Dari klip pendek ke tontonan panjang
Fitur video Instagram panjang adalah ruang untuk menayangkan konten berdurasi panjang dalam orientasi horizontal, hingga 90 menit, yang memperluas fungsi Instagram melampaui klip pendek dan memberi kreator pilihan baru. Pada 26 Oktober, Instagram mulai menguji Features bersama puluhan ribu kreator di Amerika Serikat, dengan format video horizontal berdurasi maksimal 90 menit. Ini bukan sekadar penambahan durasi: langkah tersebut menjawab keterbatasan Reels, karena video lebih dari tiga menit saat ini tidak direkomendasikan kepada audiens baru dan membuat kreator lebih sulit menjangkau penonton. Artinya, Features berpotensi memberi konten panjang peluang distribusi yang selama ini kurang tersedia di Reels. Waktunya juga bukan kebetulan. Mark Zuckerberg mengatakan Instagram mencatat tingkat keterlibatan tertinggi yang pernah ada pada kuartal ketiga, didorong oleh meningkatnya daya tarik video. Instagram punya alasan untuk memperbesar investasi di format yang sudah menarik perhatian penggunanya.
Layar televisi menjadi bagian dari strategi
Video horizontal lebih masuk akal ditonton di layar besar, dan Instagram mulai membawa strateginya ke ruang keluarga. Pada 26 Oktober, aplikasi Instagram diluncurkan di Apple TV di Amerika Serikat, setelah sebelumnya tersedia di perangkat Samsung dan Google TV; layanan ini juga hadir di Fire TV. Instagram sedang mengembangkan integrasi Features dengan aplikasi Instagram for TV dan mulai menguji tampilan Features di televisi. Perluasan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak ingin pengalaman video berhenti di layar ponsel. Instagram juga menguji Series, format film pendek multi-episode, di Amerika Serikat, Meksiko, dan India. Kreator dapat menampilkan Reels dalam beberapa episode di profil mereka, memberi konten Reels terbaru bentuk yang lebih serial. Perusahaan berencana menguji Features di lebih banyak negara dalam beberapa bulan mendatang, sementara perluasan Series ke Amerika Serikat ditargetkan pada akhir 2026 atau awal 2027.
Taruhan besar dalam persaingan video
Ekspansi ini adalah respons yang masuk akal, tetapi juga memperlihatkan posisi Instagram yang harus mengejar. Persaingan Instagram vs TikTok YouTube bukan hanya soal siapa yang memiliki fitur video, melainkan siapa yang mampu menjaga perhatian penonton dan memberi kreator alasan untuk terus menerbitkan karya. Instagram dikenal luas sebagai platform berbagi foto dan menghadapi persaingan yang kian ketat dari TikTok serta YouTube, yang lebih dulu membangun strategi hiburan video. Features dan Series dapat memperluas pilihan, sementara kehadiran di televisi membuka jalur menonton yang lebih sesuai untuk konten panjang. Namun, durasi 90 menit saja tidak menjamin penonton akan bertahan atau kreator mendapat hasil yang layak. Keberhasilan strategi ini bergantung pada minat audiens, kemampuan kreator menghasilkan pendapatan, dan kemampuan Instagram bersaing dengan platform yang telah menguasai video panjang. Instagram sedang mengambil langkah yang diperlukan; ujian sesungguhnya adalah apakah penonton mau ikut berpindah.







