Geely mengincar Jawa Timur lewat trio mobil listrik dan hybrid
Peluncuran Geely EX2, EX5, dan Starray EM-i di GIIAS Surabaya 2026 adalah langkah strategis pabrikan untuk menawarkan kombinasi mobil listrik murni dan plug-in hybrid berharga kompetitif, menyasar konsumen urban hingga pengguna jarak jauh yang mulai melirik elektrifikasi sebagai alternatif mobilitas harian dan perjalanan antar-kota. Geely Auto Indonesia memperkuat cengkeramannya di Jawa Timur dengan memboyong tiga mobil elektrifikasi unggulan ke GIIAS Surabaya 2026, mendampingi Coolray yang sudah lebih dulu hadir. Berdasarkan data resmi, populasi mobil penumpang di Jawa Timur mencapai 5,58 juta unit pada 2025, menjadikan wilayah ini salah satu episentrum pasar otomotif terbesar. Artinya, GIIAS Surabaya dijadikan laboratorium nyata untuk menguji seberapa jauh Geely mobil listrik bisa menggoda pasar yang selama ini nyaman dengan mesin bensin.

EX2: kartu truf harga untuk segmen entry-level perkotaan
Kartu truf utama Geely adalah EX2: small EV kompak yang diposisikan sebagai harga mobil listrik terjangkau untuk pasar perkotaan. EX2 dibanderol mulai Rp248,9 juta untuk varian Pro dan Rp278,9 juta untuk varian Max (OTR Surabaya), sekaligus menjadi pintu masuk konsumen ke dunia EV. Geely menyertakan wall charger, instalasi dasar, dan portable charger di tiap pembelian, sehingga hambatan awal soal pengisian daya langsung dipangkas. Biaya perawatan berkala diklaim rata-rata hanya Rp1,4 juta per tahun hingga 100.000 km, menjadikan total cost of ownership EX2 sangat menggoda bagi komuter harian. Tidak heran EX2 menyandang predikat small EV terlaris di dunia dengan penjualan global 552.379 unit pada periode Januari 2025–April 2026; angka ini bukan sekadar pencapaian, tapi juga alat promosi psikologis untuk meyakinkan pembeli baru.

EX5 dan Starray EM-i: mengunci segmen mid-range dengan jarak tempuh panjang
Jika EX2 menggarap entry-level, maka Geely EX5 dan Starray EM-i diposisikan mengunci segmen mid-range yang menuntut ruang dan jarak tempuh lebih panjang. EX5 adalah SUV listrik dengan daya jelajah hingga 495 km (NEDC), dijual mulai Rp472 juta untuk Pro dan Rp512 juta untuk Max, lengkap dengan garansi baterai seumur hidup. Strategi ini menempatkan EX5 sebagai opsi premium-logis: harga masih di tengah, tetapi fitur jarak tempuh dan garansi baterai menyerupai kelas lebih tinggi. Di sisi lain, Starray EM-i hybrid plug-in dibanderol Rp504 juta dan menawarkan kombinasi motor listrik serta mesin bensin dengan jarak tempuh total lebih dari 1.000 km, menjawab kecemasan kehabisan daya pada perjalanan antar-kota. Ini memberi konsumen pilihan jelas: Geely EX2 EX5 untuk listrik murni, atau Starray EM-i hybrid bagi yang enggan bergantung penuh pada charging infrastructure.

Fokus Jawa Timur: ekspansi regional yang pragmatis, bukan sekadar pameran
Keputusan Geely memusatkan gebrakan di GIIAS Surabaya 2026 bukan langkah simbolis. Dengan populasi 5,58 juta mobil penumpang, Jawa Timur adalah ladang subur untuk uji coba skala besar elektrifikasi. Menurut Constantinus Herlijoso, mereka melihat peluang besar memperluas adopsi kendaraan elektrifikasi melalui produk yang sesuai mobilitas harian hingga perjalanan jauh. Geely juga tidak mengandalkan pameran semata: jaringan diler 3S di Jawa Timur sudah terbentuk di Surabaya dan Malang, sementara secara nasional ditargetkan 80 diler untuk memperkuat penjualan dan aftersales. Masyarakat Surabaya dan sekitarnya dapat melihat langsung dan test drive seluruh lineup di Grand City Convex hingga 30 Agustus 2026, menjadikan event ini lebih mirip kampanye edukasi massal ketimbang sekadar ajang pamer produk baru. Jika strategi ini berhasil, Jawa Timur berpotensi menjadi contoh bagaimana kombinasi mobil listrik murni dan Starray EM-i hybrid bisa diterima pasar luas.

Apakah strategi Geely cukup agresif untuk memimpin elektrifikasi?
Trio EX2, EX5, dan Starray EM-i menunjukkan bahwa Geely tidak ingin menjadi pemain pelengkap dalam pasar elektrifikasi Jawa Timur; mereka ingin memimpin dengan campuran harga agresif, jarak tempuh panjang, dan jaminan purnajual. EX2 memukul langsung segmen entry-level dengan harga mulai Rp248,9 juta, EX5 mengisi kebutuhan SUV listrik mid-range, sementara Starray EM-i hybrid menyasar pengguna yang belum siap beralih penuh ke listrik. Strategi ini logis: bukannya memaksa konsumen memilih satu format, Geely menyediakan spektrum pilihan yang mengikuti tahap kepercayaan pasar terhadap elektrifikasi. Namun tantangan terbesar tetap pada edukasi, reliabilitas jaringan diler, dan konsistensi layanan purnajual. Jika tiga faktor ini terjaga, Geely mobil listrik dan Starray EM-i hybrid berpeluang mengubah peta persaingan EV dan PHEV di Jawa Timur, dan menjadi batu loncatan ekspansi ke wilayah lain.






