Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ultra Marathon Jakarta–Bandung dan Lahirnya Ruang Publik Berkelanjutan

Ultra Marathon Jakarta–Bandung dan Lahirnya Ruang Publik Berkelanjutan
Minat|Lari

Dari Jalan Raya ke Ruang Publik: Inti Transformasi Ultra Marathon

Ultra marathon Jakarta–Bandung adalah event lari jarak jauh sejauh 180 kilometer yang mengubah koridor jalan raya antarkota menjadi ruang publik sementara, tempat ribuan orang berlari, berinteraksi, dan menguji batas fisik sekaligus membuka percakapan baru tentang kota yang lebih manusiawi dan berkelanjutan. Dalam ajang ini, 5.216 pelari start dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Senayan pada Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, menempuh rute Jakarta–Bogor–Puncak–Cimahi–Bandung dengan batas waktu 38 jam hingga finis di Kampus ITB Ganesha pada Minggu, 18 Oktober 2026. Fakta bahwa ribuan orang dapat mengambil alih ruang yang biasanya didominasi kendaraan bermotor menunjukkan satu hal: jalan raya tidak harus selamanya menjadi milik mesin, ia bisa kembali menjadi milik manusia.

Ultra Marathon Jakarta–Bandung dan Lahirnya Ruang Publik Berkelanjutan

Laboratorium Kota: Event Lari Jarak Jauh sebagai Uji Coba Ruang Publik

Pakar tata kota ITB, Prof. Ridwan Sutriadi, melihat ITB Ultra Marathon 2026 sebagai lebih dari sekadar lomba lari; ia menyebutnya eksperimen tata ruang dan laboratorium nyata untuk menguji ketahanan serta fleksibilitas infrastruktur perkotaan. Ketika jalan raya yang biasanya dipenuhi kendaraan bermotor dimanfaatkan sementara sebagai ruang terbuka bagi manusia, konsep temporary urbanism berubah dari teori menjadi praktik di lapangan. Rute Jakarta–Bogor–Puncak–Cimahi–Bandung bukan hanya lintasan fisik, tetapi juga alat city branding karena melewati kawasan bersejarah, pusat ekonomi, dan permukiman yang memperkenalkan identitas wilayah kepada ribuan peserta. Menurut saya, inilah kekuatan tersembunyi event lari jarak jauh: ia memaksa kota untuk menguji apakah ruangnya siap menjadi lebih inklusif, aman, dan nyaman bagi pejalan kaki, bukan hanya bagi pemilik kendaraan.

Ultra Marathon Jakarta–Bandung dan Lahirnya Ruang Publik Berkelanjutan

Dana Lestari: Ketika Keringat Pelari Berubah Menjadi Beasiswa dan Riset

Yang membuat ultra marathon Jakarta–Bandung ini relevan jauh melampaui komunitas pelari adalah integrasinya dengan pendidikan melalui Dana Lestari ITB. Rektor ITB menegaskan bahwa ITB Ultra Marathon telah berkembang menjadi gerakan bersama yang menghubungkan olahraga, kepedulian sosial, dan keberlanjutan pendidikan, dengan hasil kegiatan disalurkan untuk mendukung pembiayaan beasiswa dan riset. Ini bukan sekadar donasi simbolik; dana beasiswa riset yang terkumpul menjadi jembatan antara daya juang di jalan raya dan daya juang di laboratorium. Menurut saya, ketika ribuan pelari rela begadang menembus malam demi garis finis, mereka sekaligus menandai garis awal bagi mahasiswa dan peneliti yang terbantu oleh Dana Lestari. Di sini, setiap kilometer yang ditempuh berubah menjadi argumen kuat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan beban individu.

Ultra Marathon Jakarta–Bandung dan Lahirnya Ruang Publik Berkelanjutan

Kolaborasi Massal dan Tantangan Keselamatan di Ruang Kota Terbuka

Mengubah jalan umum menjadi lintasan ultra marathon bukan tanpa konsekuensi. Prof. Ridwan mengingatkan bahwa salah satu tantangan utama adalah menjaga agar aktivitas masyarakat tetap berjalan meski sejumlah ruas jalan dipakai pelari, sehingga perencanaan sebelum, selama, dan setelah acara menjadi krusial. Race Director Ahmad Shalahuddin Zulfa menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian utama karena sebagian besar rute tetap terbuka untuk kendaraan, sehingga panitia memperkuat dukungan marshal, tim medis, GPS tracker, dan aturan lampu kedip serta reflektor pada malam hari. Menurut saya, di sinilah kualitas ruang publik berkelanjutan diuji: bukan hanya mampu menampung ribuan pelari, tetapi juga menghormati hak mobilitas warga lain. Kolaborasi pemerintah, kampus, komunitas lokal, TNI, Polri, dan pelaku usaha menunjukkan bahwa ruang kota yang aman tidak lahir dari satu aktor, melainkan dari kerja bersama.

Ultra Marathon Jakarta–Bandung dan Lahirnya Ruang Publik Berkelanjutan

Pelajaran dari Jakarta–Bandung: Menata Kota untuk Manusia, Bukan Mesin

ITB Ultra Marathon 2026 membuktikan bahwa event lari jarak jauh bisa menjadi alat perubahan sosial dan lingkungan, bukan sekadar ajang adrenalin. Ketika 5.216 pelari berlari dari Jakarta ke Bandung dan ribuan peserta lain mengikuti fun run di Bandung, kota dipaksa mengakui bahwa jalan raya dapat menjadi ruang publik inklusif yang merayakan hak warga atas kota. Menurut saya, pesan terpenting dari ajang ini sederhana: jika satu akhir pekan saja kita bisa mengutamakan pejalan kaki, mengelola sampah, menghadirkan bazar UMKM, dan mengalirkan dana beasiswa riset melalui Dana Lestari, maka tidak ada alasan kota kembali sepenuhnya pada logika kendaraan bermotor di hari-hari lain. Ultra marathon Jakarta–Bandung seharusnya dibaca sebagai undangan permanen: menata kota untuk manusia dulu, baru untuk mesin.

Ultra Marathon Jakarta–Bandung dan Lahirnya Ruang Publik Berkelanjutan

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!