Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jalan TMMD ke-130 di Nias Capai 65 Persen

Jalan TMMD ke-130 di Nias Capai 65 Persen
Minat|Asia Tenggara

Jalan menjadi ukuran utama kemajuan

TMMD ke-130 Nias adalah program pembangunan terpadu yang memadukan pekerjaan infrastruktur dan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Nias. Ukuran kemajuannya kini terlihat pada pembukaan badan jalan sepanjang 1,5 kilometer, yang telah mencapai progres 65 persen. Capaian ini penting karena akses jalan yang lebih baik dapat menunjang mobilitas dan aktivitas warga di wilayah sasaran. Namun, angka tersebut juga menegaskan bahwa pekerjaan belum selesai: penyelesaian jalan tetap menjadi tolok ukur yang perlu diperhatikan hingga seluruh sasaran tercapai. Pembangunan jalan Nias melalui TMMD karena itu bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan investasi akses bagi masyarakat yang akan menggunakan jalur tersebut.

Pekerjaan dilakukan bertahap oleh personel Satgas bersama masyarakat setempat. Keterlibatan warga memberi program ini nilai lebih: pembangunan berlangsung dengan partisipasi masyarakat, bukan hanya untuk mereka. Meski demikian, progres 65 persen sebaiknya dibaca sebagai capaian sementara, bukan tanda bahwa manfaat penuh sudah dirasakan. Pengawasan terhadap tahapan berikutnya tetap penting agar jalan dapat diselesaikan sesuai sasaran.

Jalan TMMD ke-130 di Nias Capai 65 Persen

Paparan kepada Tim Wasev merangkum capaian

Pada Rabu, 28 Oktober 2026, Komandan Kodim 0213/Nias sekaligus Dansatgas TMMD, Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., memaparkan perkembangan pembangunan dan pemberdayaan kepada Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev). Paparan berlangsung di Ruang Data Makodim 0213/Nias. Tim dipimpin Kolonel Kav Jonny Harianyanto Gulo, S.I.P., M.H.I., didampingi Lettu CPM Andika.

Pengawasan ini diperlukan agar capaian fisik dan nonfisik dapat dinilai terhadap rencana, sekaligus menunjukkan bagian mana yang masih harus dikejar. Selain jalan, laporan mencakup penyuluhan tanggap bencana, pertanian, hukum, dan bahaya narkoba yang telah mencapai 100 persen. Sebaliknya, sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan keluarga berencana, kesehatan, serta edukasi pencegahan stunting masih menunggu jadwal pelaksanaan. Perbedaan status tersebut membuat paparan Tim Wasev lebih bermakna daripada sekadar daftar kegiatan: ia memberi gambaran tentang pekerjaan yang tuntas dan agenda yang masih tertunda.

Program unggulan menyentuh kebutuhan sehari-hari

Program TNI AD dalam TMMD mencakup sasaran yang dekat dengan kebutuhan dasar warga. Lima titik sumur bor disiapkan untuk mendukung ketersediaan air bersih, masing-masing di Kantor Camat Somolo Molo, lingkungan Gereja Katolik Desa Lewuoguru I, SD Negeri Lewuoguru I, Kantor Desa Lewuoguru I, dan Desa Iodano. Progres sumur bor di Kantor Camat Somolo Molo tercatat 23 persen, sedangkan pekerjaan di empat titik lainnya berlanjut sesuai tahapan. Ini menunjukkan bahwa sasaran program beragam, tetapi kecepatannya belum seragam.

Satgas juga merehabilitasi lima rumah tidak layak huni untuk membantu warga memperoleh hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman. Capaian rumah Setiaman Gulo mencapai 50 persen, Yutisa Halawa 40 persen, Tahonogo Lombu 25 persen, Neliyusman Gulo 35 persen, dan Fatinah Halawa 25 persen. Di bidang sanitasi, lima unit MCK dibuat atau direhabilitasi: dua titik di SD Negeri Lewuoguru I mencapai 70 persen, satu di Desa Iodano 65 persen, dan dua lainnya di Desa Lewuoguru I masing-masing 65 persen. Angka-angka ini memperlihatkan bahwa manfaat program akan bergantung pada penyelesaian setiap sasaran, bukan hanya jalan.

Pemberdayaan dan lingkungan melengkapi pembangunan

Capaian TMMD turut mencakup program lingkungan dan sosial. Pengelolaan ketahanan pangan di lahan seluas satu hektare, penanaman 500 bibit pohon keras di lahan satu hektare, serta pembersihan fasilitas umum masing-masing telah mencapai 100 persen. Satgas juga merencanakan pemberian 100 paket makanan bergizi bagi anak-anak yang mengalami stunting sebagai bagian dari dukungan terhadap perbaikan gizi.

Dua rumah ibadah juga masuk sasaran rehabilitasi: Gereja AFY di Desa Iodano telah mencapai 70 persen, sementara Gereja Katolik St. Bartolomeus di Desa Lewuoguru I mencapai 50 persen. Gabungan sasaran ini memperluas arti pembangunan desa, dari akses jalan hingga air, hunian, sanitasi, ruang ibadah, dan kepedulian sosial. Kesimpulannya, progres jalan TMMD yang mencapai 65 persen memberi tanda kemajuan, tetapi keberhasilan TMMD ke-130 Nias akan ditentukan oleh penyelesaian seluruh sasaran serta kelanjutan agenda pemberdayaan yang masih menunggu jadwal.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!