Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Siswa Internasional Belajar Setahun di Madrasah: Wajah Baru Pendidikan Global

Siswa Internasional Belajar Setahun di Madrasah: Wajah Baru Pendidikan Global
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pertukaran Pelajar di Madrasah: Dari Kurikulum Agama ke Wawasan Global

Program pertukaran pelajar internasional di madrasah adalah skema belajar satu tahun penuh yang menempatkan siswa asing di madrasah aliyah negeri untuk mengikuti pembelajaran akademik, bahasa, dan budaya lokal, sehingga seluruh warga madrasah mengalami pembelajaran lintas budaya yang langsung, mendalam, dan berkelanjutan dalam kerangka pendidikan global yang setara dengan sekolah menengah lain di dunia. Fenomena ini kini tidak lagi monopoli sekolah umum berlabel internasional. Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Makassar ditunjuk menjadi host school internasional dan menerima Alma Gallan Lagraba, siswa asal Spanyol, untuk belajar selama satu tahun penuh pada tahun ajaran 2026/2027. Alma bergabung di kelas XI, belajar bersama siswa lainnya sebagaimana peserta didik reguler.

Siswa Internasional Belajar Setahun di Madrasah: Wajah Baru Pendidikan Global

MAN 1 Makassar: Kelas XI yang Mendadak Menjadi Laboratorium Lintas Budaya

Kedatangan Alma mengubah kelas XI MAN 1 Makassar menjadi laboratorium hidup pembelajaran lintas budaya. Ia tidak hanya mengikuti pelajaran di ruang kelas, tetapi juga berbagai kegiatan kesiswaan di lingkungan madrasah di Jalan Talasalapang. Program ini dirancang tidak sekadar sebagai kunjungan, melainkan pembelajaran setahun penuh yang menuntut adaptasi dua arah: Alma belajar sistem madrasah, sementara siswa lain belajar berinteraksi dengan perspektif baru. Menurut kepala madrasah Sofyan Jukni, kepercayaan menjadi host school internasional lahir dari inisiatif madrasah yang digerakkan para guru, termasuk Hasnaeni. Artinya, madrasah tidak menunggu instruksi dari atas, tetapi memilih menjemput peluang pendidikan global dan menempatkan pertukaran pelajar sebagai strategi pembaruan ekosistem belajar.

Bahasa, Budaya, dan Kuliner: Pendidikan Holistik yang Nyata, Bukan Slogan

Program di MAN 1 Makassar menunjukkan bahwa pendidikan holistik bukan jargon di atas kertas. Alma dijadwalkan mengikuti program madrasah sekaligus mengenal budaya dan bahasa lokal dari dekat. Ia memperoleh pembekalan bahasa Indonesia intensif dari Yayasan Bina Antarbudaya Makassar untuk mendukung komunikasi sehari-hari. Yang menarik, ketertarikan Alma langsung tertuju pada kuliner khas Sulawesi Selatan yang menjadi pintu masuk alami memahami budaya Nusantara. Di sini, kelas bahasa, praktik budaya, dan eksplorasi kuliner bersatu menjadi satu paket pembelajaran lintas budaya yang konkret. Program ini dijalankan bersama AFS, organisasi nirlaba internasional yang berfokus pada program pertukaran pelajar dan pembelajaran antarbudaya bagi siswa SMA atau sederajat. Inilah bentuk pendidikan global yang membumi di kantin, masjid, dan ruang kelas madrasah.

Ekosistem Pembelajaran Madrasah: Dari Riset Avicenna hingga Jejaring 16 Negara

Pertukaran pelajar di MAN 1 Makassar perlu dibaca bersama penguatan ekosistem madrasah lain di kota yang sama. MAN 2 Makassar, misalnya, membangun ekosistem riset lewat Rumah Riset Avicenna yang mendorong siswa melakukan penelitian ilmiah dan menginkubasi karya mereka. Hasilnya, siswa madrasah ini meraih medali emas dan perak pada ajang YNSF dan YISF 2026 yang diikuti 520 tim dari 16 negara. "Dengan penguatan tersebut, MAN 2 Makassar berupaya membangun pendidikan yang lebih utuh: kuat secara akademik, memiliki budaya riset, kaya inovasi, berprestasi, serta tetap memberikan ruang bagi penguatan karakter dan kepedulian sosial". Saat satu madrasah menguatkan riset dan kompetisi global, madrasah lain membuka kelas bagi siswa luar negeri. Keduanya saling melengkapi dalam membangun ekosistem pendidikan global berbasis madrasah aliyah negeri.

Siswa Internasional Belajar Setahun di Madrasah: Wajah Baru Pendidikan Global

Madrasah sebagai Duta Pendidikan dan Jembatan Antarbudaya

Kehadiran Alma yang disambut hangat oleh siswa, guru, staf, dan seluruh sivitas akademika MAN 1 Makassar menunjukkan kesiapan madrasah untuk menjadi ruang perjumpaan antarbudaya. Di sisi lain, partisipasi siswa MAN 2 Makassar dalam kompetisi internasional dan publikasi ilmiah menempatkan madrasah sebagai pemain aktif di panggung pendidikan global, bukan penonton. Program pertukaran pelajar internasional bersama AFS dan penguatan budaya riset menjadikan madrasah aliyah negeri bagian dari diplomasi pendidikan di tingkat sekolah menengah. Pertanyaannya bukan lagi apakah madrasah siap go global, tetapi apakah kebijakan dan dukungan lintas pihak mampu menjaga kesinambungan langkah ini. Jika dijaga konsisten, madrasah berpotensi menjadi jembatan pemahaman antarbudaya yang dimulai dari usia remaja, saat pandangan dunia sedang dibentuk.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!