Pembuka era baru dengan energi sinematik
“Tarantino” adalah lagu pop Lisa BLACKPINK yang membingkai kepercayaan diri dan kebebasan sebagai persona utama, sekaligus menjadikan rujukan film sebagai bagian dari identitas artistiknya. Lisa merilis single Tarantino Lisa pada 23 Oktober 2026, memilihnya sebagai lagu utama mini album PRESS PLAY, dan menandai kembalinya ia dengan proyek mini tersebut.
Pilihan judulnya memberi arah yang tegas: lagu ini tidak sekadar mengandalkan nama besar, tetapi meminjam suasana film aksi untuk menghadirkan Lisa seolah memegang kendali atas adegannya sendiri. Ia memberi penghormatan kepada sutradara Quentin Tarantino, yang dikenal dengan gaya film khas, serta menyebut Kill Bill dan Death Proof dalam liriknya. Hasilnya terasa seperti pernyataan pembuka yang sengaja dibuat mencolok untuk PRESS PLAY, bukan pengantar yang bermain aman.
Percaya diri tanpa meminta izin
Makna lagu Tarantino bertumpu pada sosok perempuan yang percaya diri, ekspresif, dan berani menunjukkan pesona yang kuat, berbeda, serta dominan tanpa dihantui penilaian orang lain. Lagu ini juga menekankan kebebasan menentukan jalan sendiri dan keteguhan sikap untuk tampil menonjol. Kekuatan gagasannya ada pada penolakan terhadap standar yang dipaksakan dari luar: tokoh dalam lagu tidak menunggu persetujuan untuk menjadi pusat perhatian.
Lirik Tarantino Lisa memperkuat sikap itu lewat citra kuku panjang, lipstik, rantai emas, dan aksi berbahaya yang dikerjakan sendiri. Gambaran tersebut bukan ajakan untuk menafsirkan setiap baris secara harfiah; fungsinya adalah membangun karakter besar, tajam, dan sukar dikendalikan. Pengulangan seruan untuk menekan tombol putar pun terasa seperti undangan masuk ke dunia yang aturannya ditentukan oleh sang tokoh, bukan oleh penonton yang menghakimi.
Rujukan film menjadi bahasa, bukan tempelan
Nuansa Tarantino dibangun dari rangkaian gambaran yang terasa seperti potongan adegan: motel, mobil Camino, pakaian hitam, makanan cepat saji, hingga tokoh yang kebal bahaya dan melakukan aksinya sendiri. Penyebutan Kill Bill dan Death Proof membuat penghormatan kepada Quentin Tarantino lebih jelas, sementara pilihan visual lirik memberi lagu ini warna sinematik yang khas.
Namun, rujukan itu paling menarik ketika dibaca sebagai perangkat untuk menegaskan karakter Lisa, bukan sekadar daftar acuan budaya pop. Sikap berani, lidah tajam, dan kendali atas adegan menyatu dengan tema dominasi. Dengan pendekatan tersebut, film menjadi metafora bagi cara seseorang menyusun citra dirinya: memilih peran, menentukan tempo, lalu menolak menjadi figuran dalam cerita orang lain.
Title track yang menetapkan sikap
Sebagai title track mini album PRESS PLAY, “Tarantino” memberi proyek ini identitas yang lugas: percaya diri, dominan, dan bebas. Perilisan single pada 23 Oktober 2026 membuat lagu tersebut menjadi pintu masuk bagi pendengar ke dunia yang dibangun Lisa. Alih-alih menyamarkan ambisinya, lagu ini memilih tampil gamblang dan menjadikan keberanian sebagai daya tarik utama.
Pada akhirnya, kekuatan “Tarantino” bukan hanya pada penghormatan sinematiknya, melainkan pada cara rujukan itu mendukung pesan tentang kemandirian. Lisa tampil sebagai karakter utama yang menentukan jalannya sendiri dan tidak meminta maaf karena menonjol. Itu membuat lagu ini bekerja sebagai pernyataan pembuka yang efektif untuk PRESS PLAY: sebuah ajakan menekan tombol putar, lalu mengikuti Lisa di bawah aturan yang ia tetapkan sendiri.






