GIIAS Surabaya dan Strategi Elektrifikasi Honda: Culture. Evolved.
GIIAS Surabaya adalah pameran otomotif yang menampilkan arah baru mobilitas, dan kehadiran Honda tahun ini menjadi studi kasus penting tentang bagaimana sebuah merek mapan menata strategi kendaraan elektrifikasi melalui kombinasi mobil listrik penuh, sport hybrid, dan model konvensional yang diperbarui untuk menjawab perubahan selera pasar perkotaan dan kebutuhan efisiensi jangka panjang. Honda Surabaya Center memanfaatkan panggung GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya yang berlangsung 26–30 Agustus di Grand City Convention and Exhibition untuk menguji resonansi tema “Culture. Evolved.” secara nyata di depan publik. Alih-alih sekadar membawa satu model ramah lingkungan, mereka mempresentasikan ekosistem: Honda Super-ONE listrik, Honda Prelude hybrid, dan HR-V RS e:HEV Mugen sebagai jembatan antara bensin dan elektrifikasi. Pendekatan ini menunjukkan opini yang jelas: transisi tidak harus radikal, tapi bertahap, dengan konsumen diberi pilihan teknologi sesuai kesiapan masing-masing. Di tengah pasar yang makin padat pemain baru, Honda memilih bermain di kekuatan lama—karakter berkendara menyenangkan—dan mengangkutnya ke era listrik.

Honda Super-ONE Listrik: Pocket Rocket Sebagai Flagship Baru
Honda Super-ONE listrik muncul sebagai bintang booth dan praktis menjadi pernyataan flagship Honda untuk segmen EV compact. Mobil ini bukan sekadar "mobil listrik mungil", tapi manifestasi bagaimana merek tersebut menolak anggapan bahwa kendaraan listrik harus membosankan. Konsep "Pocket Rocket" diterjemahkan lewat BOOST Mode untuk akselerasi instan, Simulated 7-Speed Gear Shift, dan Active Sound Control yang menjaga sensasi sporti meski tenaga berasal dari baterai. Di sisi pengalaman pengguna, Super-ONE tidak pelit fitur: layar audio 9 inci dengan Google Built-in, koneksi Wireless Apple CarPlay/Android Auto, dan paket keselamatan Honda SENSING menempatkannya di kelas EV urban yang serius, bukan mainan. Model ini diimpor utuh (CBU) dari Jepang dan dijual terbatas hanya 100 unit pada alokasi awal, dengan harga Rp445.000.000 (OTR Surabaya) untuk warna Crystal Black Pearl. Pilihan warna dua nada seperti Boost Violet Pearl dan Luminous Grey Metallic menambah Rp10 juta, memperjelas positioning sebagai EV lifestyle yang eksklusif namun masih rasional bagi pasar perkotaan mapan.
| Aspek | Honda Super-ONE Listrik | Opini Posisi Pasar |
|---|---|---|
| Konsep | Pocket Rocket, compact EV berbasis baterai | Diarahkan ke pengguna kota yang mengutamakan kelincahan dan gaya. |
| Performa Rasa Berkendara | BOOST Mode, Simulated 7-Speed Gear Shift, Active Sound Control | Membidik konsumen yang khawatir mobil listrik kehilangan rasa sporti. |
| Fitur Kabin | Layar 9 inci Google Built-in, Wireless CarPlay/Android Auto, Honda SENSING | Menguatkan citra EV modern dan aman, setara atau lebih dari pesaing sekelas. |
| Ketersediaan dan Harga | CBU Jepang, 100 unit awal, Rp445.000.000 + opsi two-tone Rp10 juta | Strategi kelangkaan untuk menjaga eksklusivitas dan menguji minat pasar EV compact. |

Honda Prelude Hybrid: Sport Mid-Range Santai Beradaptasi
Jika Super-ONE menjadi wajah masa depan EV kota, Honda Prelude hybrid adalah jembatan emosional bagi penggemar performa yang belum siap total listrik. Honda menempatkan Prelude sebagai sport hybrid mid-range: cukup kencang untuk pemilik sedan sport, namun menawarkan efisiensi bahan bakar yang masuk akal di tengah regulasi emisi yang makin ketat. Fitur S+ Shift dirancang memberi akselerasi emosional, sementara audio premium BOSE dan layar kluster interaktif 10,2 inci mengemas pengalaman berkendara yang lebih dewasa dan mewah. Strategi ini cerdas: daripada memaksa penggemar mesin bensin lompat ke EV murni, Honda menawarkan kompromi teknologi hybrid yang tetap menyisakan rasa mekanis. Kehadiran Honda Prelude di booth sebagai special display berdampingan dengan HR-V Mugen menunjukkan bahwa elektrifikasi untuk Honda tidak identik dengan meninggalkan gaya atau karakter sport mereka. Ini mengirim sinyal bahwa segmen sport mid-range akan menjadi medan penting dalam perang kendaraan elektrifikasi Honda Super-ONE listrik dan Honda Prelude hybrid beberapa tahun ke depan.
Lineup Konvensional, Hybrid, dan EV: Menafsirkan Culture. Evolved.
Tema "Culture. Evolved." bukan sekadar slogan; lineup Honda di GIIAS Surabaya membuktikan evolusi budaya berkendara yang diusung dilakukan melalui spektrum penuh teknologi. Di satu sisi ada Honda Super-ONE sebagai EV murni, di sisi lain Honda Prelude sebagai sport hybrid, dan Honda HR-V RS e:HEV Mugen GIIAS Edition sebagai SUV hybrid dengan gaya agresif—lengkap dengan front & rear spoiler, wing spoiler, side decal, dan RS Sport Silencer. Di luar trio utama itu, hadir pula STEP WGN e:HEV Special Edition, New Brio Satya Special Edition, dan New WR-V, menegaskan bahwa Honda belum menutup pintu bagi mesin konvensional, tetapi memelintirnya dengan sentuhan efisiensi dan gaya baru. Menurut Presiden Director Honda Surabaya Center, teknologi dan produk Honda akan selalu berkembang tanpa meninggalkan identitas "Joy of Driving" yang emosional dan menyenangkan. Pernyataan ini layak dikutip sebagai kompas strategi: Honda tidak mau jadi merek utilitarian semata dalam era elektrifikasi, melainkan tetap mengutamakan rasa berkendara sebagai jualan utama.
Positioning Kompetitif Honda di Pasar Elektrifikasi dan Implikasi Bagi Konsumen
Di pasar yang makin dipenuhi pemain EV baru dan brand teknologi, strategi Honda di GIIAS Surabaya terasa konservatif namun terukur. Alih-alih mengejar sensasi dengan satu halo car listrik ultra-mahal, mereka hadir dengan portofolio kendaraan elektrifikasi Honda yang konkret: dari EV compact Honda Super-ONE listrik, ke sport hybrid Honda Prelude hybrid, hingga hybrid keluarga seperti HR-V dan STEP WGN e:HEV. Kehadiran model konvensional seperti Brio dan WR-V tetap dipertahankan untuk konsumen yang memprioritaskan harga dan kepraktisan, sekaligus diberi insentif melalui program bunga 0%, trade-in value, dan paket perawatan. Bagi pecinta otomotif di Jawa Timur, booth Honda di GIIAS Surabaya menjadi tempat melihat langsung bagaimana masa depan merek ini: transisi bertahap, bukan revolusi mendadak. Pengunjung bisa merasakan langsung perbedaan karakter melalui test drive STEP WGN e:HEV, HR-V e:HEV, dan WR-V, sehingga pilihan teknologi tidak hanya berdasarkan brosur. Honda menempatkan diri sebagai pilihan aman bagi konsumen yang ingin masuk ke era elektrifikasi tanpa mengorbankan kenyamanan, jaringan layanan, dan rasa berkendara yang sudah mereka kenal.






