Features memperluas ruang bercerita
Instagram Features video panjang adalah format yang sedang diuji Instagram untuk menayangkan video horizontal berdurasi panjang, memberi kreator ruang menyampaikan materi yang tak muat dalam Reels singkat. Pada Senin, 26 Oktober, Instagram mulai menguji fitur ini kepada sejumlah pengguna di Amerika Serikat. Dalam video berdurasi enam menit, Kepala Instagram Adam Mosseri dan Wakil Presiden Instagram Tessa Lyons menjelaskan tujuan pengembangan Features. Langkah ini layak diperhatikan bukan karena Instagram sudah membuktikan diri sebagai tujuan baru untuk semua jenis video, melainkan karena platform tersebut sedang mencoba memberi ruang bagi format yang berbeda dari guliran klip singkat. Fitur video horizontal Instagram dapat memberi kreator pilihan untuk mengembangkan materi yang sudah menarik audiens lewat Reels. Namun, untuk saat ini, Features tetap merupakan percobaan, bukan perubahan yang sudah tersedia bagi semua pengguna.
Video pendek dan panjang dirancang berdampingan
Pendekatan Instagram bukan mengganti Reels dengan tayangan panjang, melainkan menghubungkan keduanya. Mosseri memberi contoh podcast dan pertunjukan komedi spesial: materi dapat ditonton secara utuh, lalu bagian tertentu diolah menjadi klip singkat untuk menjangkau penonton. Bagi kreator, pola ini berpotensi memudahkan satu ide hadir dalam dua cara—versi lengkap untuk audiens yang ingin mengikuti cerita, dan potongan pendek untuk menarik perhatian. Inilah arah konten long-form Instagram yang paling masuk akal berdasarkan rancangan awalnya, bukan janji bahwa format panjang otomatis akan lebih populer. Dukungan Instagram terhadap pengalaman menonton di layar lebih besar juga berkembang: aplikasi TV yang semula diuji di Amazon Fire TV kini tersedia di Google TV, Samsung TV, dan Apple TV. Video horizontal terasa selaras dengan layar tersebut, tetapi belum ada keterangan bahwa Features memiliki antarmuka TV tersendiri.

Tantangan terbesarnya tetap sifat sosial Instagram
Keraguan Mosseri terhadap video panjang berangkat dari risiko yang nyata bagi karakter Instagram: penonton bisa menghabiskan waktu menyimak tayangan tanpa menyukai atau membagikan foto, Reels, dan carousel kepada teman. Karena itu, keberhasilan Features tak cukup diukur dari lamanya orang menonton. Instagram juga perlu menunjukkan bahwa tayangan panjang dapat hidup berdampingan dengan interaksi sosial yang menjadi bagian penting platform. Saat ini, uji coba masih terbatas di Amerika Serikat dan melibatkan sejumlah kreator di Brasil. Instagram mengatakan akan mendengarkan masukan selama pengujian, tetapi belum mengumumkan jadwal peluncuran global ataupun tanggal ketersediaan untuk semua pengguna. Jadi, pengguna di Indonesia belum memiliki kepastian kapan fitur ini bisa dicoba. Langkah ini membuka peluang baru bagi kreator, tetapi penilaian tentang dampaknya harus menunggu lebih dari sekadar peluncuran.






