Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Rumput Laut ke Camilan Bersertifikat: Kampus Mengawal UMKM Naik Kelas

Dari Rumput Laut ke Camilan Bersertifikat: Kampus Mengawal UMKM Naik Kelas
Minat|Memilih Bahan Makanan

Pengolahan pangan lokal tidak cukup lezat, ia harus legal

Pengolahan pangan lokal adalah proses mengubah bahan pangan yang tersedia di lingkungan setempat, seperti hasil perikanan, umbi, atau sayuran daerah, menjadi produk olahan bernilai tambah yang memenuhi standar keamanan pangan, sertifikasi halal, dan persyaratan izin edar agar bisa dipasarkan lebih luas dan berkelanjutan. Intinya: rasa enak saja tidak lagi cukup. Minuman jelly rumput laut karya siswa SMKN 4 Pangkalpinang yang kemudian dipelajari kader TP PKK Kelurahan Air Mawar menunjukkan bagaimana bahan sederhana bisa naik kelas menjadi produk unggulan lokal jika diolah dengan ilmu dan standar yang jelas. Di sisi lain, Tim Ekspedisi Patriot dari sebuah universitas menegaskan hal yang sama ketika mendorong produk olahan kader SMART Posyandu Prafi agar memenuhi standar keamanan pangan, izin edar, dan sertifikasi halal.

Rumput laut jadi minuman jelly: contoh konkret produk unggulan lokal

Transformasi rumput laut menjadi minuman jelly berbagai varian rasa oleh siswa SMKN 4 Pangkalpinang adalah bukti bahwa pengolahan pangan lokal mampu menciptakan nilai jual baru. Pelatihan vokasional pengolahan hasil perikanan yang digelar di sekolah ini bukan sekadar demo resep, melainkan pintu masuk bagi kader PKK Air Mawar untuk membaca peluang usaha UMKM yang nyata. Noni Hidayat Arsani secara tegas mendorong agar keterampilan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan menjadi produk unggulan lokal bernilai ekonomi yang bisa diolah, dikemas, dan dipasarkan secara serius. Di sinilah standar keamanan pangan mulai dibicarakan: sebelum produk keluar ke pasar, perlu sertifikasi agar aman dikonsumsi dan usaha UMKM berkelanjutan. Tanpa keberanian mengejar sertifikasi, inovasi rumput laut hanya akan berhenti di ruang kelas.

Yang menarik, proses belajar ini berlangsung dua arah. Kader PKK tidak hanya menerima materi, tetapi ikut praktik langsung bersama 15 siswa jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHP). Kolaborasi ini memperlihatkan model pemberdayaan kelompok masyarakat yang sehat: pengetahuan teknis dari dunia pendidikan bertemu pengalaman sosial kader di akar rumput. Dampaknya terasa personal, seperti diungkapkan salah satu peserta, Linda Yustika, yang mengaku mendapatkan ide untuk mengembangkan usaha baru berkat pengalaman ini. Pernyataan itu menegaskan bahwa ketika pelatihan menyentuh aspek praktis, ia menggerakkan imajinasi usaha, bukan hanya menambah sertifikat. Rumput laut yang dulu mungkin hanya direbus atau dijual mentah, kini punya masa depan sebagai minuman jelly yang bisa dibanggakan sebagai produk unggulan lokal.

Tim Ekspedisi Patriot: dari camilan lokal ke sertifikasi halal UMKM

Jika rumput laut menunjukkan sisi kreatif pengolahan pangan lokal, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari sebuah universitas menunjukkan sisi kedisiplinannya. Dalam kegiatan Camilan Sehat yang diikuti 40 kader SMART Posyandu Prafi di Balai Pertemuan Aimasi, Kabupaten Manokwari, tim ini fokus pada standar keamanan pangan, izin edar, dan sertifikasi halal sebagai tiket masuk ke pasar yang lebih luas. Mereka sengaja mempertemukan kader dengan BPOM setempat dan pendamping proses produk halal agar pelaku tidak lagi meraba-raba jalur perizinan. Di sini garis tegas ditarik: UMKM camilan lokal tidak boleh puas dengan label “rumahan”. Mereka perlu memahami perbedaan jalur SPP-IRT dan BPOM MD, informasi wajib pada label, hingga karakteristik produk yang menentukan jenis izin yang tepat.

Kader mempresentasikan keripik bayam, pisang, keladi, sale pisang, dan olahan lokal lain berbahan baku Prafi untuk diurai kekuatannya dan kelemahannya satu per satu. Menurut Ketua Tim, Dr Muthmainnah SKM MKes, tugas lanjutan bukan lagi mengajarkan cara memasak, melainkan menata proses produksi agar siap menghadapi persyaratan perizinan melalui pencatatan bahan, perbaikan kemasan, dan penyesuaian jalur izin. Kutipan kuncinya lugas: dengan penguatan ini, produk kader memiliki dasar yang lebih kuat untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Sertifikasi halal UMKM bukan sekadar stempel keagamaan; ia menjadi jaminan mutu dan alat tawar di pasar modern yang semakin peduli pada standar keamanan pangan.

Dari Rumput Laut ke Camilan Bersertifikat: Kampus Mengawal UMKM Naik Kelas

Standar keamanan pangan dan rantai pasok: tantangan yang tidak boleh diabaikan

Baik program rumput laut maupun Camilan Sehat sama-sama menegaskan satu hal: standar keamanan pangan adalah fondasi, bukan pelengkap. Noni Hidayat mengingatkan bahwa sebelum produk UMKM dipasarkan, aspek keamanan pangan wajib diperhatikan dan perlu sertifikasi agar usaha tetap berkelanjutan. Di sisi lain, TEP meminta kader menelusuri bahan baku hingga detail: bahan tambahan apa yang digunakan, sebersih apa peralatan, seberapa tertib proses produksi, dan dokumen apa saja yang harus diunggah ke sistem SIHALAL untuk sertifikasi halal UMKM. Pendekatan ini mendorong pelaku memahami rantai pasok, bukan hanya resep. Persoalan pasokan daging halal bahkan diangkat ke pemerintah kabupaten karena tanpa pasokan yang terjamin, standar halal tinggal tulisan di sertifikat.

Rencana tindak lanjutnya pun jelas. Setelah pelatihan, tim akan mendampingi peningkatan kebersihan produksi, penyusunan label, penyiapan dokumen halal, hingga pemasaran bersama siswa sebagai mitra kader. Ini contoh pemberdayaan kelompok masyarakat yang tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi terus mengawal implementasi. Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan, pekerjaan layak, industrialisasi berbasis inovasi, dan kemitraan lintas aktor. Artinya, ketika sebuah minuman jelly rumput laut atau keripik bayam lokal berhasil menembus izin edar dan sertifikasi halal, keberhasilan itu bukan hanya milik satu UMKM, tetapi bagian dari ekosistem pembangunan yang lebih luas.

Kesimpulan: kampus harus menjadi mesin penggerak UMKM halal dan aman

Pelajaran utama dari dua kisah ini jelas: program universitas tidak boleh berhenti pada seminar ide, tetapi harus menyentuh dapur produksi, meja pelabelan, dan jalur perizinan. Pengolahan pangan lokal seperti rumput laut menjadi minuman jelly hanya akan berumur panjang bila sejak awal dirancang sebagai produk unggulan lokal yang patuh standar keamanan pangan dan siap mengejar sertifikasi halal UMKM. Pemberdayaan kelompok masyarakat—kader PKK, kader posyandu, hingga siswa vokasi—membuktikan bahwa ketika ilmu akademik turun ke lapangan, potensi ekonomi lokal menemukan bentuk konkretnya. Ke depan, keberanian mengkombinasikan inovasi rasa, disiplin proses, dan keseriusan mengurus izin harus menjadi reputasi baru pelatihan UMKM. Tanpa itu, kita hanya akan terus menghasilkan produk lezat yang berhenti di lingkaran tetangga, bukan di rak-rak pasar yang lebih luas.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!