Pengawasan harus diukur dari manfaat bagi warga
TMMD ke-130 Nias adalah program TNI Manunggal Membangun Desa yang memadukan pembangunan infrastruktur dengan kegiatan nonfisik untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran. Pada Rabu, 28 Oktober 2026, Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) meninjau sejumlah lokasi di wilayah Kodim 0213/Nias untuk melihat progres pekerjaan dan mengevaluasi pelaksanaan program di lapangan. Peninjauan ini penting, tetapi nilai sebuah program tidak berhenti pada laporan kemajuan: ketepatan sasaran dan manfaat yang dirasakan warga juga harus menjadi ukuran. Tim dipimpin Kolonel Kav Jonny Harianyanto Gulo bersama Lettu CPM Andika. Pemeriksaan langsung dapat membantu menemukan pekerjaan yang perlu dioptimalkan sebelum kegiatan berakhir, sementara koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi penentu agar pembangunan menjawab kebutuhan setempat.
Jalan 1,5 kilometer masih dalam pengerjaan
Capaian yang paling terlihat adalah pembukaan badan jalan sepanjang 1,5 kilometer, dengan progres jalan TMMD dilaporkan mencapai 65 persen saat dipaparkan kepada Tim Wasev pada 28 Oktober 2026. Angka itu menandakan pekerjaan sudah berjalan, tetapi masih menyisakan bagian yang harus dituntaskan. Karena itu, pengawasan program TMMD semestinya tidak hanya mencatat persentase, tetapi juga memastikan pelaksanaan tetap sesuai rencana dan menghasilkan akses yang berguna bagi warga. Pembangunan dilakukan bertahap oleh personel Satgas bersama masyarakat. Jalan tersebut diharapkan mendukung aksesibilitas, aktivitas, dan mobilitas warga di wilayah sasaran. Dampak itu akan bergantung pada penyelesaian pekerjaan serta kesesuaiannya dengan kebutuhan pengguna sehari-hari.

Pemberdayaan melengkapi pembangunan fisik
Pengawasan tidak terbatas pada jalan. Evaluasi juga mencakup pencapaian sasaran fisik dan nonfisik, termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Nias. Sejumlah penyuluhan telah rampung 100 persen: tanggap bencana, pertanian, hukum, serta bahaya penyalahgunaan narkoba. Agenda lain—wawasan kebangsaan dan bela negara, keluarga berencana, kesehatan, serta pencegahan stunting—masih menunggu pelaksanaan sesuai jadwal. Pembagian ini penting: jalan dapat memperbaiki konektivitas, sedangkan penyuluhan berpotensi menambah pengetahuan dan kesadaran warga. Namun, keberhasilan kegiatan nonfisik juga perlu dinilai dari relevansi materi dan jangkauannya, bukan hanya status selesai. Memeriksa kesesuaian setiap kegiatan dengan sasaran membantu memastikan program memberi manfaat yang lebih luas daripada sekadar memenuhi daftar pekerjaan.
Capaian perlu diikuti penyelesaian dan dampak
Komandan Kodim 0213/Nias sekaligus Dansatgas TMMD, Letkol Inf Indra Rukmana, memaparkan perkembangan pekerjaan kepada Tim Wasev. Tim kemudian meninjau titik pembangunan untuk mengevaluasi kemajuan dan mengidentifikasi hal yang perlu dioptimalkan agar kegiatan selesai sesuai target. Tahap berikutnya adalah menuntaskan sasaran fisik dan menjalankan agenda nonfisik yang masih terjadwal, sambil menjaga koordinasi antara Satgas, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tim juga mengingatkan personel agar bersikap humanis ketika berinteraksi dengan warga. Arah pengawasan ini tepat: capaian 65 persen merupakan potret sementara, bukan hasil akhir. TMMD ke-130 akan layak disebut tepat sasaran bila jalan selesai, kegiatan pemberdayaan terlaksana, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ukuran keberhasilan akhirnya bukan banyaknya laporan, melainkan perubahan yang dapat digunakan warga.






