iCAR GIIAS 2026: Lebih dari 1.000 SPK sebagai Sinyal Serius Pasar
iCAR GIIAS 2026 merujuk pada partisipasi perdana iCAR sebagai merek kendaraan energi baru dalam pameran otomotif besar tersebut, ketika perusahaan ini berhasil meraih lebih dari 1.000 Surat Pemesanan Kendaraan, menarik puluhan ribu pengunjung ke booth, dan menjadikan dua model utamanya, V23 dan V27, sebagai tolok ukur awal penerimaan pasar terhadap strategi elektrifikasi dan teknologi energi baru yang mereka bawa.
Kinerja iCAR di GIIAS 2026 layak dibaca sebagai pernyataan niat, bukan sekadar partisipasi pameran. Dalam rentang 30 Juli hingga 9 Agustus, booth iCAR dikunjungi lebih dari 50 ribu orang dan mengantongi lebih dari 1.000 pemesanan kendaraan listrik melalui SPK. Untuk merek yang baru masuk pasar pada 2026, angka ini menunjukkan dua hal: rasa ingin tahu publik terhadap brand baru, sekaligus menguatnya kepercayaan diri konsumen terhadap teknologi elektrifikasi. Tingginya kunjungan dan pemesanan menandai pergeseran nyata dari sekadar melihat-lihat ke keputusan membeli kendaraan energi baru di pasar otomotif nasional.
Penting digarisbawahi, iCAR tidak datang sebagai pemain konvensional yang telat beralih, tetapi langsung memosisikan diri di jantung tren kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV). Capaian lebih dari 1.000 SPK ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan iCAR dan sekaligus memperlihatkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan energi baru. Dalam konteks persaingan NEV yang semakin ramai, momentum ini menjadi modal reputasi awal yang sulit diulang.
V23 dan V27: Dua Strategi Teknologi untuk Satu Tujuan Pasar
Model V23 V27 bukan sekadar dua varian baru, melainkan dua pendekatan elektrifikasi yang sengaja diposisikan untuk menguji kedalaman pasar kendaraan energi baru. V23 hadir sebagai Battery Electric Vehicle (BEV) murni, sementara V27 menggunakan teknologi Golden Range Extended Electric Vehicle (REEV) yang mengandalkan sistem extended range untuk menjawab kecemasan jarak tempuh.
Angka pemesanan memperlihatkan preferensi konsumen yang cukup jelas: sekitar 60 persen SPK jatuh ke V23 dan sekitar 40 persen ke V27. Kutipan yang paling menggambarkan momen ini datang dari Country Director iCAR, Marshall Ma: “Dengan capaian lebih dari 1.000 SPK, hasil ini menunjukkan bahwa awareness dan penerimaan terhadap brand iCAR terus berkembang positif”. Artinya, BEV murni masih menjadi jangkar utama penjualan, namun kontribusi V27 yang mencapai hampir separuh pemesanan membuktikan bahwa solusi REEV bukan sekadar pelengkap, melainkan alternatif yang relevan bagi mereka yang belum siap beralih total ke BEV.
Strategi dua kaki ini memberi iCAR fleksibilitas: V23 menarik konsumen yang sudah yakin dengan infrastruktur pengisian dan pola penggunaan harian yang terukur, sedangkan V27 menyasar pengguna yang menginginkan rasa aman tambahan soal jarak. Kehadiran kedua model memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi dan menunjukkan upaya iCAR menghadirkan solusi mobilitas yang menyesuaikan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat.
Antusiasme Konsumen: Dari Test Drive ke Pemesanan Nyata
Lonjakan pemesanan kendaraan listrik di ajang ini tidak bisa dilepaskan dari cara iCAR membangun pengalaman langsung di lantai pameran. Program test drive yang disiapkan memberi calon konsumen kesempatan merasakan karakter berkendara dan teknologi elektrifikasi V23 dan V27 sebelum memutuskan membeli. Ini krusial, karena banyak orang masih berada di fase membandingkan sensasi berkendara NEV dengan kendaraan konvensional.
Booth bertema “Classic Never Fades” menjadi alat komunikasi penting: iCAR ingin menegaskan bahwa beralih ke energi baru tidak berarti meninggalkan rasa desain klasik dan kenyamanan yang sudah dikenal. Pendekatan emosional seperti ini membantu menjembatani kekhawatiran pengguna yang ragu terhadap teknologi baru. Tingginya kunjungan dan pemesanan selama pameran menunjukkan bahwa strategi ini cukup berhasil membalik rasa penasaran menjadi minat nyata terhadap kendaraan energi baru di pasar otomotif nasional.
Antusiasme yang “naik kelas” dari sekadar bertanya menjadi menandatangani SPK juga mengindikasikan bahwa diskursus publik mengenai kendaraan energi baru sudah lebih dewasa. Konsumen tidak lagi hanya bertanya soal fitur canggih, tetapi juga mempertimbangkan ekosistem penggunaan, dari ketersediaan pengisian hingga layanan purna jual. Respons tinggi terhadap test drive menunjukkan bahwa pengalaman langsung kini menjadi faktor penentu dalam adopsi NEV, bukan kampanye komunikasi semata.
Posisi iCAR di Tengah Ramainya Pasar NEV
Pasar energi baru pasar kendaraan roda empat kini jauh lebih padat pemain dibanding beberapa tahun lalu. Di tengah kompetisi yang kian ramai, iCAR memilih masuk dengan identitas jelas: fokus pada NEV, membawa portofolio BEV dan REEV, serta menyatakan komitmen memperluas jajaran produk ke depan. Capaian lebih dari 1.000 SPK di GIIAS menjadi catatan positif bagi merek yang baru memasuki pasar pada 2026, sekaligus sinyal bahwa ada ruang untuk pemain baru yang datang dengan proposisi teknologi kuat.
Namun, penjualan di pameran hanyalah bab pembuka. iCAR sendiri mengakui bahwa langkah berikutnya jauh lebih menentukan: memperluas portofolio New Energy Vehicle, memperkuat jaringan, serta meningkatkan layanan purna jual dan ekosistem pendukung kendaraan elektrifikasi. Tanpa itu, angka SPK GIIAS berisiko menjadi euforia sesaat, bukan fondasi bisnis jangka panjang. Komitmen perusahaan untuk mengembangkan produk energi baru, meningkatkan kualitas layanan, dan membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan kendaraan elektrifikasi menunjukkan kesadaran bahwa persaingan akan ditentukan oleh pengalaman kepemilikan, bukan sekadar spesifikasi di brosur.
Posisi iCAR saat ini bisa dibaca sebagai “challenger serius” di segmen NEV: belum dominan, tetapi sudah memiliki bukti awal penerimaan pasar dan arah strategi yang jelas. Jika janji perluasan jaringan dan layanan purna jual terealisasi, iCAR berpotensi bukan hanya menambah pilihan, tetapi ikut membentuk standar baru di era kendaraan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.






