iCAR V23 vs V27: Dua Filosofi SUV Listrik Boxy
iCAR V23 vs V27 adalah dua SUV listrik boxy bergaya retro-modern yang mengusung teknologi baterai listrik murni dan REEV untuk menjawab kebutuhan pengemudi berbeda, dari mobilitas harian hingga perjalanan ekstrem jarak jauh berbasis motor listrik.
Kehadiran dua SUV listrik boxy ini di GIIAS 2026 kendaraan listrik jelas bukan formalitas, tapi pernyataan sikap bahwa iCAR ingin keluar dari pakem SUV listrik konvensional. Alih-alih satu model serba tanggung, mereka membelah pasar: V23 sebagai BEV murni untuk pengguna yang peduli gaya dan bebas emisi, V27 sebagai Golden REEV untuk mereka yang benci range anxiety namun tetap ingin sensasi motor listrik. Desain kotak, gagah, dan retro-modern menjadi benang merah keduanya, memberi identitas kuat yang jarang dimiliki rival. Ini langkah berani: iCAR tidak mengejar semua orang, tapi mengincar pembeli yang ingin kombinasi gaya, performa, dan teknologi sekaligus.
V23: SUV Listrik Drifter dengan Gaya Retro dan Modular
V23 adalah jawaban untuk mereka yang menganggap SUV listrik boxy cuma pajangan mall. Lewat video “Wuhu Drift”, performa drifting listrik V23 mematahkan stereotip bahwa bodi tinggi dan berat pasti kaku dan malas belok. Mobil ini meliuk di jalan kota sempit, mengejar Nissan GT-R R34 dan Honda S2000, bahkan menuruni delapan anak tangga dalam satu manuver tanpa CGI dan tanpa modifikasi sistem penggerak atau struktur bodi. Itu bukan gimmick, tapi bukti sasis dan distribusi tenaga V23 dirancang tidak hanya untuk nyaman, tapi juga lincah.
Di luar aksinya yang ekstrem, V23 tetap masuk akal sebagai komuter harian: BEV dengan baterai 81,76 kWh, jarak tempuh hingga 430 km (NEDC), tenaga 155 kW dan torsi 292 Nm, plus ground clearance 210 mm untuk jalan yang serba-beragam. Kabin dipenuhi layar 15,4 inci dengan Apple CarPlay/Android Auto dan ADAS modern. Filosofi “built-ready” dengan lebih dari 20 titik modifikasi di atap, dashboard, pilar D hingga sasis membuat V23 menjadi kanvas gaya hidup: dari tenda atap 200 kg hingga bumper plug-and-play, ini SUV listrik yang mengajak pemiliknya berekspresi, bukan sekadar menjadi penumpang tren.
V27: Golden REEV untuk Penggemar Jelajah 1.200 Km
Jika V23 bermain di arena gaya dan kelincahan, V27 adalah senjata berat iCAR untuk mereka yang hidupnya di jalan tol panjang. Teknologi Golden REEV membuat motor listrik menjadi satu-satunya penggerak roda, sementara mesin bensin kecil hanya bertugas sebagai generator pengisi baterai saat mobil berjalan. Hasilnya, karakter berkendara tetap khas listrik: halus, hening, dan instan, tapi dengan daya jelajah total lebih dari 1.200 km yang secara praktis menghapus kecemasan kehabisan baterai.
Sebagai SUV premium lebih dari 5 meter, V27 tidak sekadar nyaman; akselerasi 0–100 km/jam 5,9 detik menunjukkan bahwa REEV di sini bukan kompromi, melainkan cara cerdas menyatukan performa 455 PS dan torsi 505 Nm dengan kebebasan jelajah. Fitur seperti Dual Panoramic Sunroof, Starry Sky Island with Ambient Light, 15 speaker Pioneer, hingga Automatic Parking Assist mempertegas posisinya sebagai SUV listrik boxy futuristik untuk penikmat kenyamanan dan teknologi tingkat tinggi. Di segmen ini, V27 tidak bermain aman; ia menantang paradigma bahwa kendaraan jarak jauh harus bersuara bising dan boros.
Desain Boxy Futuristik: Identitas iCAR yang Membedakan
Baik V23 maupun V27 mengusung bahasa desain SUV boxy yang gagah dan bernuansa retro-modern, sesuatu yang sengaja dipilih iCAR untuk mematahkan persepsi bahwa mobil listrik harus membulat dan konservatif. Alih-alih memoles bentuk crossover yang itu-itu saja, iCAR mengadopsi siluet kotak dengan filosofi “Classic Never Fades” pada V23, lengkap dengan panel mudah dipersonalisasi. Desain modular bumper, fender flare, dan roof rack yang mudah dilepas-pasang tanpa memotong bodi menandakan bahwa pabrikan ini mengerti budaya modifikasi, bukan hanya estetika brosur.
Sementara itu, V27 membawa tema boxy ke level lebih premium dan futuristik dengan kombinasi dimensi besar, interior berlampu ambient, serta dual panoramic sunroof. Dengan dua interpretasi berbeda atas desain kotak, iCAR menciptakan identitas visual yang kuat, sekaligus memberi ruang luas bagi pemilik untuk menjadikan mobil sebagai cerminan karakter. Menurut iCAR, hadirnya dua teknologi BEV dan REEV adalah bentuk komitmen menghadirkan pilihan elektrifikasi fleksibel dan inklusif bagi masyarakat, bukan solusi satu resep untuk semua. Di tengah pasar SUV listrik konvensional yang cenderung seragam, strategi ini terasa segar dan lebih jujur kepada konsumen.
Profil Pembeli: Siapa Cocok V23, Siapa Tepat V27?
Pada intinya, V23 dan V27 tidak berlomba saling menjatuhkan, melainkan membagi tugas dalam satu misi: menarik pembeli yang menginginkan kombinasi gaya, performa, dan teknologi dalam kendaraan energi baru. V23, dengan performa drifting listrik dan konsep built-ready, jelas menyasar pengguna yang suka tampil beda, dekat dengan budaya otomotif dan modifikasi, serta mayoritas berkendara harian dengan sesekali petualangan ekstrem. Ini SUV untuk mereka yang ingin BEV boxy yang serbabisa: bisa ke kantor, bisa ke track day, dan tetap bebas emisi.
Sebaliknya, V27 menyasar pengemudi yang mengutamakan kenyamanan jarak jauh dan keamanan psikologis dari Golden REEV: mereka yang sering bepergian antarkota, membawa keluarga, dan tidak ingin berjudi dengan ketersediaan pengisian baterai. Dengan performa buas dan fitur premium, V27 lebih cocok bagi pembeli yang siap berinvestasi pada SUV listrik boxy futuristik sebagai kendaraan utama. Keduanya tampil di GIIAS 2026 kendaraan listrik sebagai dua wajah dari satu strategi: membiarkan konsumen memilih sendiri kadar elektrifikasi yang paling pas untuk hidup mereka, tanpa kehilangan karakter dan kesenangan mengemudi.






