Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pohon Komitmen Mengajak Siswa Menepati Ikrar Perubahan

Pohon Komitmen Mengajak Siswa Menepati Ikrar Perubahan
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Dari semangat menjadi tindakan

Pohon komitmen siswa adalah media refleksi tempat anak menuliskan janji perubahan positif, lalu mengingatnya sebagai panduan untuk bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Gagasan itu menjadi inti peringatan Hari Sumpah Pemuda di SD Muhammadiyah Program Khusus Banyudono, Boyolali, pada Rabu (28/10/2026). Sebanyak 583 siswa kelas I hingga kelas VI menulis ikrar perubahan dan menempelkannya di pohon komitmen. Kegiatan ini lebih bermakna daripada sekadar seremoni: semangat persatuan mendapat bentuk yang dekat dengan pengalaman anak, yakni memilih kebiasaan baik yang bisa dilakukan sendiri. Sekolah mengarahkan ikrar tersebut untuk menumbuhkan karakter positif sekaligus memperkuat kecintaan kepada Tanah Air.

Ikrar kecil dengan sasaran yang jelas

Ketua panitia, Siti Munawaroh, menjelaskan bahwa siswa menulis ikrar untuk kebaikan, membacanya, lalu menempelkannya pada pohon komitmen. Contoh yang disebutkan mencakup bersikap jujur, bertutur sopan, dan tidak membuli teman. Rangkaian sederhana ini penting karena membantu anak mengubah nilai abstrak menjadi pilihan perilaku yang dapat mereka pahami. Ikrar perubahan siswa bukan hanya soal kalimat yang terdengar baik; kekuatannya bergantung pada apakah janji itu diulang dan dijalankan setelah acara usai. Dengan melibatkan siswa dari kelas I sampai VI, kegiatan ini memberi ruang bagi anak-anak pada berbagai jenjang untuk merumuskan perubahan sesuai kebiasaan mereka.

Simbol hanya berarti jika janji dijalankan

Kepala sekolah Pujiono menegaskan bahwa ikrar yang ditempel tidak boleh berhenti sebagai hiasan. Ia menyampaikan, “Janji yang menempel di pohon tidak akan mengubah Indonesia. Janji yang hidup dalam perilaku lah yang akan mengubah masa depan bangsa.” Pesan itu tepat sasaran: pohon komitmen baru bernilai ketika kejujuran, kepedulian, disiplin, dan sikap saling menghormati terlihat dalam keseharian siswa. Semangat persatuan yang diperingati melalui Hari Sumpah Pemuda perlu hadir dalam cara anak memperlakukan teman, menjaga persaudaraan, belajar dengan tekun, dan berani berbuat baik. Karena itu, keberhasilan kegiatan tidak semestinya diukur dari banyaknya ikrar yang terkumpul, melainkan dari kebiasaan yang bertahan.

Perubahan dimulai dari kebiasaan harian

Salah satu siswa, Pratama Arya Wijaya, menulis komitmen untuk tidak menunda tugas, tidak membuang sampah sembarangan, membatasi waktu bermain ponsel, dan memakai waktu untuk belajar. Contoh ini menunjukkan bahwa perubahan positif tidak harus dimulai dengan janji besar. Kebiasaan kecil yang jelas lebih mudah diperiksa dan dilatih setiap hari. Selain kegiatan menulis ikrar, sekolah juga mengadakan lomba menyanyi lagu nasional sebagai cara menanamkan nasionalisme. Namun, nilai peringatan itu akan paling terasa bila semangat kebangsaan dan persatuan berlanjut di luar acara. Pohon komitmen dapat menjadi pengingat, tetapi teladan dan pembiasaanlah yang membuat ikrar tumbuh menjadi karakter.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!