Tahap awal yang menentukan
Stadion Untia Makassar adalah stadion sepak bola yang direncanakan di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, dengan kapasitas sekitar 15.000 penonton dan tanpa lintasan atletik. Kini proyek memasuki tahap penyiapan lahan, langkah yang akan menentukan kesiapan pembangunan struktur utamanya. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau pekerjaan pada Senin, 26 Oktober 2026, saat penimbunan dan pemadatan sedang berlangsung.
Penimbunan lahan stadion bukan sekadar pekerjaan awal yang bisa dikejar dengan menambah armada. Kualitas tanah urug, metode pemadatan, kondisi tanah, dan pengawasan teknis harus menjadi ukuran keberhasilan. Dinas Pekerjaan Umum menyatakan dokumen perencanaan, termasuk studi kelayakan dan sertifikasi lahan, telah disiapkan. Itu memberi dasar bagi pekerjaan fisik, tetapi belum menghapus risiko di lapangan: persiapan yang terburu-buru dapat menjadi masalah ketika konstruksi utama dimulai.

Kejar jadwal sebelum hujan
Pemkot Makassar mempercepat penimbunan dan pemadatan untuk membuka jalan bagi konstruksi pada awal 2027. Pemerintah juga berupaya memaksimalkan sisa musim kemarau, sebab hujan lebat dapat menghambat pekerjaan dasar. Munafri meminta pekerjaan tahap awal dimaksimalkan hingga akhir Oktober 2026 agar jadwal konstruksi berikutnya tetap mungkin dikejar.
Kecepatan memang penting, tetapi bukan alasan untuk melonggarkan standar. Munafri menekankan legalitas sumber material timbunan dan konsistensi pengawasan, sehingga persoalan administrasi maupun mutu tidak mengganjal proyek. Keseimbangan ini akan menjadi ujian nyata bagi pembangunan stadion Makassar: target waktu hanya bernilai jika lahan benar-benar siap menopang bangunan. Pemerintah perlu menyampaikan perkembangan dan kendala secara terbuka, bukan hanya mengandalkan optimisme jadwal.

Kapasitas besar, manfaat harus terasa
Kapasitas Stadion Untia sekitar 15.000 penonton dirancang untuk fasilitas sepak bola dengan kursi individual dan tanpa lintasan atletik. Skala itu menjanjikan ruang bagi pertandingan dan kegiatan olahraga yang lebih representatif, tetapi kapasitas besar saja tidak menjamin manfaat bagi warga. Akses, pengelolaan, dan keterlibatan masyarakat sekitar akan ikut menentukan apakah stadion menjadi fasilitas publik yang hidup atau hanya bangunan besar.
Munafri mengatakan warga Untia perlu diberdayakan dalam pembangunan, agar masyarakat sekitar ikut merasakan dampak ekonomi proyek. Janji itu sebaiknya diterjemahkan menjadi kesempatan kerja dan keterlibatan lokal yang nyata, disertai komunikasi rutin dengan warga dan tokoh setempat. Dengan begitu, manfaat proyek tidak berhenti pada hari pertandingan dan tidak hanya dinikmati pengguna stadion.

Target akhir 2027 perlu dijaga dengan disiplin
Setelah penyiapan lahan, Pemkot menargetkan konstruksi dimulai pada awal 2027 dengan masa pengerjaan sekitar satu tahun. Munafri menyebut sasaran stadion rampung pada akhir Desember 2027. Rentang itu ambisius: jadwal konstruksi harus berjalan beriringan dengan pengendalian mutu, kesiapan teknis, dan antisipasi cuaca, bukan menggantikan semuanya.
Karena itu, progres penimbunan perlu dinilai dari hasil pemadatan dan kepatuhan pada persyaratan, bukan semata-mata dari cepatnya pekerjaan terlihat di lapangan. Jika fondasi lahannya disiapkan cermat dan warga dilibatkan, Stadion Untia berpeluang menjadi aset olahraga sekaligus penggerak kegiatan ekonomi setempat. Kesimpulannya, percepatan layak didukung, tetapi ketepatan kerja harus tetap menjadi syarat utama agar target akhir 2027 tidak mengorbankan mutu.






