Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pasar Lambe Lawas Hidupkan Kuliner Jadul lewat 62 UMKM

Pasar Lambe Lawas Hidupkan Kuliner Jadul lewat 62 UMKM
Minat|Makanan Kaki Lima

Ruang kuliner yang membawa masa lalu ke tengah kota

Pasar Lambe Lawas adalah pasar kuliner berkala di Kampus II Polbangtan Malang yang menggabungkan makanan tradisional, budaya Jawa, dan suasana nostalgia untuk menghidupkan kembali kuliner tempo dulu serta memberi ruang usaha bagi pedagang lokal. Grand launching pasar ini digelar pada Minggu, 25 Oktober 2026, dengan 62 UMKM kuliner ikut meramaikan kawasan Wisata Edukasi Pengangguran di Jalan Lambau, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen. Jumlah peserta bertambah dari 50 UMKM saat pembukaan awal pada 11 Oktober. Kenaikan itu memberi sinyal bahwa pasar tematik ini bukan sekadar dekorasi nostalgia: ada minat dari pelaku usaha untuk menjangkau pengunjung dan dari masyarakat untuk mencari pengalaman kuliner yang berbeda. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi gagasan yang menghubungkan daya tarik wisata dengan peluang usaha bagi masyarakat Malang Raya.

Kekuatan konsepnya terletak pada pertemuan antara pengalaman makan dan ingatan budaya. Wahyu menyebut kawasan tersebut menyimpan kenangan masa kecilnya dan menyambut perubahan tempat yang sebelumnya dinilai kurang termanfaatkan menjadi ruang aktivitas ekonomi, rekreasi, dan pelestarian budaya.

Pasar Lambe Lawas Hidupkan Kuliner Jadul lewat 62 UMKM

Jadwal berkala, pengalaman yang lebih luas

Pasar kuliner Malang ini dijadwalkan berlangsung dua kali sebulan, setiap Minggu Legi dan Minggu Kliwon, mengikuti penanggalan Jawa. Jadwal tersebut memberi pasar identitas yang dekat dengan tradisi sekaligus membuat kunjungan perlu direncanakan: calon pengunjung sebaiknya memastikan tanggal pelaksanaan sebelum berangkat. Lokasinya berada di Kampus II Polbangtan Malang, kawasan Wisata Edukasi Pengangguran di Jalan Lambau, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen. Bagi pengunjung, daya tariknya tidak berhenti pada jajanan. Pasar menawarkan kesempatan menikmati kuliner tradisional Malang sambil merasakan suasana yang dirancang untuk membangkitkan ingatan tentang kehidupan masa lalu. Di lingkungan yang juga memiliki kegiatan edukasi, rekreasi dan belajar dapat menyertai pengalaman berbelanja.

Kombinasi ini lebih menjanjikan daripada pasar yang hanya mengandalkan pilihan makanan. Suasana Jawa tempo dulu memberi konteks pada sajian, sedangkan lokasi edukasi membuka peluang agar kunjungan memiliki nilai tambah. Tantangannya adalah menjaga agar pengalaman tersebut terasa autentik dan nyaman, bukan hanya menarik saat peluncuran.

Pasar Lambe Lawas Hidupkan Kuliner Jadul lewat 62 UMKM

Panggung bagi UMKM, dengan pekerjaan rumah yang jelas

Bagi UMKM kuliner Malang, 62 lapak berarti akses bersama ke ruang promosi yang mengangkat produk tradisional sebagai daya tarik utama. Ketua Pasar Lambe Lawas Dwi Supriyanto mengatakan pasar dirancang untuk memberi pelaku usaha Malang Raya tempat memasarkan produk sekaligus memperkenalkan kembali kuliner tempo dulu kepada masyarakat. Pertumbuhan jumlah peserta dari 50 menjadi 62 menunjukkan adanya antusiasme, tetapi jumlah lapak saja belum menjamin keberlanjutan usaha. Pengelola perlu menjaga mutu pengalaman pengunjung, konsistensi pilihan kuliner, dan keteraturan pasar agar pedagang memperoleh ruang yang berfungsi, bukan hanya keramaian sesaat. Inilah ukuran penting bagi sebuah destinasi kuliner: apakah pengunjung punya alasan untuk kembali dan pelaku usaha dapat terus terlibat.

Pekerjaan praktis berikutnya juga sudah terlihat. Pengelola berencana menyediakan naungan yang lebih memadai bagi pedagang dan pengunjung. Perbaikan kenyamanan seperti ini bukan pelengkap kecil; pasar yang digelar di ruang terbuka perlu siap menghadapi kondisi kunjungan yang berubah. Jika pengembangan fasilitas berjalan seiring dengan pelestarian identitas, Pasar Lambe Lawas berpeluang menjadi destinasi berkala yang memberi manfaat nyata bagi UMKM sekaligus menjaga kuliner tradisional tetap dekat dengan kehidupan kota.

Nostalgia perlu ditopang konsistensi

Pasar Lambe Lawas menawarkan gagasan yang kuat: makanan lama bukan sekadar menu, melainkan pintu masuk untuk mengenal budaya dan suasana Jawa. Kehadiran 62 UMKM memberi skala yang cukup untuk menghadirkan ragam dagangan, sementara jadwal Minggu Legi dan Kliwon membangun ritme khas. Namun, nostalgia hanya akan menjadi daya tarik berkelanjutan bila diwujudkan secara konsisten—dari suasana kawasan dan pilihan makanan hingga kenyamanan berkunjung. Pengelola juga memiliki peluang menghubungkan pasar dengan kegiatan edukasi di kawasan tersebut, sehingga wisata kuliner tidak berdiri sendiri. Bagi Malang, nilai pasar ini terletak pada kemampuannya menghidupkan ruang sekaligus membuka jalur bagi usaha lokal.

Kesimpulannya, Pasar Lambe Lawas layak diperhatikan bukan semata karena membawa pengunjung kembali ke cita rasa jadul, tetapi karena memadukan nostalgia dengan ruang ekonomi bagi UMKM. Pertumbuhan peserta dan jadwal rutin memberi modal awal; perawatan fasilitas dan penjagaan konsep akan menentukan apakah pasar ini berkembang menjadi tujuan kuliner tradisional yang benar-benar berulang dikunjungi.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!