AI masuk ke ruang belajar lewat peningkatan kapasitas
Pelatihan kecerdasan buatan adalah kegiatan terarah yang membekali guru dan siswa dengan pemahaman serta keterampilan untuk memakai AI secara tepat dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Gagasan itu terlihat dalam Connect.in-Spirasi: Yogyakarta Chapter 2026, program Telkom bersama Kementerian Sosial yang memperkenalkan teknologi digital dan AI di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo pada 22–23 Oktober 2026. Sebanyak 59 guru mengikuti pelatihan penggunaan platform PIJAR dan pengenalan AI untuk mendukung kegiatan mengajar, sementara 537 siswa mendapat rangkaian pembelajaran sesuai jenjang mereka. Bagi guru, manfaatnya bukan sekadar mengenal perangkat baru: mereka diperkenalkan pada cara menyusun pengalaman belajar yang lebih interaktif dan sesuai kebutuhan siswa. Pendekatan ini lebih menjanjikan daripada membagikan teknologi tanpa pendampingan. Namun, dampak jangka panjangnya akan bergantung pada apakah pengetahuan tersebut benar-benar diterapkan di kelas, bukan berhenti sebagai kegiatan satu kali.

Literasi AI juga perlu tumbuh di luar sekolah
Pendidikan AI tak seharusnya menjadi urusan guru dan murid saja. Pada 21 Oktober 2026, Diskominfo Kota Tangerang Selatan mengadakan Pelatihan Talenta Digital bertema “Berdampingan dengan AI dan AI untuk Memudahkan Hidup” bagi kalangan ibu-ibu di Aula Kelurahan Cipayung, dengan menghadirkan pakar teknologi informasi Prof. Onno W. Purbo. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Musyawarah Perencanaan Pembangunan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Peserta diajak mengenali AI dan memahami pemanfaatannya dalam aktivitas sehari-hari, termasuk kemungkinan membantu pekerjaan di rumah. Diskominfo juga menekankan pentingnya bersikap kritis terhadap informasi yang dihasilkan AI dan menjaga keamanan saat beraktivitas di ruang digital. Arah ini tepat: program edukasi kecerdasan buatan akan lebih berguna ketika menjangkau orang yang berhadapan dengan teknologi di rumah, bukan hanya mereka yang sudah berada di lingkungan sekolah atau pekerjaan digital.
Pelatihan harus berujung pada penggunaan nyata
Dua inisiatif ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi pendidikan tidak cukup dengan menyediakan akses. Telkom menggabungkan pelatihan AI untuk guru dengan pengenalan STEM bagi siswa SD hingga SMP, serta kesadaran digital bagi siswa SMA. Siswa diajak mengenal sains dan teknologi, mengembangkan rasa ingin tahu serta kreativitas, sekaligus memahami pentingnya menggunakan ruang digital secara bijak. Di Tangsel, pembelajaran diarahkan pada kegunaan sehari-hari sekaligus kemampuan menilai informasi dan menghindari penyalahgunaan AI. Perbedaan sasaran ini justru penting: sekolah membutuhkan cara untuk mengaitkan AI dengan proses belajar, sementara masyarakat umum perlu memahami cara menggunakan dan menilai hasilnya. Inilah inti literasi digital sekolah dan komunitas—bukan sekadar tahu bahwa AI ada, melainkan mampu memilih kapan teknologi membantu dan kapan hasilnya patut diperiksa. Tanpa keterampilan itu, perangkat baru berisiko menjadi akses tanpa pemahaman.

Ukuran keberhasilan ada pada kebiasaan setelah pelatihan
Langkah berikutnya seharusnya bukan hanya menambah jumlah acara, tetapi memastikan peserta dapat memakai pengetahuan yang diperoleh setelah pelatihan. Diskominfo Tangsel berharap peserta aktif menyimak agar materi bisa langsung dimanfaatkan. Telkom berharap pengenalan teknologi digital bagi guru dan siswa membantu membangun lingkungan belajar yang lebih inklusif serta menyiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi. Harapan tersebut perlu diterjemahkan menjadi praktik yang berulang: guru menyesuaikan penggunaan teknologi dengan kebutuhan kelas, sedangkan siswa dan keluarga membangun kebiasaan memeriksa informasi dan menjaga keamanan digital. Itu adalah ukuran yang lebih berarti daripada sekadar menghitung peserta. Inisiatif Telkom dan pemerintah lokal sudah membawa AI lebih dekat ke sekolah dan rumah; tantangannya kini memastikan pemahaman bertahan dan menghasilkan manfaat. Jika pelatihan disertai penerapan yang konsisten, adopsi AI dapat tumbuh dari tingkat akar rumput dengan lebih bertanggung jawab.






