Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

11 UMKM Lokal Dongkrak Modest Fashion dan Produk Halal lewat Festival Ekonomi Syariah

11 UMKM Lokal Dongkrak Modest Fashion dan Produk Halal lewat Festival Ekonomi Syariah
Minat|Busana Kasual

Festival Ekonomi Syariah sebagai Panggung Ekspansi UMKM Modest Fashion dan Produk Halal

Festival ekonomi syariah adalah ajang terstruktur yang menyatukan pelaku UMKM modest fashion, produsen produk halal lokal, pesantren, dan talenta muda dalam satu ekosistem untuk promosi, ekspansi pasar UMKM, serta penguatan jejaring bisnis melalui rangkaian pameran, peragaan busana, dan forum kemitraan yang berorientasi pada ekonomi dan keuangan syariah berkelanjutan. Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia Sulawesi Selatan ikut dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta International Convention Center, yang digelar pada 14–18 Oktober. Ini bukan sekadar agenda seremonial; kehadiran mereka adalah pernyataan bahwa pelaku usaha daerah siap bersaing di panggung nasional. Dengan membawa fesyen muslim dan pangan halal, UMKM ini memanfaatkan festival ekonomi syariah sebagai kanal promosi yang sulit ditandingi oleh kegiatan lokal biasa. Di titik ini, pesan pentingnya jelas: tanpa akses ke platform berskala besar seperti ISEF, narasi tentang kebangkitan UMKM syariah hanya akan berhenti di brosur dan seminar. Festival menjadi alat seleksi alam—siapa yang berani tampil, dialah yang berpeluang tumbuh.

11 UMKM Lokal Dongkrak Modest Fashion dan Produk Halal lewat Festival Ekonomi Syariah

Peran Bank Indonesia: Dari Pembina Menjadi Katalis Ekosistem Halal

Dukungan Bank Indonesia terhadap UMKM modest fashion dan produk halal lokal sudah bergerak jauh melampaui pelatihan dasar. Partisipasi 11 UMKM binaan dalam ISEF adalah bagian dari strategi memperkuat daya saing usaha lokal melalui promosi produk, perluasan jejaring bisnis, dan fasilitasi akses pasar. Kepala Perwakilan BI Sulsel menegaskan bahwa keikutsertaan UMKM, pesantren, dan talenta muda dalam ISEF merupakan upaya sistematis memperkuat daya saing pelaku usaha melalui promosi, perluasan jejaring, dan fasilitasi akses pasar. Pendampingan sertifikasi halal bagi 50 pelaku UMKM dan empat rumah potong hewan ruminansia dan unggas menunjukkan bahwa BI membaca akar persoalan: tanpa sertifikasi halal, produk syariah sulit menembus pasar yang lebih luas. Program Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah dengan tema akselerasi sinergi ekosistem syariah yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan menegaskan posisi BI sebagai katalis, bukan sekadar regulator. Pendekatan ini patut diapresiasi, tetapi juga perlu dijaga konsistensinya. Tanpa keberlanjutan, festival hanya akan menjadi foto tahunan, bukan motor perubahan.

Modest Fashion Sulsel: Dari Panggung Runway ke Akses Pasar Nasional

Sektor UMKM modest fashion menjadi wajah paling terlihat dari ekspansi pasar UMKM di ISEF. Lima UMKM anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia binaan BI Sulsel—Eka Madjid, CV Eiwa Corporation, Suri Rowa, Rina Tamam, dan Butik Luthfiah—tampil dalam peragaan busana IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week serta pameran Modest Fashion Exhibition di JICC. Keikutsertaan mereka bukan hanya soal estetika busana, tetapi tentang menguji apakah desain lokal mampu berbicara di pasar nasional. Melalui ajang ekonomi dan keuangan syariah terbesar ini, pelaku usaha Sulsel berkesempatan memperluas akses pasar, memperkenalkan produk unggulan, dan menjajaki kemitraan bisnis di tingkat nasional. UMKM asal Sulsel membawa fesyen muslim untuk diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas, menjadikan runway dan exhibition sebagai pintu masuk ke jaringan buyer, distributor, dan kolaborator. Jika pelaku modest fashion hanya memandang festival sebagai ajang foto katalog, mereka akan kehilangan nilai utama: networking dan negosiasi bisnis yang terjadi di balik panggung.

Produk Halal Lokal dan Ekonomi Pesantren: Menguatkan Rantai Nilai Syariah

Di luar fesyen, produk halal lokal dari Sulsel tampil sebagai tulang punggung ekosistem syariah yang lebih luas. PT Clemira Sukses Bersama menghadirkan gula aren, sementara PT Bunly Abadi Bersama membawa kacang mete dalam pameran B2C Exhibition Halal Food. CV Morisama Sejahtera Indonesia memasarkan sambal Mak Judesss melalui pameran B2B dan mengikuti business matching untuk menjajaki kemitraan usaha. Produk lain seperti rumput laut LARS, Sukmajahe Sarabba Makassar, dan Bumbu Instan JenkRanaa dipasarkan melalui Gema Halal–Halal Mart di lobi utama JICC. Keterlibatan pesantren melalui program Pesantren REWAKO dan usaha air mineral Air Berkah Indonesia menunjukkan bahwa ekonomi syariah tidak berhenti di UMKM komersial. Inisiasi wakaf produktif bersama pemerintah daerah dan lembaga sosial untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren serta ketahanan pangan memperluas rantai nilai dari produksi, distribusi, hingga pemberdayaan sosial. Pendekatan ini tepat: jika produk halal lokal hanya diposisikan sebagai komoditas, kita kehilangan dimensi sosial yang menjadi ruh ekonomi syariah.

Dari Festival ke Ekosistem Berkelanjutan: Tantangan Berikutnya bagi UMKM Syariah

ISEF dan Bulan Ekonomi dan Keuangan Syariah jelas memberi lonjakan eksposur bagi UMKM modest fashion dan produk halal lokal, tetapi pekerjaan rumahnya baru dimulai. Program daerah seperti pengembangan Harmonia Park sebagai destinasi pariwisata ramah Muslim, peningkatan kompetensi nazhir wakaf, serta edukasi keuangan syariah bagi pelajar, mahasiswa, pesantren, dan masyarakat adalah langkah penting untuk memastikan bahwa efek festival tidak menguap setelah lampu panggung padam. Rangkaian pendampingan sertifikasi halal dan pengembangan wakaf produktif menunjukkan arah jangka panjang: membangun ekosistem yang membuat UMKM syariah tidak bergantung pada satu event. Namun, UMKM sendiri harus berani mengkapitalisasi momentum—menindaklanjuti kontak bisnis, memperbaiki kualitas produk, dan mengintegrasikan sertifikasi halal ke strategi branding. Kesimpulannya, festival ekonomi syariah adalah pintu, bukan tujuan akhir. UMKM yang memandangnya sebagai titik awal perjalanan, bukan garis finish, akan menjadi pemain utama di pasar halal dan modest fashion ke depan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!