Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

OJK Digiclass Satukan Literasi Keuangan dan Kecakapan Digital Pelajar

OJK Digiclass Satukan Literasi Keuangan dan Kecakapan Digital Pelajar
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Belajar keuangan dan digital dalam satu kelas

OJK Digiclass adalah program pembelajaran bagi pelajar Sekolah Rakyat yang memadukan literasi keuangan dengan kecakapan digital agar mereka dapat mengelola uang dan menggunakan teknologi secara aman serta produktif. Pada Selasa, 27 Oktober 2026, OJK menggelar kelas bertema “Saatnya Berkarya, Ciptakan Prestasi” yang diikuti sekitar 500 pelajar di Aula Sekolah Rakyat Menengah Atas Jakarta. Kegiatan terpisah di Jakarta juga dilaporkan diikuti sekitar 300 siswa dari sekolah-sekolah di Jabodetabek. Perbedaan angka tersebut menunjukkan skala kegiatan yang dilaporkan masing-masing sumber, tetapi keduanya menegaskan jangkauan Digiclass kepada pelajar Sekolah Rakyat. Perpaduan materinya tepat: kecakapan finansial tidak lagi bisa diajarkan terpisah dari dunia digital, tempat siswa belajar, berkomunikasi, dan berhadapan dengan layanan keuangan.

Kelas ini menjawab kebutuhan yang nyata, bukan sekadar menambah agenda seminar. Akses digital memberi peluang berkarya, tetapi juga membawa risiko berupa penipuan, informasi palsu, pinjaman daring ilegal, perjudian daring, dan penyalahgunaan data pribadi. Karena itu, literasi digital pelajar harus mencakup kemampuan mengenali bahaya sekaligus menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. OJK menyebut edukasi sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat agar anak muda tidak menjadi korban penipuan.

Materi praktis yang dekat dengan keseharian

Nilai kuat Digiclass ada pada materi yang dapat langsung dibawa pulang ke kehidupan sehari-hari. Seorang peserta menyoroti bahwa uang saku pelajar sering habis untuk jajan atau hal yang kurang penting karena belum terbiasa mengelolanya. Itulah alasan edukasi keuangan sekolah semestinya membahas keputusan sederhana: membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang, serta berhati-hati sebelum mempercayai tawaran keuangan di internet. Keterampilan seperti ini lebih berguna daripada istilah finansial yang hanya dihafal untuk ujian. Kelas juga mengajak peserta membuat video berbasis kecerdasan buatan dan konten video pendek bertema literasi keuangan. Dengan begitu, teknologi bukan hanya dibicarakan sebagai ancaman, tetapi dipakai sebagai alat untuk belajar dan menyampaikan pesan yang bermanfaat.

Kombinasi praktik finansial dan produksi konten membuat pelajaran lebih mudah melekat. Siswa berlatih memahami pesan sekaligus menyusun dan menyebarkannya. Namun, kreativitas perlu diimbangi sikap kritis: kecerdasan buatan dapat membantu, tetapi hasilnya tetap perlu diperiksa dan keputusan tetap menjadi tanggung jawab manusia. Pendekatan seperti ini membuat literasi keuangan siswa relevan dengan situasi yang mereka temui, dari mengatur uang sendiri hingga menilai informasi dan tawaran di layar.

Akses saja tidak cukup

Data nasional memperlihatkan mengapa pembekalan sejak dini perlu diperkuat. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa sebesar 62,72 persen, di bawah indeks nasional 69,57 persen. Pada saat yang sama, indeks inklusi keuangan kelompok pelajar dan mahasiswa mencapai 92,76 persen. Kesenjangan ini penting: banyak anak muda sudah memiliki akses ke layanan, tetapi akses tidak otomatis berarti paham cara menggunakannya dengan bijak. Tanpa pemahaman, kemudahan transaksi digital dapat membuat siswa lebih rentan terhadap penipuan atau keputusan yang merugikan. Digiclass bergerak ke arah yang benar karena menyandingkan pengetahuan tentang keuangan dengan kecakapan menggunakan teknologi, alih-alih menganggap keduanya sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri.

Dampak program akan lebih besar bila pembelajaran tidak berhenti pada satu acara. Pelajar yang hadir juga dikukuhkan sebagai Duta Literasi Keuangan untuk membantu menyebarkan pengetahuan di lingkungan mereka. OJK menyatakan komitmen melanjutkan sinergi dan kolaborasi untuk memperluas edukasi keuangan serta meningkatkan kecakapan digital. Harapan peserta agar kegiatan serupa digelar lagi patut menjadi dorongan untuk menjaga kesinambungan program.

Pelajaran yang perlu berlanjut

OJK Digiclass menawarkan model yang layak diteruskan: menghubungkan pengelolaan uang, kewaspadaan terhadap risiko digital, dan keterampilan berkarya dalam kegiatan yang melibatkan pelajar secara aktif. Kekuatan utamanya bukan pada banyaknya topik, melainkan pada kaitan langsung antara materi dan pilihan yang dihadapi siswa setiap hari. Agar manfaatnya bertahan, sekolah perlu memberi ruang bagi latihan lanjutan dan percakapan rutin tentang uang, keamanan data, serta cara memeriksa informasi. Pengukuhan duta literasi dapat membantu, tetapi pendampingan dan kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan tetap dibutuhkan.

Kesimpulannya, literasi keuangan siswa dan literasi digital pelajar harus tumbuh bersama. Ketika anak muda memahami cara mengelola uang sekaligus mampu menggunakan teknologi dengan kritis, mereka lebih siap memanfaatkan peluang tanpa mengabaikan risikonya. Digiclass memberi awal yang tepat; tantangan berikutnya adalah memastikan pembelajaran praktis itu hadir secara berkelanjutan di sekolah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!