Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pasar Lambe Lawas: Nostalgia Kuliner Jawa Jadi Destinasi Tematik

Pasar Lambe Lawas: Nostalgia Kuliner Jawa Jadi Destinasi Tematik
Minat|Makanan Kaki Lima

Pasar tematik yang menghidupkan kawasan

Pasar Lambe Lawas adalah pasar kuliner tematik bernuansa Jawa tempo dulu yang mempertemukan makanan tradisional, kegiatan budaya, dan wisata edukasi dalam satu kawasan di Kota Malang. Konsep ini lebih kuat daripada sekadar bazar karena pengunjung datang bukan hanya untuk membeli jajanan, tetapi juga menikmati suasana nostalgia. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meresmikan destinasi tersebut pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Kampus II Polbangtan Malang. Pada peluncuran itu, 62 UMKM kuliner ikut meramaikan pasar, naik dari 50 UMKM saat pembukaan awal pada 11 Oktober. Pasar dijadwalkan berlangsung dua kali sebulan, setiap Minggu Legi dan Minggu Kliwon, di Jalan Lambau, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen. Jadwal berkala ini memberi pengunjung alasan untuk kembali dan pedagang kesempatan berjualan secara rutin.

Pasar Lambe Lawas: Nostalgia Kuliner Jawa Jadi Destinasi Tematik

Nostalgia menjadi pengalaman, bukan sekadar menu

Daya tarik pasar ini terletak pada cara kuliner jadul ditempatkan dalam pengalaman yang lebih luas. Makanan tradisional menjadi pintu masuk untuk mengenal budaya Jawa, sementara suasana pasar mengajak pengunjung merasakan kembali kenangan tentang jajanan dan masakan keluarga. Inilah pembeda yang dapat membuat wisata kuliner Malang terasa lebih berkarakter daripada kunjungan makan biasa. Destinasi ini juga memadukan pasar dengan budidaya anggur dan wisata edukasi, sehingga pengunjung bisa mengenal kegiatan pertanian di tengah kota. Wahyu berharap masyarakat dapat menikmati kuliner, mengenal budaya lokal, sekaligus belajar tentang budidaya anggur. Gabungan kegiatan itu berpotensi memperpanjang kunjungan: orang datang untuk mencicipi makanan, lalu punya alasan untuk menjelajahi kawasan. Namun, nilai tematiknya hanya akan bertahan jika suasana dan kegiatan pendukung tetap terawat.

Pasar Lambe Lawas: Nostalgia Kuliner Jawa Jadi Destinasi Tematik

Ruang tumbuh bagi UMKM makanan jadul

Pasar tematik ini juga punya fungsi ekonomi yang nyata: memberi pedagang jajanan lokal ruang untuk memperkenalkan produk kepada khalayak yang datang dengan minat pada kuliner tradisional. Pengelola merancang pasar sebagai wadah bagi UMKM Malang Raya untuk memasarkan produk sekaligus mengenalkan kembali makanan tempo dulu. Kenaikan jumlah peserta dari 50 menjadi 62 menunjukkan bahwa ruang semacam ini menarik bagi pelaku usaha, meski keberlanjutannya tetap bergantung pada kunjungan dan penyelenggaraan yang konsisten. Ketua panitia Dwi Supriyanto menyebut mereka berupaya menjadikan seluruh sajian bernuansa jadul agar pengunjung yang rindu masakan leluhur bisa menemukannya di pasar ini. Strategi tersebut memberi identitas yang mudah dipahami: bukan sekadar kumpulan stan, melainkan tempat bagi UMKM makanan jadul untuk merawat resep dan memperluas pasar. Pelestarian kuliner jadi lebih berdaya ketika tradisi juga membuka peluang penghasilan bagi pembuatnya.

Konsistensi akan menentukan masa depan pasar

Pasar Lambe Lawas menghidupkan kawasan yang sebelumnya dinilai kurang termanfaatkan dan tidak terurus; inisiatif Duta PengAngguran bersama pihak lain mengubahnya menjadi ruang ekonomi, rekreasi, dan pelestarian budaya. Perubahan fungsi itu menjanjikan, tetapi pasar belum bisa mengandalkan nostalgia saja. Pengunjung perlu merasa nyaman, pilihan jajanan harus tetap menarik, dan kalender Minggu Legi serta Kliwon perlu dijalankan dengan konsisten. Pengelola berencana menambah fasilitas, termasuk menyediakan naungan yang lebih memadai bagi pedagang dan pengunjung. Langkah ini penting karena kenyamanan menentukan apakah pasar bisa berkembang dari acara berkala menjadi kebiasaan rekreasi. Pada akhirnya, kekuatan Pasar Lambe Lawas bukan hanya pada banyaknya stan, melainkan pada kemampuannya menjaga hubungan antara pedagang, tradisi kuliner, dan pengunjung. Jika ketiganya terawat, pasar ini dapat menjadi destinasi nostalgia yang sekaligus memberi manfaat berkelanjutan bagi warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!