Harga SPBU pada 31 Oktober masih mengacu pada September
Harga BBM Pertamina adalah tarif bahan bakar yang dijual di SPBU, dengan harga produk bersubsidi mengikuti ketetapan pemerintah dan harga produk nonsubsidi dapat berbeda menurut wilayah. Pada Sabtu, 31 Oktober 2026, daftar harga masih mengacu pada penyesuaian yang berlaku sejak 2 September; Pertamina sebelumnya menyatakan harga Oktober tidak berubah dibandingkan September. Karena itu, daftar pada akhir Oktober bukan penyesuaian baru, melainkan gambaran tarif yang tetap berlaku setelah perubahan September. Bagi konsumen, memahami perbedaan antara harga resmi di SPBU dan harga eceran pinggir jalan sama pentingnya dengan memeriksa jenis bahan bakar. Keduanya tidak selalu bergerak searah, seperti terlihat pada Pertalite di Kalimantan Selatan.
Pada penyesuaian awal September, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan, sedangkan Pertamax tidak berubah. Besaran penyesuaian berbeda menurut produk dan wilayah, sehingga membandingkan angka dari satu daerah saja tidak cukup untuk memperkirakan tarif di tempat lain. Itulah alasan harga BBM Pertamina perlu dibaca bersama lokasi pemasaran dan jenis produk, bukan sebagai satu daftar harga seragam.
ShopeeJual PERTAMAX TURBO | Shopee IndonesiaBeli di Shopee
LazadaAGA Essen PERTAMAX GREEN 95 Target Ikan Besar Babon Indukan Umpan Pancing Semua Ikan 15ml 30ml | Lazada IndonesiaRp31.500 di LazadaTarif resmi: bedakan produk bersubsidi dan nonsubsidi
Di tingkat SPBU, Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar bersubsidi Rp6.800 per liter. Tarif kedua produk ini mengikuti ketetapan pemerintah, sementara harga nonsubsidi ditentukan berdasarkan wilayah pemasaran. Untuk menunjukkan skala perubahan September, di Jakarta dan sekitarnya Pertamax Turbo menjadi Rp19.600 per liter dari Rp18.300; Dexlite tercatat Rp23.700 dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Angka Jakarta tersebut berguna sebagai contoh, bukan sebagai pengganti daftar harga daerah lain.
Sumber yang tersedia menyebutkan bahwa harga produk nonsubsidi di Jakarta dapat berbeda dari tarif di Kalimantan Timur dan wilayah lainnya, tetapi tidak memberikan rincian angka harga BBM Kaltim. Karena itu, perbandingan angka langsung antara seluruh wilayah dan Kalimantan Timur tidak dapat disusun secara akurat dari data ini. Langkah paling aman bagi pengendara adalah memeriksa tarif yang berlaku di lokasi pengisian, terutama untuk produk nonsubsidi, alih-alih menganggap harga dari wilayah lain berlaku sama.
Pertalite eceran Kalsel turun, tetapi tarif SPBU tetap
Perbedaan paling terasa bagi sebagian warga Kalimantan Selatan justru muncul di tingkat eceran. Tarif resmi SPBU di provinsi itu dilaporkan tidak berubah: Pertalite Rp10.000 per liter, Pertamax Rp16.300, Pertamax Pertashop Rp16.200, Pertamax Turbo Rp20.000, Dexlite Rp24.200, Pertamina Dex Rp25.750, dan Biosolar bersubsidi Rp6.800. Namun, beberapa penjual pinggir jalan menurunkan harga Pertalite dari biasanya Rp13.000 menjadi Rp12.000 per liter, antara lain di Banjarbaru dan Banjarmasin.
Penurunan tersebut bukan perubahan tarif SPBU dan tidak boleh disamakan dengan harga resmi. Bagi pembeli, selisih antara harga eceran yang dilaporkan dan tarif SPBU tetap perlu dibaca dengan cermat: informasi itu berlaku pada sejumlah penjual, bukan bukti bahwa semua eceran di Kalsel menjual pada angka yang sama. Pertalite Kalimantan Selatan dengan demikian menunjukkan dua gambaran sekaligus—harga resmi yang tetap dan harga pinggir jalan yang dilaporkan turun.

Kesimpulan: cek wilayah dan saluran penjualan
Inti daftar 31 Oktober adalah tidak ada perubahan harga bulanan dari September, sementara tarif nonsubsidi tetap bergantung pada wilayah. Harga Pertalite resmi tercatat Rp10.000 per liter, tetapi laporan penurunan eceran di Banjarbaru dan Banjarmasin menggambarkan pasar pinggir jalan, bukan penyesuaian SPBU. Konsumen sebaiknya membedakan jenis BBM, lokasi, dan saluran penjualan sebelum membandingkan harga. Rincian daftar yang dirujuk bersumber pada data Pertamina Patra Niaga dengan penyesuaian per 2 September 2026. Tanpa angka rinci untuk Kalimantan Timur dalam bahan yang tersedia, klaim perbandingan tarif Kaltim dengan seluruh wilayah tidak dapat dipastikan. Kesimpulannya, gunakan harga SPBU sesuai lokasi sebagai acuan dan perlakukan harga eceran sebagai informasi setempat.






