Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Video Siswa MAN 1 Yogyakarta Bawa Isu Lingkungan dan Kota

Video Siswa MAN 1 Yogyakarta Bawa Isu Lingkungan dan Kota
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Video kreatif sebagai suara generasi muda

Video kreatif siswa adalah karya visual yang memadukan gagasan, gambar, dan penyuntingan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Ketika murid MAN 1 Yogyakarta memakai medium ini untuk membahas pelestarian bumi dan harmoni kota, prestasi mereka menunjukkan bahwa kreativitas dapat sekaligus menjadi bentuk kepedulian publik. Pada Oktober 2026, tiga murid meraih juara dua dalam Lomba Video Kreatif Ekoteologi Pondok Pesantren, sementara Azzahra Ramadhani Putri Ardiansyah memenangkan juara pertama lomba video amatir dalam perayaan HUT ke-270 Kota Yogyakarta. Kedua hasil ini patut dilihat lebih dari sekadar kemenangan lomba: karya video siswa mampu membuat isu besar terasa dekat, baik melalui tindakan menjaga lingkungan maupun gambaran tentang identitas kota. Di tengah derasnya konten digital, pesan yang berpijak pada kehidupan sekitar memberi alasan kuat bagi penonton untuk berhenti sejenak dan memperhatikan.

Video Siswa MAN 1 Yogyakarta Bawa Isu Lingkungan dan Kota

Ekoteologi yang berangkat dari lingkungan pesantren

Tomzy Arzuleo dari kelas XII PK 1, Rifqy Abdillah Faqih dari XI PK 1, dan Alexander Ubaidillah dari X PK 1 meraih juara dua pada 22 Oktober 2026. Mereka mengikuti lomba daring yang diselenggarakan Kementerian Agama Kota Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional 2026. Video edukasi tim mengangkat ekoteologi di lingkungan Pondok Pesantren Al-Hakim MAN 1 Yogyakarta, selaras dengan tema gerakan santri merawat bumi melalui nilai keagamaan dan lingkungan berkelanjutan. Pilihan latar ini membuat pesan pelestarian lingkungan terasa membumi: kepedulian tidak berhenti pada slogan, tetapi dapat dimulai dari ruang hidup dan kebiasaan sehari-hari. Kepala madrasah Edi Triyanto mengapresiasi karya tersebut karena murid menyampaikan kepedulian lingkungan lewat media kreatif. Gagasan utamanya relevan bagi siapa pun: tindakan sederhana setiap orang dapat membantu merawat lingkungan sekitar.

Video Siswa MAN 1 Yogyakarta Bawa Isu Lingkungan dan Kota

Zahra mengabadikan harmoni kota

Prestasi kedua datang dari Azzahra Ramadhani Putri Ardiansyah, murid kelas XF, yang meraih juara pertama Lomba Video Amatir Umum Semarak HUT ke-270 Kota Yogyakarta pada 26 Oktober 2026. Diselenggarakan KADIN DIY dan terbuka bagi masyarakat kota, lomba ini mengusung tema “Harmoni Kota Yogyakarta”. Zahra merancang konsep, merekam video sepulang sekolah, lalu menyunting dan mengunggah karyanya ke media sosial. Ia mengatakan ingin menyalurkan hobi videografi, mengasah kreativitas, dan ikut merayakan ulang tahun kota melalui sudut pandang visual. Videonya menyampaikan keindahan, keseimbangan, dan keharmonisan kehidupan kota. Pendekatan ini penting: identitas kota bukan hanya bangunan atau penanda terkenal, tetapi juga pengalaman dan suasana yang membentuk kenangan warganya. Kemenangan Zahra memperlihatkan bahwa mata kreatif seorang murid dapat menawarkan cara segar untuk melihat tempat yang akrab.

Dua kemenangan, pesan yang berlanjut

Satu karya mengajak penonton merawat bumi, sedangkan karya lainnya menafsirkan harmoni kota; keduanya menunjukkan bahwa lomba video kreatif dapat menjadi ruang bagi murid untuk menghubungkan ekspresi dengan tanggung jawab sosial. Dampak video pelestarian lingkungan tidak harus berhenti pada jumlah penonton atau penghargaan. Nilainya tampak ketika pesan tentang kebiasaan ramah lingkungan mendorong seseorang mengubah tindakan sehari-hari. Demikian pula, video tentang kota dapat memperkuat rasa memiliki dengan menampilkan keunikan yang kerap luput dari perhatian. Edi Triyanto berharap karya para murid menginspirasi teman sebaya untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mengembangkan kreativitas. Zahra juga berharap perlombaan serupa lebih sering digelar agar kreator, termasuk pemula, mendapat ruang berkarya. Karena itu, sekolah dan penyelenggara sebaiknya terus membuka kesempatan bagi karya digital yang membawa pesan bermakna. Dua prestasi ini membuktikan bahwa video buatan murid dapat menjadi hiburan sekaligus ajakan untuk melihat dan merawat lingkungan sekitar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!