Edukasi herbal yang dekat dengan keseharian remaja
Edukasi herbal remaja adalah pembelajaran tentang potensi tanaman obat, penggunaan yang aman, dan kebiasaan sehat agar pelajar mampu mengambil keputusan kesehatan dengan lebih bertanggung jawab. Gagasan itu menjadi inti program Komik Herbal Goes To School bersama Radar Tegal Grup, yang menggelar talkshow kesehatan sekolah bertema “Generasi Sehat, Generasi Herbal: Saatnya Gen Z Mengenal Herbal” di SMAN 1 Tegal. Kegiatan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, ini diikuti perwakilan siswa SMA dan SMK se-Kota Tegal. Pilihan menyampaikan materi langsung di sekolah terasa tepat: pengetahuan kesehatan akan lebih berguna ketika remaja dapat menghubungkannya dengan pilihan sehari-hari, bukan hanya menghafal nama tanaman. Program ini mengajak peserta mengenali manfaat obat bahan alam sekaligus menanamkan pola hidup sehat. Kepala SMAN 1 Tegal, Imam Bagus Winarto, menyambut kolaborasi tersebut karena memberi siswa wawasan yang beragam.
Herbal bukan sekadar warisan, tetapi juga soal keamanan
Pembahasan tanaman seperti jahe merah dan daun lagundi memberi titik awal yang akrab, tetapi pesan terpenting talkshow ini adalah bahwa bahan alami tetap perlu dipahami sebelum digunakan. Yuni Sutrisno, Manager Area Wilayah Tegal, mengatakan program tersebut ingin mengenalkan obat herbal dan membudayakan gaya hidup sehat, dengan harapan siswa dapat mengedukasi teman sebaya. Sementara itu, Zaini Ahsan Prahendra, Junior PR & Community Marketing Manager Kalbe Consumer Health, mengingatkan bahwa industri obat bahan alam mencakup pertanian dan rantai pasok, proses produksi berstandar kesehatan, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Pandangan ini penting untuk Gen Z: tradisi dan inovasi tidak harus dipertentangkan. Materi dari Apt. Elsa, S.Farm., Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Kota Tegal, membahas swamedikasi dan pentingnya memahami dosis serta tata cara penggunaan. Dwiky Agil Ramadhan dari Loka POM Tegal turut menjelaskan keamanan dan legalitas produk.

Literasi kesehatan perlu berjalan bersama sikap kritis
Talkshow ini lebih kuat karena tidak membatasi kesehatan pada pilihan produk herbal. Kunarto, Ketua BNN Kota Tegal, membekali pelajar dengan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, sementara M. Sekhun, Direktur Radar Tegal Grup, mengingatkan mereka agar kritis menyaring informasi dan tidak menyebarkan hoaks. Kombinasi tersebut relevan bagi remaja yang menerima banyak klaim kesehatan melalui media digital: mengenali bahan alam saja belum cukup jika sumber informasi dan cara penggunaannya tidak diperiksa. Karena itu, edukasi herbal remaja sebaiknya mencakup kemampuan bertanya, memeriksa legalitas, memahami aturan pakai, dan membedakan informasi tepercaya dari kabar menyesatkan. Kehadiran praktisi kesehatan, lembaga pengawas, BNN, media, dan pihak industri memberi siswa lebih dari satu sudut pandang. Nilai talkshow ini bukan pada banyaknya narasumber, melainkan pada pesan praktis yang dapat dibawa pulang dan diterapkan dengan bijak.
Duta herbal muda sebagai penggerak di lingkungan sebaya
Acara ditutup dengan pengukuhan Duta Herbal Putra dan Putri Kota Tegal sebagai penggerak gaya hidup sehat di sekolah dan masyarakat. Penyematan selempang serta penyerahan impraboard dilakukan oleh Apt. Elsa untuk Duta Herbal Putra dan Zaini Ahsan Prahendra untuk Duta Herbal Putri. Pengukuhan ini memberi arah tindak lanjut yang konkret: siswa terpilih diharapkan menyebarkan informasi kesehatan herbal yang benar dan menumbuhkan kebanggaan pada kekayaan bahan alam. Namun, gelar duta akan bermakna jika dibarengi kebiasaan memeriksa sumber, menyampaikan pesan secara bertanggung jawab, dan tidak mendorong swamedikasi tanpa pemahaman yang memadai. Di situlah peran duta herbal muda bisa melampaui seremoni—menjadi teman sebaya yang mengajak orang lain hidup lebih sehat sekaligus lebih cermat. Talkshow di SMAN 1 Tegal menunjukkan bahwa pendekatan sekolah dapat membuka percakapan penting; dampaknya bergantung pada bagaimana pengetahuan itu terus dibagikan setelah acara selesai.






