Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jalan Nasional Meulaboh–Tapaktuan Butuh Upgrade Dua Jalur

Jalan Nasional Meulaboh–Tapaktuan Butuh Upgrade Dua Jalur
Minat|Asia Tenggara

Jalan dua jalur Meulaboh–Tapaktuan: dari jalur rawan menjadi koridor aman

Jalan dua jalur Meulaboh–Tapaktuan di Kecamatan Meureubo adalah rencana peningkatan ruas jalan nasional tunggal menjadi dua lajur terpisah sejauh sekitar 2,57 kilometer, dari Desa Langung hingga Desa Gunong Kleng, untuk mengurangi kepadatan, menurunkan kecelakaan, dan meningkatkan kapasitas lalu lintas bagi masyarakat sekitar. Di atas kertas, ini tampak seperti proyek infrastruktur biasa. Namun kenyataannya, ini adalah upaya menyelamatkan nyawa di salah satu titik paling rawan kecelakaan di jalur nasional tersebut. Setiap bulan, selalu ada korban jiwa akibat kecelakaan di ruas ini, sementara arus kendaraan terus meningkat, termasuk mobilitas mahasiswa dari tiga kampus yang berada di kawasan Meureubo. Artinya, mempertahankan format jalan satu jalur sama saja membiarkan risiko kecelakaan frontal tetap tinggi.

Mengapa jalur tunggal Meureubo menjadi bom waktu keselamatan

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan bahwa kepadatan lalu lintas yang luar biasa dan seringnya kecelakaan dengan korban jiwa setiap bulan adalah alasan utama mendorong jalan dua jalur Aceh di ruas Meureubo. Pada jalur tunggal, setiap manuver mendahului berpotensi berakhir pada tabrakan frontal, terutama ketika kendaraan berat, angkutan umum, dan kendaraan pribadi berbagi ruang sempit yang sama. Kondisi ini diperparah oleh tingginya aktivitas harian masyarakat dan mahasiswa, karena di sekitar kawasan itu terdapat tiga perguruan tinggi yang mengandalkan jalan nasional ini sebagai akses utama. "Karena di sini kepadatan lalu lintasnya luar biasa dan sering terjadi kecelakaan, setiap bulannya ada korban jiwa," ujar Bupati Tarmizi.SP MM—sebuah pengakuan pahit bahwa keselamatan jalan nasional di Meureubo sudah lama berada pada titik kritis.

Desakan kuat pemerintah daerah: keselamatan lebih penting dari angka anggaran

Langkah Pemkab Aceh Barat patut dibaca sebagai pernyataan politik: keselamatan warga tidak boleh kalah oleh alotnya anggaran pembangunan infrastruktur Aceh. Mereka tidak berhenti pada keluhan; Bupati Tarmizi, Wakil Bupati Said Fadheil, dan Anggota DPR RI Jamaluddin Idham turun langsung meninjau ruas Meureubo pada 15 September 2026 untuk menunjukkan bahwa situasi ini darurat, bukan sekadar wacana. Usulan Meulaboh Tapaktuan upgrade ini sudah disampaikan ke Menteri PUPR melalui Komisi V DPR RI, dan proposal tersebut dikabarkan telah diterima. Panjang rencana jalan dua jalur sekitar 2,57 kilometer dengan kebutuhan anggaran minimal Rp50 miliar, yang diklaim sebagai investasi nyawa, bukan sekadar beton dan aspal. Di sinilah pemerintah daerah mengambil posisi: satu rupiah yang terlambat berarti satu nyawa lagi dipertaruhkan.

Jalan dua jalur sebagai prioritas nasional, bukan proyek pinggiran

Yang membedakan usulan ini dari proyek biasa adalah strategi politiknya: Pemkab Aceh Barat menuntut agar pembangunan jalan dua jalur Meureubo masuk ke penganggaran pemerintah pusat sebagai bagian dari prioritas nasional. Jalur Meulaboh–Tapaktuan adalah ruas jalan nasional; ketika keselamatan jalan nasional dipertaruhkan, tanggung jawab tidak bisa hanya dibebankan ke pemerintah kabupaten. Komisi V DPR RI telah menyatakan dukungan, sementara Jamaluddin Idham diminta khusus untuk mengawal proses di DPR RI dan kementerian terkait, agar tidak ada pergeseran anggaran yang membatalkan proyek ini. Harapannya, pembangunan dapat direalisasikan pada tahun mendatang—target yang terlalu lama jika dihitung dengan ukuran korban kecelakaan bulanan, tetapi tetap menjadi langkah maju dibanding status quo yang mematikan.

Mengurangi tabrakan frontal dan membuka masa depan transportasi yang lebih aman

Upgrade jalan dua jalur di Meureubo bukan hanya soal menambah lajur; ini soal merombak cara kawasan itu memandang keselamatan dan mobilitas. Dengan pemisahan arus berlawanan, risiko kecelakaan frontal dapat ditekan, sementara kapasitas lalu lintas meningkat sehingga kemacetan di titik sibuk—termasuk akses ke tiga kampus—bisa berkurang signifikan. Jalan dua jalur Aceh di ruas ini akan menjadi preseden: apakah negara serius menempatkan keselamatan jalan nasional sebagai prioritas, atau tetap menunggu statistik kecelakaan semakin panjang. Meulaboh Tapaktuan upgrade seharusnya menjadi batu loncatan menuju standar baru pembangunan infrastruktur Aceh: setiap proyek jalan dinilai pertama-tama dari seberapa banyak nyawa yang diselamatkan, bukan sekadar seberapa cepat kendaraan bisa melaju. Kesimpulannya jelas: menunda pembangunan dua jalur di Meureubo sama saja mengulur bahaya yang sudah nyata di depan mata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!