Geely elektrifikasi GIIAS: Strategi frontal di pasar Jawa Timur
Geely elektrifikasi GIIAS Surabaya adalah langkah strategis pabrikan untuk memasuki dan memperkuat pasar Jawa Timur dengan menghadirkan tiga model kendaraan elektrifikasi sekaligus, menggabungkan harga mulai sekitar harga Rp248 juta, teknologi baterai dan hybrid, serta jaringan diler 3S untuk mengatasi kekhawatiran konsumen soal jarak tempuh, biaya perawatan, dan layanan purnajual di wilayah dengan populasi mobil penumpang yang sangat besar.
Geely Auto Indonesia tidak lagi sekadar "uji pasar" di Jawa Timur; mereka datang ke GIIAS Surabaya dengan formasi penuh: EX2, EX5, dan Starray EM-i, plus Coolray sebagai model yang sudah lebih dulu dikenal. Ini sinyal jelas bahwa Jawa Timur pasar yang ingin digarap serius, bukan pelengkap. Dengan populasi mobil penumpang 5,58 juta unit pada 2025 menurut BPS, wilayah ini memang salah satu episentrum otomotif nasional. Menggunakan panggung pameran otomotif terbesar di kota untuk meluncurkan tiga model elektrifikasi sekaligus adalah langkah agresif yang menggabungkan efek publikasi, edukasi teknologi, dan penjualan langsung dalam satu paket.

EX2: Mobil listrik terjangkau sebagai pintu masuk utama
Kunci strategi Geely ada pada EX2: mobil listrik terjangkau yang dimaksudkan sebagai pintu masuk massal ke era elektrifikasi. Dengan harga Rp248,9 juta untuk varian Pro dan Rp278,9 juta untuk Max OTR Surabaya, EX2 sengaja ditempatkan agar mengganjal pilihan LCGC dan city car konvensional di benak konsumen menengah yang mulai melirik EV. Radius putar 4,95 meter membuatnya sangat masuk akal untuk lalu lintas padat dan jalan sempit perkotaan.
EX2 bukan produk coba-coba; secara global small EV ini sudah terjual 552.379 unit dalam periode Januari 2025–April 2026, menjadikannya small EV terlaris di dunia menurut IHS Sales Data. Kutipan yang paling menggambarkan niat Geely datang dari Constantinus Herlijoso: “Di Jawa Timur, kami melihat peluang besar untuk memperluas adopsi kendaraan elektrifikasi melalui pilihan produk yang sesuai kebutuhan harian hingga perjalanan jarak jauh”. Paket wall charger plus instalasi dasar dan portable charger, ditambah klaim biaya perawatan sekitar Rp1,4 juta per tahun hingga 100.000 km, membuat kalkulasi total biaya kepemilikan EX2 tampak menggoda untuk pengguna harian di kota besar Jawa Timur.

EX5 dan Starray EM-i: Menutup celah jarak dan kecemasan baterai
Jika EX2 adalah kartu pembuka, EX5 dan Starray EM-i adalah alat Geely untuk menutup celah kebutuhan yang lebih berat: daya jelajah panjang dan kenyamanan keluarga. EX5 hadir sebagai SUV listrik dengan jarak tempuh hingga 495 km (NEDC), dengan banderol Rp472 juta untuk Pro dan Rp512 juta untuk Max OTR Surabaya. Bagi konsumen Jawa Timur yang rutin menempuh rute antarkota, angka jarak tempuh ini langsung menyasar kekhawatiran utama: takut kehabisan daya di tengah perjalanan.
Sementara itu, Starray EM-i menangani jenis kecemasan lain: ketidaksiapan infrastruktur pengisian daya di luar kota. Sebagai PHEV seharga Rp504 juta, model ini menggabungkan motor listrik dan mesin bensin dengan klaim jarak tempuh total lebih dari 1.000 km. Bagi banyak keluarga di Jawa Timur yang masih ragu beralih penuh ke listrik, kombinasi ini memberikan rasa aman psikologis. Tambahan garansi baterai seumur hidup untuk EX5 dan hingga 8 tahun atau 180.000 km untuk Starray EM-i, plus biaya servis yang diklaim murah per bulan, menunjukkan bahwa Geely sadar harga beli saja tidak cukup; stabilitas biaya operasional jangka panjang adalah senjata utama di segmen menengah.

Jaringan diler 3S dan implikasinya bagi konsumen Jawa Timur
Kehadiran mobil listrik tanpa dukungan layanan purnajual sering berakhir menjadi gimmick. Di sini, Geely tampak memahami bahwa Jawa Timur pasar yang menuntut kepastian servis, suku cadang, dan nilai jual kembali. Empat diler 3S sudah beroperasi: dua di Surabaya (Gubeng dan Mayjen Sungkono), satu di Jemursari, dan satu di Malang. Target 80 jaringan diler secara nasional memperlihatkan ambisi jangka panjang, bukan sekadar numpang tampil di pameran.
Bagi konsumen, implikasinya konkret: test drive bisa dilakukan langsung di Booth F, Lantai 3, Grand City Convex Surabaya selama GIIAS Surabaya hingga 30 Agustus 2026, lalu ditindaklanjuti dengan proses pembelian dan servis di diler terdekat. Dengan biaya perawatan EX2 yang diklaim sekitar Rp1,4 juta per tahun dan paket servis hemat untuk EX5 dan Starray EM-i, Geely berusaha mematahkan anggapan bahwa mobil listrik selalu mahal dirawat. Jika konsistensi layanan terjaga, kombinasi jaringan 3S dan biaya operasional rendah bisa menjadi argumen kuat bagi keluarga menengah di Jawa Timur yang selama ini setia pada mobil bensin konvensional.

Kesimpulan: Langkah berani yang memaksa pasar menilai ulang EV
Masuk ke Jawa Timur dengan tiga model elektrifikasi sekaligus, harga mulai Rp248,9 juta, dan dukungan diler 3S adalah resep agresif yang jarang terlihat di segmen mobil listrik terjangkau. EX2 menangani kebutuhan mobilitas kota, EX5 menggarap pemakai jarak jauh berbasis listrik penuh, dan Starray EM-i menjadi jembatan bagi mereka yang belum siap melepas bensin. Bagi konsumen, dampaknya jelas: pilihan elektrifikasi tidak lagi eksklusif, melainkan mulai menyentuh kantong menengah yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan mobil penumpang Jawa Timur. Tantangan ke depan adalah pembuktian di dunia nyata: keandalan, nilai jual kembali, dan konsistensi layanan. Namun sebagai langkah awal, Geely memaksa pasar untuk menilai ulang apa yang layak disebut EV "masuk akal" di Jawa Timur.






