Mulai siang, siapkan perjalanan dengan lebih cermat
Rekayasa lalu lintas adalah pengaturan atau pengalihan arus kendaraan untuk menjaga perjalanan tetap berjalan ketika kegiatan publik membuat ruas jalan berpotensi padat. Untuk demo Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026, Dishub DKI menyiapkan pengaturan mulai pukul 12.00 WIB terkait aksi BEM UI dan koalisi masyarakat sipil. Sebanyak 53 elemen masyarakat dijadwalkan berunjuk rasa di sejumlah lokasi. Ini bukan alasan untuk membatalkan perjalanan, tetapi cukup kuat untuk mengubah rencana: hindari titik aksi bila tidak perlu melintas, berangkat lebih awal, dan periksa kondisi jalan sebelum berangkat. Pengaturan akan diterapkan secara situasional, sehingga rute yang lancar pada satu waktu belum tentu tetap terbuka setelah massa berkumpul.

Titik perhatian membentang dari pusat kota hingga DPR
Monas, kawasan Tugu Tani, dan Gedung DPR/MPR menjadi lokasi aksi yang disebut Dishub. Pengguna jalan juga perlu mengantisipasi Silang Selatan Monas, Bundaran Hotel Indonesia, dan kawasan DPR/MPR RI, sementara Jalan Sudirman-Thamrin serta Gatot Subroto masuk dalam daftar jalur yang berpotensi padat. Artinya, dampaknya bisa terasa di luar ruas yang langsung berdekatan dengan lokasi unjuk rasa. Dishub membagi rencana pengaturan menjadi dua zona: Monas-Tugu Tani dan DPR/MPR. Sekitar 1.000 polisi lalu lintas dikerahkan untuk mengantisipasi gangguan arus, dengan penambahan personel di titik yang mengalami kemacetan. Tetap ikuti arahan petugas di lapangan; rute alternatif Jakarta merupakan panduan, bukan jaminan bahwa seluruh jalur akan bebas hambatan.
Rute alternatif untuk menghindari Monas dan Tugu Tani
Bagi pengendara dari Harmoni menuju Senen, Dishub menyarankan jalur Hayam Wuruk–Ir. H. Juanda–Jalan Pos–Dr. Sutomo–Gunung Sahari–Pasar Senen. Dari Harmoni menuju Stasiun Gambir, rute dapat melewati Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Gedung Kesenian, Lapangan Banteng Utara dan Barat, Taman Pejambon, Pejambon, lalu Medan Merdeka Timur; pengendara berputar di simpang Jalan Batu III dan kembali ke Medan Merdeka Timur. Untuk tujuan Kemayoran atau Pulogadung, pilihan yang disiapkan ialah Ir. H. Juanda–Jalan Pos–Dr. Sutomo–Gunung Sahari–Angkasa. Dari Kwitang ke Pasar Baru, gunakan Kramat Kwitang–Senen Raya–Dr. Wahidin Raya–Gunung Sahari–H. Samanhudi. Dari Senen menuju Harmoni, Dishub mengarahkan kendaraan melalui Gunung Sahari–Budi Utomo–Lapangan Banteng Utara–Katedral–Veteran.
Untuk perjalanan dari Senen menuju Tanah Abang, jalur alternatif yang disebutkan adalah Gunung Sahari–Budi Utomo–Lapangan Banteng Utara–Katedral–Veteran–Suryopranoto–Balikpapan–Cideng Timur dan seterusnya. Jangan mengandalkan satu rute tanpa memeriksa kondisi terkini: pengalihan dapat berubah mengikuti situasi di lapangan.
Pengguna transportasi umum dan penumpang Gambir
Hingga informasi yang tersedia, belum ada perubahan pola perjalanan Transjakarta, MRT, atau LRT. Namun, layanan Transjakarta dapat menyesuaikan operasional apabila terjadi pengalihan arus di sekitar kegiatan. Karena itu, pengguna angkutan umum sebaiknya tetap memeriksa informasi perjalanan sebelum berangkat, terutama jika harus berpindah moda atau melewati pusat kota. Penumpang kereta jarak jauh dari Stasiun Gambir dianjurkan menghindari ruas jalan yang terdampak; bila perlu pergi atau pulang dari stasiun, pilih jalur alternatif agar tidak menambah potensi kemacetan. Polisi menyatakan pengguna jalan tetap menjadi prioritas, tetapi kepadatan massa dapat menimbulkan gangguan sementara. Kesimpulannya, hindari area aksi bila tidak perlu, beri waktu tambahan untuk perjalanan, dan ikuti arahan petugas. Mengandalkan rute favorit tanpa mengecek situasi adalah pilihan yang paling berisiko pada hari ini.






