Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Lisa BLACKPINK ‘Tarantino’: Action-Noir, Game, dan Era Baru PRESS PLAY

Lisa BLACKPINK ‘Tarantino’: Action-Noir, Game, dan Era Baru PRESS PLAY
Minat|Penyanyi/Band Pop

Tarantino dan PRESS PLAY: Pernyataan Era Baru Lisa

Lisa BLACKPINK Tarantino adalah single utama dari mini album PRESS PLAY yang dirilis pada 23 Oktober 2026, menampilkan video musik bernuansa action-noir dengan konsep sinematik yang menonjolkan keberanian, kebebasan, dan rasa percaya diri sebagai bagian dari strategi rilis multimedia yang terhubung dengan kampanye teknologi dan ekosistem gaming. Di sini, Lisa tidak sekadar comeback; ia mengajukan tesis kreatif tentang siapa dirinya sebagai solois. PRESS PLAY hadir sebagai mini album berisi enam lagu—“SaWaDiKa”, “V12”, “Cobra”, “Tarantino”, “Cut U Off”, dan “Sweat”—yang terasa seperti tombol start untuk fase karier yang lebih terarah. Dengan menjadikan “Tarantino” sebagai single terbaru Lisa dan lagu utama, ia menempatkan estetika visual dan narasi sebagai pusat pengalaman, bukan sekadar pelengkap audio.

Lisa BLACKPINK ‘Tarantino’: Action-Noir, Game, dan Era Baru PRESS PLAY

Action-Noir Music Video: Lisa sebagai Aktris Aksi

Pilihan Lisa mengusung action-noir music video untuk “Tarantino” adalah langkah artistik yang tegas, bukan gimmick visual sesaat. Teaser MV hadir dengan pewarnaan kekuningan yang lazim dipakai untuk film bergenre action dan noir, memicu ekspektasi akan koreografi aksi dan akting intens dari Lisa. MV penuh digarap oleh sutradara peraih Grammy, James Mackel, dan mengusung konsep sinematik yang diperkuat dengan adegan aksi yang dilakukan Lisa sendiri. Ini penting: ia meminjam bahasa film, bukan hanya estetika klip musik. Tema keberanian, kebebasan, dan rasa percaya diri yang diusung lagu terasa konsisten dengan visual yang menempatkan Lisa sebagai figur yang mengendalikan narasi, bukan objek kamera. Bahkan detail seek bar YouTube yang berwarna merah muda dengan ikon bunga menunjukkan obsesi pada pengalaman menyeluruh, sampai ke antarmuka penonton.

Kolaborasi dengan PlayStation: Musik Bertemu Teknologi

Keputusan Lisa mengikat single terbaru Lisa dengan kampanye teknologi adalah salah satu manuver pemasaran paling strategis di rilis ini. PlayStation merilis iklan komersial yang menampilkan Lisa sekaligus memberikan cuplikan eksklusif “Tarantino”, menjadikan lagu tersebut daya tarik utama kampanye DualSense terbaru. Di sini musik berfungsi sebagai pintu masuk ke dunia hardware dan lifestyle. Bintang peluncuran adalah controller DualSense edisi terbatas dengan rona iridescent Chroma Pearl yang dipilih langsung oleh Lisa, lengkap grafis bintang, motif “LL”, dan ilustrasi ikonis di touchpad. Koleksi kapsul yang menyertai—busana, aksesori kepala, tote bag, gantungan kunci, stiker, hingga case pelindung—memperluas identitas PRESS PLAY ke ranah fisik. Kolaborasi ini melanjutkan kerja sama Lisa dengan platform game yang sebelumnya sudah menampilkan dirinya dalam inisiatif PlayStation 5, menunjukkan hubungan jangka panjang, bukan sekadar endorsement sesaat.

Lisa BLACKPINK ‘Tarantino’: Action-Noir, Game, dan Era Baru PRESS PLAY

Strategi Rilis Multimedia: Dari Teaser ke Listening Party

Rilis mini album PRESS PLAY dan “Tarantino” jelas dirancang sebagai kampanye multimedia berlapis, bukan peluncuran satu hari. Teaser MV dengan nuansa action-noir lebih dulu memanaskan percakapan penggemar, mengundang spekulasi apakah Lisa akan tampil sebagai aktris aksi penuh di MV tersebut. Di sisi lain, koleksi LISA x PlayStation diluncurkan dalam beberapa gelombang: pre-order dibuka pada 2 Oktober, lalu lini busana dan aksesori tambahan hadir pada 23 Oktober bertepatan dengan perilisan PRESS PLAY, sebelum peluncuran resmi koleksi pada 30 Oktober. "SaWaDiKa" bahkan diperkenalkan lebih awal pada 4 September dan telah meraih lebih dari 215 juta pemutaran di YouTube, menjadikannya landasan momentum sebelum EP keluar. Setelah rilis, Lisa menggelar listening party dua hari, 24 dan 25 Oktober, mengubah momen peluncuran menjadi pengalaman komunitas yang terkurasi.

Tahun Padat dan Konsolidasi Identitas Solo Lisa

Menempatkan PRESS PLAY dan “Tarantino” di konteks tahun padat Lisa membuat rilis ini terasa seperti titik konsolidasi identitas. Sepanjang 2026, ia mengerjakan proyek besar: lagu Piala Dunia berjudul “Goals” bersama Anitta dan Rema, tampil di upacara pembukaan, merilis film dokumenter Always LALISA di bioskop pada 12–18 Oktober dan dijadwalkan hadir di YouTube Premium akhir tahun. Ia juga meraih penghargaan Best Pop di ajang MTV Video Music Awards dan menjadi salah satu artis K-pop dengan nominasi terbanyak. Di tengah semua itu, PRESS PLAY dan MV “Tarantino” berfungsi sebagai pernyataan bahwa karier solonya bukan selingan, melainkan poros utama. Respons penggemar menguatkan hal ini: MV “Tarantino” dilaporkan mengumpulkan lebih dari dua juta penayangan dalam dua jam, dengan komentar yang menyebutnya “the best MV LISA has released” dan layak diputar berulang kali. Penonton tidak sekadar hadir; mereka mengafirmasi arah baru yang ditawarkan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!