Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

FINHABIT Membawa Literasi Keuangan Lebih Dekat ke Siswa SMP

FINHABIT Membawa Literasi Keuangan Lebih Dekat ke Siswa SMP
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Belajar keuangan dengan mencoba, bukan sekadar menghafal

Literasi keuangan SMP adalah kemampuan siswa memahami pilihan terkait uang, mempertimbangkan risikonya, dan menerapkan pengetahuan itu dalam keputusan sehari-hari. Bagi pelajar, kemampuan tersebut paling mudah tumbuh ketika latihan terasa dekat dengan uang saku, kebiasaan belanja, dan kebutuhan keluarga. Kebutuhan itu terlihat dari kesenjangan yang dicatat Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026: indeks inklusi keuangan pelajar mencapai 92,76%, sedangkan indeks literasinya baru 62,72%. Akses terhadap layanan saja tidak cukup; siswa juga perlu tahu cara menggunakannya secara bijak. Karena itu, kabar bahwa Tim 13 Finsmart dari SMPN 13 Bandung meraih juara pertama melalui FINHABIT layak dibaca sebagai lebih dari kemenangan lomba. Platform ini memadukan latihan, simulasi, dan tantangan kehidupan nyata agar siswa dapat mencoba keputusan keuangan, lalu merefleksikan dampaknya. Pendekatan praktik seperti ini lebih menjanjikan daripada pelajaran yang berhenti pada definisi.

FINHABIT Membawa Literasi Keuangan Lebih Dekat ke Siswa SMP

FINHABIT mengubah konsep menjadi kebiasaan

FINHABIT siswa menggabungkan latihan dan simulasi dengan tantangan yang menyerupai situasi nyata. Intinya bukan semata mengenalkan istilah keuangan, melainkan memberi ruang untuk mencoba pilihan, melihat akibatnya, dan memikirkan keputusan berikutnya. Itulah nilai simulasi finansial pelajar: siswa dapat berlatih menghadapi dilema yang akrab tanpa menjadikan kesalahan kecil sebagai kerugian di dunia nyata. Pembelajaran semacam ini juga membantu menghubungkan materi kelas dengan rutinitas mengelola uang pribadi. Namun, sebuah platform tidak otomatis membentuk kebiasaan; refleksi dan pengulangan tetap penting. Karena itu, gagasan FINHABIT paling kuat ketika tantangan yang diberikan relevan dengan keseharian dan dibicarakan bersama guru atau keluarga. Kompetisi yang mengangkat ide ini memberi sinyal bahwa siswa SMP bukan hanya penerima materi, tetapi juga mampu merancang alat belajar yang menjawab kebutuhan teman sebaya.

Kompetisi menghubungkan kelas, rumah, dan komunitas

FWD Insurance dan Prestasi Junior Indonesia menghadirkan JA SparktheDream Social Challenge 2026 sebagai ruang bagi siswa SMP untuk merancang inovasi sosial yang mendukung kesejahteraan finansial komunitas. Peserta bekerja dalam tim, mengenali persoalan di sekitar, lalu menyusun video pendek yang menjelaskan masalah, solusi, dan manfaat yang diharapkan. Rangkaian itu membuat kompetisi lebih dari ajang memilih pemenang: siswa harus memikirkan siapa yang membutuhkan solusi dan bagaimana solusi akan digunakan. Program ini juga menyambungkan pembelajaran kelas dengan kegiatan bersama keluarga dan pendampingan sukarelawan. Pada tahun keempat, program menjangkau lebih dari 2.300 siswa di 12 kota dan kabupaten; sejak dimulai pada 2023, total jangkauannya melampaui 8.200 siswa. Skala tersebut menunjukkan ruang belajar yang luas, tetapi ukuran keberhasilan berikutnya seharusnya bukan jumlah peserta saja. Yang lebih penting ialah apakah latihan dan ide kompetisi terus digunakan setelah acara usai.

Ide siswa menunjukkan ragam kebutuhan nyata

FINHABIT bukan satu-satunya gagasan yang berangkat dari persoalan sehari-hari. Peraih juara kedua, FINSHIELD dari SMP Nation Star Academy Surabaya, memakai permainan papan dan kartu skenario penipuan agar remaja berlatih mengenali risiko serta memilih tindakan yang aman. Juara ketiga, Cashora dari SMPN 9 Denpasar, menawarkan pencatatan uang saku dengan notifikasi ketika pengeluaran meningkat terlalu cepat, sehingga anak dan keluarga bisa meninjau kebiasaan belanja sebelum uang saku habis. Ketiga proyek ini memperlihatkan mengapa kompetisi dapat membuat pendidikan keuangan terasa konkret: siswa menghadapi risiko digital, mengatur pengeluaran, atau merefleksikan pilihan dalam konteks yang mudah dikenali. Namun, prototipe dan gagasan perlu diuji serta diperbaiki agar benar-benar berguna bagi penggunanya. Pendampingan guru, keluarga, dan sukarelawan dapat membantu menjaga agar solusi tidak berhenti sebagai presentasi yang menarik.

Langkah berikutnya adalah menjaga praktik tetap berlanjut

Dua tim terbaik dari kompetisi nasional akan mewakili Indonesia pada ajang Asia Pasifik pada November 2026 bersama peserta dari Hong Kong SAR, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Perjalanan ke tingkat regional memberi siswa kesempatan mengembangkan dan menyampaikan gagasan, tetapi dampak jangka panjang bergantung pada apa yang terjadi setelahnya: apakah mereka terus berlatih mengelola uang, membahas risiko, dan memakai pengetahuan untuk membantu komunitas. JA SparktheDream punya nilai karena mempertemukan sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar dalam proses belajar, bukan karena kompetisi semata. FINHABIT menegaskan bahwa siswa dapat belajar finansial melalui simulasi yang dekat dengan kehidupan mereka. Kesimpulannya, literasi keuangan akan lebih bermakna ketika siswa diberi kesempatan mencoba, menilai hasil keputusan, lalu mengulang kebiasaan yang lebih baik. Piala dapat membuka perhatian, tetapi praktik sehari-hari yang menentukan manfaatnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!