Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Posyandu Meluas: Enam Layanan Dasar Lebih Dekat ke Warga

Posyandu Meluas: Enam Layanan Dasar Lebih Dekat ke Warga
Minat|Pengetahuan Parenting

Dari layanan kesehatan menuju pintu pelayanan warga

Posyandu adalah layanan berbasis masyarakat yang menghubungkan warga dengan pelayanan dasar pemerintah, mulai dari kesehatan hingga urusan sosial, melalui kader yang dekat dengan lingkungan setempat. Perluasan ini masuk akal: warga tidak semestinya harus mencari sendiri pintu birokrasi ketika menghadapi masalah yang dapat dikenali di sekitar rumah. Namun, Posyandu hanya akan berguna bila fungsi baru itu disertai jalur rujukan dan tindak lanjut yang jelas. Di Tangerang, pemerintah kota mengintegrasikan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) ke dalam 1.106 Posyandu yang tersebar di 13 kecamatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa perubahan tersebut memperluas layanan dari fokus kesehatan menjadi pelayanan lintas sektor. Cakupannya meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Perubahan ini juga memperluas siapa yang dapat mengakses layanan Posyandu. Layanannya tidak lagi terbatas pada bayi dan balita, tetapi mencakup ibu hamil hingga lansia. Kader dapat membantu mengenali kebutuhan dan mencatat persoalan warga, sementara penanganan tetap diteruskan kepada perangkat daerah yang berwenang. Pembagian peran itu penting: Posyandu sebaiknya menjadi pintu masuk yang memudahkan warga, bukan diminta menggantikan petugas atau lembaga khusus.

Posyandu Meluas: Enam Layanan Dasar Lebih Dekat ke Warga

Maros menguji gagasan Posyandu era baru

Di Maros, Sulawesi Selatan, Posyandu didorong berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat lintas bidang. Penguatan kelembagaan ini dibahas dalam kegiatan Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa bersama Komisi II DPR RI di Kantor Bupati Maros, Turikale, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Konsep Posyandu era baru mencakup enam bidang pelayanan dasar: kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Bupati Maros AS Chaidir Syam menyebut jumlah Posyandu era baru ditargetkan bertambah sekitar 14 unit, menjadi kurang lebih 29 unit pada tahun itu. Pemerintah kabupaten berharap penerapannya dapat diperluas ke seluruh desa dan kelurahan pada tahun berikutnya.

Contoh yang diberikan Chaidir menunjukkan manfaat paling konkret dari perluasan ini: bila kader mengetahui ada anak putus sekolah atau keluarga yang membutuhkan bantuan sosial, informasi itu dapat diteruskan kepada pemerintah desa untuk ditindaklanjuti. Posyandu tidak menyelesaikan sendiri persoalan pendidikan atau bantuan sosial; kekuatannya ada pada kedekatan kader dengan warga dan kemampuan menghubungkan mereka ke pihak yang tepat. Agar gagasan ini tidak berhenti sebagai perubahan nama, pendampingan, asistensi, dan evaluasi daerah perlu berjalan seiring dengan penambahan unit.

Posyandu Meluas: Enam Layanan Dasar Lebih Dekat ke Warga

Pembinaan menentukan apakah enam bidang SPM bekerja

Integrasi enam bidang SPM menuntut keterampilan baru dari kader serta koordinasi yang rutin dengan pemerintah setempat. Di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, persiapan pembinaan Posyandu yang mencakup enam bidang SPM dibahas dalam briefing bersama jajaran kecamatan, kelurahan, dan unsur terkait di Posyandu Anggrek, Kedaung Baru, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pertemuan itu merupakan bagian dari koordinasi dan pemantauan kesiapan kegiatan, bukan bukti bahwa seluruh layanan lintas sektor telah berjalan penuh. Pembedaan tersebut penting agar warga memahami bahwa integrasi perlu dipersiapkan, bukan dianggap otomatis tersedia hanya karena Posyandu memiliki mandat lebih luas.

Pembinaan Posyandu semestinya menghasilkan kemampuan praktis: kader tahu cara mengenali kebutuhan, mencatat informasi secara tepat, menjaga kerahasiaan, dan meneruskan kasus kepada instansi yang berwenang. Di tingkat kota, Dinas Kesehatan bersama Tim Pembina Posyandu mendorong pembinaan dan penguatan kapasitas kader, sekaligus memantau pelaksanaan enam SPM dan kesiapan Posyandu memberi layanan menyeluruh. Koordinasi Neglasari merupakan langkah persiapan yang sejalan dengan kebutuhan itu. Ukuran keberhasilannya bukan banyaknya bidang yang tercantum, melainkan apakah warga memperoleh tindak lanjut yang jelas setelah menyampaikan masalah.

Perluasan harus diikuti tanggung jawab yang terukur

Perubahan di Maros dan Tangerang memperlihatkan arah yang menjanjikan: Posyandu dapat memperpendek jarak antara kebutuhan warga dan layanan pemerintah. Skala Tangerang memberi ruang jangkauan luas, sedangkan target penambahan Posyandu era baru di Maros menunjukkan upaya memperluas model lintas bidang. Namun, kedua hal itu baru menjadi kemajuan bagi masyarakat jika kader mendapat pembinaan memadai, tiap sektor menyediakan narahubung, dan laporan warga tidak berhenti di pencatatan. Peran lintas sektor juga harus disertai batas yang tegas agar kader tidak dibebani tanggung jawab yang seharusnya ditangani tenaga profesional atau instansi terkait.

Kesimpulannya, Posyandu tidak lagi cukup dipandang sebagai tempat layanan ibu dan anak. Dengan enam bidang SPM, ia berpotensi menjadi pintu awal pelayanan masyarakat yang lebih dekat dan peka terhadap masalah sehari-hari. Potensi itu hanya akan berarti bila pembinaan, koordinasi, dan tindak lanjut berjalan konsisten. Ukuran akhirnya sederhana: warga tahu harus meminta bantuan ke mana, dan kebutuhan yang disampaikan melalui kader benar-benar sampai kepada pihak yang dapat menanganinya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!