Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Tilawah ke Pidato Inggris: Wajah Baru Prestasi Siswa Madrasah

Dari Tilawah ke Pidato Inggris: Wajah Baru Prestasi Siswa Madrasah
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Kompetisi seni madrasah sebagai laboratorium talenta multi-disiplin

Kompetisi seni madrasah adalah ajang terstruktur yang mengumpulkan siswa dari berbagai MTs untuk beradu kemampuan dalam seni, olahraga, dan akademik, mulai dari lomba tilawah siswa, pidato bahasa Inggris, hadroh, baca puisi hingga futsal, yang berfungsi sebagai laboratorium pembentukan karakter, pengasahan keterampilan komunikasi, serta penguatan identitas keagamaan dan kultural sekolah. Dalam beberapa pekan terakhir, wajah baru prestasi siswa MTs terlihat jelas di panggung KOMPAS dan PKM: tilawah dan puisi berdampingan dengan musik hadroh dan pidato bahasa Inggris. Ini menegaskan bahwa madrasah tidak puas hanya melahirkan siswa yang paham teks agama, tetapi juga penampil yang percaya diri dan komunikatif. Ketika sembilan siswa MTsN 2 Bungo dilepas sebagai kontingen atlet dan seniman terbaik di KOMPAS tingkat Kabupaten Bungo, mereka membawa pesan penting: madrasah kini bermain di banyak arena sekaligus, bukan hanya satu.

Dari tilawah hingga futsal: pendekatan holistik yang menantang stereotip

MTsN 2 Bungo memberi gambaran paling konkret tentang bagaimana kompetisi seni madrasah dipakai sebagai alat pembinaan holistik. Kontingen mereka turun di cabang seni dan agama seperti tilawah, tari kreasi, vokal solo, kaligrafi, dan puisi, sekaligus di cabang olahraga seperti futsal, voli, catur, badminton, tenis meja, dan lari. Sekitar sembilan siswa yang tampak dalam poster resmi bukan sekadar peserta; mereka adalah simbol ekosistem madrasah yang mulai menolak stereotip sempit bahwa siswa MTs hanya kuat di hafalan dan kajian teks. Dengan menempatkan tilawah dan puisi sejajar dengan futsal, madrasah mengirim sinyal bahwa ketangguhan fisik, kepekaan estetis, dan kecakapan spiritual harus tumbuh bersama. Keikutsertaan di KOMPAS disebut sebagai wujud kerja keras dan dedikasi mengembangkan bakat di luar akademik, dan di sinilah opini tajam perlu ditegaskan: madrasah yang abai pada ragam cabang lomba akan tertinggal bukan hanya dalam prestasi, tetapi dalam relevansi sosial.

Pidato bahasa Inggris dan hadroh: panggung karakter di PKM

Jika KOMPAS menguatkan citra madrasah yang multitalenta, Pekan Kompetensi Madrasah (PKM) di Bantul mengungkap lapis yang lebih dalam: kompetisi sebagai proyek pembentukan karakter. MTsN 2 Bantul mengirim dua duta terbaik, Haikal Alif Abdullah dan Dahayu Winyka Putri, khusus di cabang pidato bahasa Inggris yang digelar di MTsN 4 Bantul. Pidato bahasa Inggris di lingkungan madrasah bukan sekadar lomba; ini deklarasi bahwa murid berhak fasih dalam dunia global sekaligus kukuh dalam nilai lokal. Kepala madrasah, Isti Bandini, menegaskan bahwa keikutsertaan tidak hanya soal hasil, tetapi proses membentuk keberanian, kedisiplinan, dan pengalaman berkompetisi. Di sisi lain, MTsN 3 Bantul lewat tim hadroh yang meraih Juara Harapan 1 PKM menunjukkan bahwa seni religius pun ditangani secara serius, dengan latihan vokal, ritme, kekompakan, dan pembinaan intensif oleh guru pembimbing Ahmad Mufti Althof. "Juara Harapan 1 ini patut diapresiasi karena di baliknya ada proses latihan, kedisiplinan, kekompakan, dan semangat untuk terus belajar," ujar Kepala MTsN 3 Bantul, Surini.

Puisi sebagai puncak olah rasa: dominasi MTsN 1 Batang Hari

Di panggung KOMPAS tingkat MTs se-Kabupaten Batang Hari, seni baca puisi menjadi arena pembuktian paling kentara bahwa siswa MTs mampu mengolah rasa dan kata sehalus sastrawan muda. Ahmad Zidan Farhattain dan Mahiro Wanasyitoh dari MTsN 1 Batang Hari menyapu bersih Juara 1 baca puisi putra dan putri, menandai dominasi madrasah ini di cabang sastra. Keberhasilan itu lahir dari pemusatan latihan intensif bersama guru pembimbing, Rati Artarini MZ, yang menggarap vokal, pernapasan, dinamika jeda, hingga interpretasi emosi tiap stanza puisi. Ini contoh teladan bagaimana persiapan kompetisi pelajar tidak berhenti pada "sekadar gladi resik", tetapi menjadi proses sistematis mematangkan mental dan teknik. Kepala madrasah, Doni Parizal, menyebut kemenangan ganda ini sebagai bukti kepekaan seni dan kemampuan artikulasi panggung yang sangat tinggi di kalangan siswa MTsN 1 Batang Hari. Di titik ini, sulit mengabaikan fakta bahwa seni baca puisi di madrasah telah naik kelas: dari kegiatan ekstra biasa menjadi panggung prestasi strategis.

Apresiasi kepala madrasah dan arah baru pembinaan prestasi

Benang merah yang menyatukan KOMPAS dan PKM bukan hanya daftar lomba, tetapi cara kepala madrasah memperlakukan prestasi siswa sebagai investasi jangka panjang. Di Bantul, kehadiran Isti Bandini mendampingi langsung dua duta pidato bahasa Inggris memberi pesan bahwa dukungan pimpinan bukan basa-basi, melainkan bagian dari strategi memompa kepercayaan diri murid. Di MTsN 3 Bantul, Surini menegaskan bahwa kompetisi adalah ruang pembentukan kerja sama, tanggung jawab, ketangguhan, dan percaya diri. Di Batang Hari, Doni Parizal meluapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada dua juara puisi serta guru pembimbingnya. Pola-pola ini menunjukkan satu tesis penting: tanpa kepala madrasah yang hadir dan memberi penghargaan, kompetisi seni madrasah mudah tergelincir menjadi kegiatan seremonial. Kini, dengan tilawah, pidato bahasa Inggris, puisi, hadroh, dan futsal berjalan berdampingan, madrasah sedang menulis ulang definisi prestasi siswa MTs—bukan lagi tunggal, tetapi multi-disiplin yang tumbuh dari pembinaan serius, latihan intensif, dan budaya apresiasi yang hidup.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!