Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bandung Photography Month Angkat Tema Reclaim di Ruang Publik

Bandung Photography Month Angkat Tema Reclaim di Ruang Publik
Minat|Gaya Fotografi

Reclaim: Ketika Fotografi Merebut Kembali Ruang dan Narasi

Bandung Photography Month adalah festival fotografi Bandung yang menghadirkan pameran fotografi publik, tulisan, dan pertunjukan seni di berbagai ruang kota, dengan fokus pada tema Reclaim sebagai upaya merebut kembali narasi visual dan ruang seni dari dominasi galeri konvensional serta membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk terlibat dalam percakapan kritis tentang fotografi. Tema Reclaim terasa seperti pernyataan sikap: fotografi bukan milik segelintir orang, melainkan hak kolektif warga kota. Dengan melibatkan 28 seniman atau fotografer dan 13 penulis, Bandung Photography Month (BPM) edisi ke-11 menolak sekadar menjadi pameran foto musiman; ia memilih menjadi ruang pertemuan gagasan. Di tengah kota yang kian padat iklan dan visual komersial, festival ini mengingatkan bahwa citra dan cerita tentang kota seharusnya kembali ke tangan warganya.

Bandung Photography Month Angkat Tema Reclaim di Ruang Publik

Ruang Publik Sebagai Galeri: Mengapa Bandung Butuh Pameran di Jalanan

Keputusan BPM untuk menjadikan ruang publik sebagai panggung utama adalah langkah politis sekaligus praktis. Ketika perwakilan BPM, Baskara Puraga, menegaskan bahwa festival ini "selalu kami adakan di ruang publik, jadi kita tidak di galeri", ia sedang menggeser pusat gravitasi ekosistem fotografi dari ruang eksklusif ke ruang sehari-hari. Penggunaan lokasi yang berpindah-pindah membuka kesempatan bagi warga yang mungkin tidak pernah menginjak galeri untuk menikmati karya fotografi di tengah aktivitas rutin mereka. Walking tour menuju Red Raws Center di Pasar Antik Cikapundung, pemutaran musik dari piringan hitam, hingga performance art di pembukaan memperluas definisi pameran fotografi publik: bukan hanya dinding penuh foto, tetapi pengalaman lintas medium yang mengundang tubuh bergerak dan pikiran berdialog. Bandung butuh format seperti ini agar seni tidak terkurung di sudut elit kota.

Kolaborasi Fotografer dan Penulis: Ekosistem yang Reclaim Wacana

Tema Reclaim tidak akan kuat bila hanya berhenti pada gambar; ia membutuhkan kata-kata untuk mengasah makna. Di sinilah 13 penulis yang terlibat mengambil peran penting. Festival ini sadar bahwa ekosistem fotografi tidak bisa bergantung pada fotografer saja, tetapi juga pada penulis, kurator, dan berbagai pihak lain yang sanggup membangun wacana fotografi yang lebih luas dan kritis. Program Museum Gagasan Fotografi Indonesia menjadi contoh konkret: ruang yang dirancang untuk mengarsipkan, menampilkan, dan menuliskan gagasan-gagasan tentang fotografi, bukan hanya menyimpan karya visual. Dengan kurasi yang menempatkan narasi sebagai pertimbangan utama, sembilan karya dari sekitar 45 peserta open call dipilih karena kesesuaian gagasan dengan tema Reclaim. Ini adalah langkah berani: festival fotografi yang mengakui bahwa tulisan dan kritik sama pentingnya dengan foto dalam merebut kembali narasi.

BPM Sebagai Ruang Belajar Kolektif bagi Warga dan Komunitas Seni

Bandung Photography Month jelas relevan bukan hanya bagi fotografer, tetapi juga penulis, pelaku seni lintas disiplin, dan warga kota yang ingin memahami persoalan sosial melalui visual. Festival ini menjadi ajang apresiasi karya sekaligus ruang pertemuan untuk berbagi gagasan, cerita, dan sudut pandang mengenai fotografi dan isu-isu yang mengitarinya. Lokasi yang berpindah-pindah membuat akses terhadap seni terasa lebih demokratis: siapa pun yang melintas bisa berhenti, membaca, dan berdiskusi. Lebih jauh, BPM diharapkan dapat men-trigger komunitas di kota lain untuk menyelenggarakan festival fotografi tanpa harus bergantung pada skala besar atau konsep mewah. Di tengah minimnya ruang alternatif, inisiatif seperti ini adalah sekolah informal bagi komunitas seni lokal: belajar mengorganisir, mengarsipkan, dan merawat gagasan bersama, bukan menunggu institusi besar turun tangan.

Kesimpulan: Reclaim Sebagai Ajakan Bertindak, Bukan Sekadar Tema

Pada akhirnya, Bandung Photography Month dengan tema Reclaim terasa seperti ajakan bertindak: ambil kembali hak atas ruang, narasi, dan ekosistem fotografi yang lebih sehat. Dengan pameran fotografi publik yang menyebar di kota, kolaborasi 28 seniman dan 13 penulis, serta program yang mengutamakan gagasan, festival ini menolak format pameran yang pasif. Ia mengundang warga untuk berjalan, menonton, membaca, dan berdiskusi, bukan hanya memotret karya untuk diunggah. Jika kota lain menangkap semangat ini, kita bisa membayangkan jaringan festival fotografi Bandung dan sekitarnya yang tumbuh dari inisiatif komunitas, bukan dari agenda industri. Reclaim, dalam konteks BPM, adalah pengingat bahwa seni paling hidup ketika kembali ke jalan, ke pasar, dan ke percakapan sehari-hari.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!