai praktis bagi barang kecil seperti ponsel, botol minum, dan perlengkapan anak. Itu jumlah yang mengesankan, meski banyak kompartemen tidak otomatis menjamin semuanya mudah dijangkau. Ventilasi sampai baris ketiga, AC otomatis dua zona, peredam kabin, dan filter udara N95 melengkapi fitur Tiggo V.

Kemudahan pakai perlu diuji di luar kabin
Kepraktisan Tiggo V juga ditentukan oleh detail akses dan perilaku berkendara, bukan hanya susunan kursinya. Pintu bagasi dapat dibuka dengan beberapa cara: kacanya saja, pintunya saja, atau keduanya. Rancangan ini berpotensi memudahkan pengguna menyesuaikan akses saat memasukkan barang, walau manfaat nyatanya baru bisa dinilai setelah dicoba dalam rutinitas keluarga. Dalam jajal awal di China, mobil terasa stabil dan mudah dikendalikan, sementara suspensinya dinilai nyaman saat bermanuver di lintasan pendek. Pengalaman itu memberi kesan positif, tetapi belum cukup untuk memastikan kenyamanan dalam perjalanan harian atau kondisi jalan yang lebih beragam. Jadi, Tiggo V tampak menjanjikan bagi pembeli yang menginginkan kendaraan serbaguna, tetapi fleksibilitas bodinya perlu diimbangi kemudahan pengoperasian dan kenyamanan nyata bagi seluruh penumpang.

Mesin menjadi catatan penting
Ada satu alasan untuk menahan antusiasme: respons mesin turbo 1,6 liter yang dijajal terasa lambat saat pengemudi meminta akselerasi spontan. Penguji mencatat tenaga mesin 1.600 cc turbo belum terasa cukup untuk mengimbangi bodi Tiggo V yang besar. Jeda turbo tersebut menjadi catatan bagi keluarga yang kerap berkendara dengan muatan penuh atau membutuhkan respons cepat, meski impresi awal menyebut tenaga masih memadai untuk pemakaian perkotaan. Pilihan mesin untuk varian yang akan dipasarkan masih dibahas, termasuk kemungkinan teknologi hibrida plug-in, sehingga keputusan akhir dapat mengubah karakter kendaraan. Chery menyatakan Tiggo V akan diperkenalkan di GIIAS 2026 dan dapat dipesan setelah perkenalan. Namun, sebelum memilihnya sebagai SUV tujuh penumpang atau SUV double cab, calon pembeli sebaiknya menunggu spesifikasi final dan menguji kendaraan dalam kondisi penggunaan yang lebih dekat dengan kebutuhan sendiri.







