Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Festival Ekonomi Syariah Jadi Jalan Tol Global bagi Modest Fashion dan Wastra

Festival Ekonomi Syariah Jadi Jalan Tol Global bagi Modest Fashion dan Wastra
Minat|Rilis Tren

Festival Ekonomi Syariah: Dari Panggung Seremoni ke Mesin Ekspansi Pasar

Festival ekonomi syariah adalah platform terkurasi yang menggabungkan pameran produk halal, modest fashion UMKM, wastra Nusantara tradisional, dan jejaring bisnis lintas daerah untuk mempercepat ekspansi pasar pelaku usaha kecil ke tingkat nasional dan internasional melalui kurasi, promosi, serta pertemuan bisnis yang terstruktur.

Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang digelar bank sentral melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah pada 14–18 Oktober di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, bukan sekadar agenda tahunan bersifat seremoni. Dengan mengusung tema akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah berkelanjutan, festival ini diposisikan sebagai infrastruktur pasar: ruang di mana produk halal, busana modest, dan ekosistem pesantren dipertemukan langsung dengan pembeli dan mitra bisnis. Kantor perwakilan di berbagai provinsi memanfaatkan momentum ini untuk mengangkat UMKM binaan ke panggung yang lebih besar. Sebanyak 11 UMKM Sulawesi Selatan ikut serta, sementara kantor perwakilan Banten mengirim pelaku usaha dan desainer yang terseleksi. Ini bukan lagi soal hadir di pameran, tetapi strategi terarah untuk naik kelas.

Festival Ekonomi Syariah Jadi Jalan Tol Global bagi Modest Fashion dan Wastra

Modest Fashion UMKM dan Wastra Tradisional: Identitas Lokal sebagai Daya Saing Global

Jika ingin menempatkan pelaku lokal di rantai nilai global, pintu masuk paling logis adalah modest fashion UMKM dan wastra Nusantara tradisional. Di sinilah bank sentral tampak paling progresif. Di Banten, dukungan diarahkan ke desainer dan perajin melalui IN2MOTIONFEST yang berkolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week, dengan fokus pada pengembangan modest fashion dan wastra Nusantara. Kolaborasi ini menghubungkan kreativitas dengan kebutuhan bisnis: kurasi, promosi, dan akses pasar dalam dan luar negeri.

Di Sulawesi Selatan, lima UMKM anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia tampil dalam peragaan busana IN2MOTIONFEST x Jakarta Muslim Fashion Week dan Modest Fashion Exhibition di JICC, memperkenalkan karya fesyen lokal kepada khalayak yang lebih luas. Kutipan yang patut digarisbawahi: UMKM ini mendapat kesempatan memperkenalkan karya fesyen lokal melalui rangkaian ISEF 2026, yang menjadikan festival ekonomi syariah bukan sekadar etalase, tetapi ruang validasi selera pasar. Dengan pendekatan ini, kain tradisional dan rancangan busana santun tidak berhenti sebagai simbol budaya, melainkan menjadi komoditas kreatif yang berdaya saing.

Ekspansi Pasar Halal: Dari Stan Pameran ke Business Matching

Ekspansi pasar halal tidak akan terjadi bila UMKM hanya mengandalkan penjualan ritel di stan pameran. Di sinilah peran festival ekonomi syariah menjadi strategis. Kantor perwakilan Banten memfasilitasi empat pelaku usaha untuk ikut Sharia Fair dan Indonesia Halal Showcase, lengkap dengan kurasi, pengiriman, penataan produk, dan pendampingan selama kegiatan. Pendekatan ini menegaskan bahwa ekspansi pasar halal membutuhkan standar produk dan presentasi yang konsisten, bukan sekadar niat baik.

Di Sulawesi Selatan, UMKM pangan halal seperti produsen gula aren, kacang mete, dan sambal lokal hadir di pameran B2C dan B2B, sekaligus mengikuti business matching untuk menjajaki kemitraan usaha. Produk lain dipasarkan melalui Gema Halal–Halal Mart di lobi utama JICC, memperluas titik kontak dengan konsumen. Di Banten, beberapa usaha disiapkan khusus untuk program business matching dan Jawara Ekspor, mulai dari penyusunan profil usaha, katalog, hingga dokumen pendukung. Hasil transaksi dan kerja sama akan dikonfirmasi setelah kegiatan dan proses tindak lanjut selesai, menunjukkan bahwa festival ini dirancang dengan siklus bisnis yang jelas, bukan berhenti pada pameran satu arah.

Ekonomi Pesantren: Pilar yang Mulai Ditarik ke Arus Utama

Satu langkah penting yang sering luput dari sorotan adalah penarikan ekonomi pesantren ke arus utama ekosistem halal. Di Banten, pengembangan ekonomi syariah secara eksplisit menyasar ekosistem pesantren, dengan rencana partisipasi Pondok Pesantren Al Markaz dalam agenda Gerbang Santri. Sinergi ini melibatkan jejaring pesantren, asosiasi pesantren, komite daerah ekonomi dan keuangan syariah, serta pemangku kepentingan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Pendekatan tersebut menunjukkan pergeseran paradigma: pesantren tidak lagi dilihat hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai simpul kewirausahaan dan keuangan sosial syariah. Tujuannya jelas: memperkuat kapasitas kelembagaan, mengembangkan usaha, dan mendorong pemanfaatan dana sosial untuk kegiatan produktif. Jika konsisten, ekonomi pesantren bisa menjadi basis distribusi dan produksi bagi produk halal dan modest fashion UMKM, sekaligus pasar yang loyal. Namun, keberhasilan strategi ini akan bergantung pada pendampingan manajerial dan akses pembiayaan yang berkelanjutan, bukan hanya undangan ke festival.

Strategi Regional Banten dan Sulsel: Jalan Naik Kelas UMKM

Partisipasi UMKM dari Banten dan Sulawesi Selatan di ISEF menunjukkan bahwa festival ekonomi syariah telah menjadi arena strategi regional untuk naik kelas. Kantor perwakilan Banten secara eksplisit mendorong perluasan pasar produk halal dan modest fashion melalui partisipasi pelaku usaha daerah di ISEF, sekaligus menghubungkan pelaku usaha dengan ekosistem ekonomi syariah nasional. Di Sulawesi Selatan, keikutsertaan 11 UMKM binaan menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal dan kontribusi daerah dalam ekosistem ekonomi syariah nasional.

Ke depan, kantor perwakilan Banten berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, komite daerah ekonomi dan keuangan syariah, lembaga keuangan syariah, pelaku industri, komunitas pesantren, dan mitra strategis lain. Evaluasi partisipasi di ISEF akan mencakup tindak lanjut pertemuan bisnis, peluang kemitraan, dan realisasi penjualan yang terverifikasi. Artinya, festival ini diperlakukan sebagai bagian dari rantai pengembangan UMKM, bukan acara lepas. Kesimpulannya, bila pola ini diperluas ke lebih banyak daerah dan dijaga konsistensinya, ISEF berpotensi menjadi jalan tol global bagi modest fashion UMKM, wastra Nusantara tradisional, dan produk halal lokal, dengan ekonomi pesantren sebagai salah satu pilar pendukungnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!